Monday, November 7, 2011
Saturday, October 29, 2011
Tuesday, April 26, 2011
Week 11
Rabu, 13 April 2011
Hari yang biasa sampai tiba2 Belinda menelponku dan menceritakan tentang sesuatu yang gawat di KK. Malamnya ada OSG, bahas tentang rumah cukup lama, sekitar 20 menitan, detail2 tentang rumah diberesin. Setelah itu ngomongin tentang Hagai dan tentang persekutuan ISCF dan PP yang terlalu dingin.
Kamis, 14 April 2011
Lab tentang Filtration, lab yang cukup sulit, banyak kegagalan yang membuat eksperimen harus diulang. Yah, cukup memakan waktu untuk lab terakhir di NTU. Sorenya ada kuis Advanced Reaction Engineering yang nggak dipelajari sama sekali karena rencananya MC examnya. Alhasil kuisnya jadi ngaco banget, ga bisa ngerjain.
Malamnya setelah kuis anak2 NTU GRIIS nonton bareng film Shawshank Redemption. Film ini sangat bagus, menceritakan tentang seorang bankir yang dihukum penjara karena dituduh membunuh istrinya dan selingkuhannya, padahal dia tidak membunuh sama sekali. Setelah itu dia dimasukkan ke penjara Shawshank, di mana seluruh penjara berisi orang-orang yang ditahan seumur hidup. Kehadirannya di penjara berhasil membuat orang-orang mengecap sebagian dari kebebasan, seperti tingkahnya menawarkan untuk mengurusi pajak seorang sipir penjara ditukar dengan bir bagi teman-teman penjaranya, atau memutar lagu Marriage of Figaro dengan mikrofon di penjara. Dalam diskusi film ini, orang2 mengalegorikan dia sebagai Yesus yang dikirim ke dunia orang berdosa untuk memberikan kecapan surga kepada orang berdosa. Tapi bagiku, film ini membuatku belajar tentang apa arti menjadi orang Kristen yang harus menjadi garam dan terang bagi dunia. Langkah-langkah yang dia lakukan bukan hal-hal yang klise, atau hebat, tapi hal sederhana yang sesuai dengan kemampuan dia.

Jumat, 15 April 2011
Hari ini menonton presentasi GV17 dari Ebi dan Annesha. Ebi menyanyikan dengan sangat baik, walaupun Annesha tampak sangat tegang dan tidak begitu siap, namun mereka berdua telah memberikan duet yang sangat menyenangkan. Di bawah ini adalah videonya.
http://www.youtube.com/watch?v=Vur54-9zo90&feature=player_embedded#at=293
Aku kemudian mengkaitkan GV17 dengan film Shawshank kemarin. GV17 seolah-olah menjadi sebuah ‘kecapan surga’ di tengah-tengah ‘penjara NTU’. Ketika masuk kembali ke kelas GV17, walaupun sebagai orang asing, aku benar-benar merasa bahwa beginilah proses belajar yang seharusnya, di mana orang-orang belajar bukan untuk mendapat nilai, dan guru mengajar juga bukan untuk dapat gaji, tapi semua orang belajar bersama dan berbahagia bersama. Mungkin aku terlalu bias karena ini pelajaran nyanyi, nggak ngerti juga gimana pelajaran Engineering bisa dibikin sebegini menyenangkan. Kuharap Ebi juga bener-bener menikmati waktunya di GV.
Malamnya ada workshop dan sedih karena cuman 2 orang freshie yang datang. Sungkan sekali sama Ci Mel ☹ Aku bingung apakah alasannya karena Master Class maka freshie2 dari GRII ga datang, atau gimana. Tapi gawat dong, masa freshie dari GRII semua?
