Monday, December 28, 2009

Bulan Desember 2009, Bulan yang Penuh Kesan

Sudah lama tidak menulis, sebaiknya menuliskan lagi apa saja yang ada di ide karena kalau tidak dituliskan semuanya hilang dan sia2. Akhir tahun 2009 ini menjadi akhir tahun yang cukup banyak meninggalkan kesan buat saya. Ada 2 alasan besar yang menyebabkan itu yaitu pelaksanaan Camp NTU-ISCF (Indonesian Student Christian Fellowship) - dimana saya menjadi ketua panitianya - dan keikutsertaan saya dalam Simposium Teologi dan Penginjilan yang bertemakan "Kewajiban Gerakan Reformed Injili di Zaman Ini". Dalam tulisan ini saya akan share tentang yang pertama saja sedangkan yang kedua akan saya bagikan di tulisan yang berikutnya.

Camp NTU-ISCF adalah acara yang besar bagi saya, karena pertama kalinya saya memimpin event di Singapura (walaupun semua orang yang ikut adalah orang Indonesia, tapi believe me, cara Indo dengan cara Singapur beda). Ini adalah sebuah kesempatan pelayanan yang sinkron dengan visi ISCF dan yang lebih penting adalah kerajaan Allah khususnya di NTU. Kenapa? Karena camp ini berusaha untuk memberikan firman Tuhan yang setia kepada orang2 dari berbagai denominasi untuk mendengar firman dan melaksanakannya.

Wah, saya belajar banyak hal dari event ini baik dari persiapannya maupun dari pelaksanaannya. Ada banyak rintangan, baik itu masalah2 camp, ataupun masalah kebebalan diri saya sendiri. Pertama2 ketika menggumulkan pelayanan di NTU-ISCF, saya kurang sekali bergumul dan mencari kehendak Tuhan dalam hal ini. Saya ditawari 2 macam pelayanan yang cukup besar, salah satunya menjadi ketua camp ini. Dan ketika itu adalah waktu liburan, di mana saya masih sangat labil dan tidak bisa benar2 menggumulkan apa yang harus saya kerjakan. Akhirnya karena terus didesak dan waktu memang cukup mepet, saya memutuskan untuk mengambil pelayanan ini, tanpa tahu apakah langkah ini betul2 kehendak Tuhan atau bukan.

Awalnya saya sudah menyiapkan beberapa rencana untuk persiapan camp ini, dan kesombongan saya sungguh menguasai dan saya sangat merasa bahwa apa yang telah saya persiapkan sudah sangat sempurna dan sama sekali nggak berpikir untuk tanya Tuhan, persiapan saya sudah benar atau nggak. Ternyata sembari berjalan, semua plan saya rusak dan saya dipaksa untuk bikin plan baru dan pusing sendiri. Banyak detail yang saya skip di sini, tapi intinya adalah saya percaya bahwa Tuhan mengintervensi acara ini dengan cara meruntuhkan segala kesombonganku dan takluk pada pimpinan dia dalam segala hal, tak terkecuali dalam camp ini dan semua persiapannya. Sayang, ketika itu saya masih tidak sadar dan bukan berpikir bahwa saya terlalu sombong, tapi saya kurang matang perencanaannya sehingga semuanya berantakan. Dan saya tetap mengandalkan diri saya sendiri sampai cukup dekat camp. Ketika masalah2 semakin rumit dan memuncak, saya tersadar bahwa saya butuh hikmat Tuhan untuk memimpin para panitia dan kami semua butuh hikmat Tuhan untuk menjalankan pelayanan ini.

Akhirnya, beberapa hal yang benar2 dapat saya syukuri dari persiapan dan pelaksanaan camp ini adalah:
1. Banyak hal yang tak bisa dikontrol oleh manusia. Biarlah manusia bekerja apa yang menjadi tanggung jawabnya dan berserah kepada Tuhan sepenuhnya.
2. Tuhan bisa "mengacaukan" banyak hal yang sebenarnya digunakan untuk memperbaiki banyak hal, baik itu dari event itu sendiri maupun karakter dari setiap orang.
3. Teman-teman yang Tuhan tempatkan di persekutuan adalah harta yang berharga dan bernilai kekal.
4. ISCF ada di arah yang benar dan setiap anggota punya tanggung jawab untuk mempertahankan dan terus membenahi pengajaran2 dan hal2 lain yang bisa lebih diperbaiki.

