Camp NTU-ISCF adalah acara yang besar bagi saya, karena pertama kalinya saya memimpin event di Singapura (walaupun semua orang yang ikut adalah orang Indonesia, tapi believe me, cara Indo dengan cara Singapur beda). Ini adalah sebuah kesempatan pelayanan yang sinkron dengan visi ISCF dan yang lebih penting adalah kerajaan Allah khususnya di NTU. Kenapa? Karena camp ini berusaha untuk memberikan firman Tuhan yang setia kepada orang2 dari berbagai denominasi untuk mendengar firman dan melaksanakannya.
Wah, saya belajar banyak hal dari event ini baik dari persiapannya maupun dari pelaksanaannya. Ada banyak rintangan, baik itu masalah2 camp, ataupun masalah kebebalan diri saya sendiri. Pertama2 ketika menggumulkan pelayanan di NTU-ISCF, saya kurang sekali bergumul dan mencari kehendak Tuhan dalam hal ini. Saya ditawari 2 macam pelayanan yang cukup besar, salah satunya menjadi ketua camp ini. Dan ketika itu adalah waktu liburan, di mana saya masih sangat labil dan tidak bisa benar2 menggumulkan apa yang harus saya kerjakan. Akhirnya karena terus didesak dan waktu memang cukup mepet, saya memutuskan untuk mengambil pelayanan ini, tanpa tahu apakah langkah ini betul2 kehendak Tuhan atau bukan.
Awalnya saya sudah menyiapkan beberapa rencana untuk persiapan camp ini, dan kesombongan saya sungguh menguasai dan saya sangat merasa bahwa apa yang telah saya persiapkan sudah sangat sempurna dan sama sekali nggak berpikir untuk tanya Tuhan, persiapan saya sudah benar atau nggak. Ternyata sembari berjalan, semua plan saya rusak dan saya dipaksa untuk bikin plan baru dan pusing sendiri. Banyak detail yang saya skip di sini, tapi intinya adalah saya percaya bahwa Tuhan mengintervensi acara ini dengan cara meruntuhkan segala kesombonganku dan takluk pada pimpinan dia dalam segala hal, tak terkecuali dalam camp ini dan semua persiapannya. Sayang, ketika itu saya masih tidak sadar dan bukan berpikir bahwa saya terlalu sombong, tapi saya kurang matang perencanaannya sehingga semuanya berantakan. Dan saya tetap mengandalkan diri saya sendiri sampai cukup dekat camp. Ketika masalah2 semakin rumit dan memuncak, saya tersadar bahwa saya butuh hikmat Tuhan untuk memimpin para panitia dan kami semua butuh hikmat Tuhan untuk menjalankan pelayanan ini.
Akhirnya, beberapa hal yang benar2 dapat saya syukuri dari persiapan dan pelaksanaan camp ini adalah:
1. Banyak hal yang tak bisa dikontrol oleh manusia. Biarlah manusia bekerja apa yang menjadi tanggung jawabnya dan berserah kepada Tuhan sepenuhnya.
2. Tuhan bisa "mengacaukan" banyak hal yang sebenarnya digunakan untuk memperbaiki banyak hal, baik itu dari event itu sendiri maupun karakter dari setiap orang.
3. Teman-teman yang Tuhan tempatkan di persekutuan adalah harta yang berharga dan bernilai kekal.
4. ISCF ada di arah yang benar dan setiap anggota punya tanggung jawab untuk mempertahankan dan terus membenahi pengajaran2 dan hal2 lain yang bisa lebih diperbaiki.
Demikian dulu sharingnya. Kalau ada akan saya lanjutkan lagi. SDG.