Sepulang workshop, aku, Carlo, Agus, dan Kirchof ngobrol tentang kegiatan masing-masing. Hari itu aku pertama kali berbicara banyak hal dengan Carlo dan bisa melihat kedekatan dia dengan Tuhan seperti yang pernah dibilang Rendi. Dia benar-benar orang yang menjalankan komitmennya dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Dia pernah mengalami beberapa masalah di PINTU yang membuatnya sulit, tetapi keputusan-keputusan yang dia ambil membuatku salut.
Hari itu juga aku tertusuk-tusuk ketika Kirchoff cerita tentang Icil yang ga bisa bangun ketika kuis, kemudian bingung apakah harus mengambil MC dan bohong, atau dibiarkan saja. Ketika dia tanya professor pun, profnya berkata bahwa tidak ada peraturan bahwa MC di NTU harus MC yang jujur. Apaan guru semacam itu, ngajarin murid bohong. Mungkin paper-paper hasil research dia juga bohong. Akhirnya Icil mutusin buat nggak MC dan membuatku juga memutuskan untuk tidak MC Ampas Advanced Reaction Engineering yang menyebalkan. Makasih Icil ^^
Setelahnya, Kirchoff bercerita tentang gurunya yang bilang bahwa dunia akademis tidak memberikan dia kebahagiaan sama sekali. Kirchoff mulai memikirkan kembali apakah dia akan terus lanjut di dunia akademis/research, atau banting stir ke dunia engineering dan industri. Setelah itu, pembicaraan berlanjut dengan rencana untuk membuat KM Ngobrol yang ingin diisi dengan pembicaraan2 mengenai masalah-masalah praktis yang ditinjau dari sudut pandang Kristen, misalnya etika, moral, pendidikan, ekonomi, politik, pacaran, kebudayaan, dan lainnya. Mimpi yang besar dari awal semester, tapi gagal diwujudkan. Semoga tahun depan bisa diwujudkan dan anak-anak ISCF bisa lebih mikir dan terbantu dengan masalah2 yang ada di sekitar mereka.
Sabtu, 16 April 2011
Hari ini rencana latihan EngSoc, tapi sangat nggak produktif sekali. Nina tanya-tanya tentang kenapa harus beragama, kenapa aku pilih jadi orang Kristen sedangkan Edward Katolik, dan lain-lain. Aku ajak dia ke KKR, semoga mau.
Hari yang biasa sampai tiba2 Belinda menelponku dan menceritakan tentang sesuatu yang gawat di KK. Malamnya ada OSG, bahas tentang rumah cukup lama, sekitar 20 menitan, detail2 tentang rumah diberesin. Setelah itu ngomongin tentang Hagai dan tentang persekutuan ISCF dan PP yang terlalu dingin.
Kamis, 14 April 2011
Lab tentang Filtration, lab yang cukup sulit, banyak kegagalan yang membuat eksperimen harus diulang. Yah, cukup memakan waktu untuk lab terakhir di NTU. Sorenya ada kuis Advanced Reaction Engineering yang nggak dipelajari sama sekali karena rencananya MC examnya. Alhasil kuisnya jadi ngaco banget, ga bisa ngerjain.
Malamnya setelah kuis anak2 NTU GRIIS nonton bareng film Shawshank Redemption. Film ini sangat bagus, menceritakan tentang seorang bankir yang dihukum penjara karena dituduh membunuh istrinya dan selingkuhannya, padahal dia tidak membunuh sama sekali. Setelah itu dia dimasukkan ke penjara Shawshank, di mana seluruh penjara berisi orang-orang yang ditahan seumur hidup. Kehadirannya di penjara berhasil membuat orang-orang mengecap sebagian dari kebebasan, seperti tingkahnya menawarkan untuk mengurusi pajak seorang sipir penjara ditukar dengan bir bagi teman-teman penjaranya, atau memutar lagu Marriage of Figaro dengan mikrofon di penjara. Dalam diskusi film ini, orang2 mengalegorikan dia sebagai Yesus yang dikirim ke dunia orang berdosa untuk memberikan kecapan surga kepada orang berdosa. Tapi bagiku, film ini membuatku belajar tentang apa arti menjadi orang Kristen yang harus menjadi garam dan terang bagi dunia. Langkah-langkah yang dia lakukan bukan hal-hal yang klise, atau hebat, tapi hal sederhana yang sesuai dengan kemampuan dia.