Demikian dulu sharingnya. Kalau ada akan saya lanjutkan lagi. SDG.

Tuesday, December 1, 2009

Bulan Baru, Menyongsong Exam, Posting Pertama, dll

Halo semua yang membaca,

Akhirnya aku menulis juga, kalau lihat dari bulan dibuatnya blog ini adalah Februari 2009, berarti sudah 10 bulan dibuat dan blog ini nganggur saja. Kemarin ditanya seorang blogger beridentitas milasidah, "kamu menulis blog ga?" Kujawab, "Ku pernah bikin blog, tapi ga pernah ditulis." Setelah itu ada niat untuk menulis dan saya tulis saja.

Pertama kali yang tercetus di pikiranku saat mau membuat blog ini adalah menaruh hal-hal teologi yang kudapat dari buku atau khotbah yang kudengar. Tapi sebenarnya sangat banyak hal kecil yang ga kusadari yang bisa menjadi pelajaran besar. Jadi kuputuskan untuk menuliskan apa saja yang ada dipikiranku di sini.

Bulan baru, kemarin merayakan ulang tahun seorang teman yang berulang tahun di bulan baru ini, sekalian menonton film "kontroversial" 2012. Film ini ga gitu jelas isinya, kupikir bumi akan benar-benar musnah dan itulah akhir dari segalanya. Tapi ternyata film itu hampir sama persis dengan kisah Nabi Nuh di dalam Alkitab, Al'quran, kitab raja2 Babilonia, dll; air bah besar melanda seluruh bumi. Yang lebih geje adalah akan ada sequelnya yaitu 2013. Ku masih membayangkan apakah akan ada 2014, 2015, dst. Lumayan aneh.

Tapi saat ku memikirkan lagi, produser film ini sepertinya memang sengaja membuat ending yang seperti itu (bumi tidak berakhir) dengan 2 alasan utama:
1. Mau profit besar dengan bisa ada sequelnya.
2. Memang akhir bumi itu terlalu menyeramkan. Aku sendiri ga bisa membayangkan kalau apa yang terjadi di film itu terjadi di seluruh bumi, itu terlalu menyeramkan.. Dan setelah kurenungkan, memang aku belum siap kalau itu terjadi.. Banyak hal yang belum benar dalam diriku.. Segitu dulu deh 2012nya.

Mengenai exam, di saat ku menulis ini, ku sedang belajar untuk examku besok CH2003 Fluid Systems di Exam Hall E pukul 1300-1530. Pelajaran ini sangat sulit, tapi kesulitannya menurun sangat2 jauh ketika diijinkan open book, yaitu membawa referensi apa saja ke dalam exam hall. Aku masih membayangkan dalam pikiranku sejak awal kelas ini bulan Agustus lalu, apakah boleh membawa laptop untuk ujian ini, karena akan sangat mudah sekali, tinggal ke google.com untuk mencari apapun yang ditanyakan.

Yah, lupakan ide itu, sekarang ku sangat bosan sekali dan ga bisa belajar, exam semester ini benar2 berbeda dari semester2 kemarin, aku ga bisa konsen belajar walaupun biasanya memang belajar di kamar. Selain itu, sangat suka procrastinate, yaitu menunda2 sehingga mepet dan diselesaikan apa adanya. Nggak apa adanya sih, ku merasa saat masih jauh dari examnya, belajar seperti apapun akan seperti batu, mental seluruhnya. Tapi beberapa jam sebelum exam, otakku akan menjadi spons yang terbaik, menyerap seluruh pelajaran dengan sangat2 efektif. Tapi ya itu, spons yah cepet kering, habis exam hilang semua pelajaran yang sudah dimasukkan. Aku ga yakin kalau semester depan akan lebih baik dari semester ini.

Segitu dulu posting pertama ini, semoga bisa menginspirasi atau menguatkan atau apapun yang baik (jangan sampai menjatuhkan yang membaca deh).