Jumat, 15 April 2011
Hari ini menonton presentasi GV17 dari Ebi dan Annesha. Ebi menyanyikan dengan sangat baik, walaupun Annesha tampak sangat tegang dan tidak begitu siap, namun mereka berdua telah memberikan duet yang sangat menyenangkan. Di bawah ini adalah videonya.
http://www.youtube.com/watch?v=Vur54-9zo90&feature=player_embedded#at=293
Aku kemudian mengkaitkan GV17 dengan film Shawshank kemarin. GV17 seolah-olah menjadi sebuah ‘kecapan surga’ di tengah-tengah ‘penjara NTU’. Ketika masuk kembali ke kelas GV17, walaupun sebagai orang asing, aku benar-benar merasa bahwa beginilah proses belajar yang seharusnya, di mana orang-orang belajar bukan untuk mendapat nilai, dan guru mengajar juga bukan untuk dapat gaji, tapi semua orang belajar bersama dan berbahagia bersama. Mungkin aku terlalu bias karena ini pelajaran nyanyi, nggak ngerti juga gimana pelajaran Engineering bisa dibikin sebegini menyenangkan. Kuharap Ebi juga bener-bener menikmati waktunya di GV.
Malamnya ada workshop dan sedih karena cuman 2 orang freshie yang datang. Sungkan sekali sama Ci Mel ☹ Aku bingung apakah alasannya karena Master Class maka freshie2 dari GRII ga datang, atau gimana. Tapi gawat dong, masa freshie dari GRII semua?
Sepulang workshop, aku, Carlo, Agus, dan Kirchof ngobrol tentang kegiatan masing-masing. Hari itu aku pertama kali berbicara banyak hal dengan Carlo dan bisa melihat kedekatan dia dengan Tuhan seperti yang pernah dibilang Rendi. Dia benar-benar orang yang menjalankan komitmennya dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Dia pernah mengalami beberapa masalah di PINTU yang membuatnya sulit, tetapi keputusan-keputusan yang dia ambil membuatku salut.
Hari itu juga aku tertusuk-tusuk ketika Kirchoff cerita tentang Icil yang ga bisa bangun ketika kuis, kemudian bingung apakah harus mengambil MC dan bohong, atau dibiarkan saja. Ketika dia tanya professor pun, profnya berkata bahwa tidak ada peraturan bahwa MC di NTU harus MC yang jujur. Apaan guru semacam itu, ngajarin murid bohong. Mungkin paper-paper hasil research dia juga bohong. Akhirnya Icil mutusin buat nggak MC dan membuatku juga memutuskan untuk tidak MC Ampas Advanced Reaction Engineering yang menyebalkan. Makasih Icil ^^
Setelahnya, Kirchoff bercerita tentang gurunya yang bilang bahwa dunia akademis tidak memberikan dia kebahagiaan sama sekali. Kirchoff mulai memikirkan kembali apakah dia akan terus lanjut di dunia akademis/research, atau banting stir ke dunia engineering dan industri. Setelah itu, pembicaraan berlanjut dengan rencana untuk membuat KM Ngobrol yang ingin diisi dengan pembicaraan2 mengenai masalah-masalah praktis yang ditinjau dari sudut pandang Kristen, misalnya etika, moral, pendidikan, ekonomi, politik, pacaran, kebudayaan, dan lainnya. Mimpi yang besar dari awal semester, tapi gagal diwujudkan. Semoga tahun depan bisa diwujudkan dan anak-anak ISCF bisa lebih mikir dan terbantu dengan masalah2 yang ada di sekitar mereka.
Sabtu, 16 April 2011
Hari ini rencana latihan EngSoc, tapi sangat nggak produktif sekali. Nina tanya-tanya tentang kenapa harus beragama, kenapa aku pilih jadi orang Kristen sedangkan Edward Katolik, dan lain-lain. Aku ajak dia ke KKR, semoga mau.
Tuesday, April 19, 2011
Week 10 - 11
Rabu, 6 April 2011
Bersyukur ketika bangun, sakit tenggorokan sudah hilang. Tapi yang timbul adalah pilek dan batuk, huhuhu. Hari dimulai dengan SaTe bareng, di mana janjian jam 7.30, tapi semuanya pada ga bisa bangun. Akhirnya mulai jam 8 pagi. SaTe diambil dari Mazmur 6, yang menceritakan tentang penderitaan. Mazmur ini mellow sekali, banyak kesedihan Daud, bahkan ada kata2 air mata membanjiri ranjang. Bahan dari santapan harian membahas penderitaan dari Mazmur ini dari penyakit yang dialami seseorang. Merasa agak susah menyambungkan dengan kehidupan, karena sakit yang dialami tidak parah, palingan batuk pilek yang seperti dialami hari ini. Kemudian ku pikir, ada baiknya ceritakan pergumulan apa yang sedang dihadapi. Lagi-lagi aku salah komunikasiin maksudku, seharusnya aku bilang, “Ceritakan apa hal yang membuatmu paling kesusahan dan bergumul sekarang.” Itu lebih direct dan jawabannya jelas. Alih-alih, aku ngomong, “Mungkin kita bisa ceritain masalah-masalah kita, atau apa yang bikin kita bergumul sekarang ini, ga harus penderitaan.” Maksudnya memang sama, tapi orang akan nangkap beda. Aku pengen orang menceritakan kejadian, atau kegiatan yang bikin dia berbeban berat akhir-akhir ini, tapi akhirnya Daniel dan Ebi malah cerita tentang pemahaman mereka mengenai penderitaan. Ya sharing mereka juga bagus sih, tapi intinya aku belum bisa menyampaikan maksudku dengan direct. Aku share tentang masalah komunikasi yang kurang baik dengan Candy, sehingga buat hubungan menjadi renggang. Daniel cerita tentang pelayanannya di gereja, aku sudah cukup lupa detailnya apa, sepertinya harus lebih belajar mengingat perkataan orang. Ebi cerita tentang tulisan Stephen di facebook yang bilang tentang Stephen yang merasa dirinya sial atau menderita karena banyak masalah hari itu, seperti macet di jalan, ketika makan mau bayar ternyata kartu diskon uda tidak berlaku, hujan lebat jadi baju resmi yang mau dia pake tidak bisa dipakai. Kemudian ketika dia keluar lagi, dia melihat anak jalanan yang megang 1000 rupiah, sambil menangis dia memberikan beberapa ribu, dan anak jalanan itu penuh sukacita. Dia belajar bahwa anak itu yang jauh lebih menderita dari dia, tidak perlu memikirkan tentang baju bagus yang tidak kering karena hanya punya 1 celana yang jelek sekali, tidak perlu mikirin tentang kartu diskon yang tidak berlaku, karena mau makan saja sudah susah, tidak mikirin macet karena cuman bisa berjalan kaki. Intinya hari itu dia tersentak. Ebi share kepada Adit dan dia belajar bahwa ketika kita merasa harus mendapat hal yang baik dan harus tidak mendapat hal yang tidak baik, itu membuat kita sangat miserable, padahal kita hidup di dunia yang sudah jatuh dan selayaknya kita mendapat hal yang tidak baik. Wah jadi harus lebih sering bersyukur tentang hal-hal kecil yang baik, yang taken for granted. Vincent share tentang kemalasannya SaTe, dan dia bersyukur ada yang ngajakin SaTe bareng. Dia juga menyesal kenapa selama ada renungan pagi di sekolah selama 3 tahun, dia tidak bisa mengingat apa-apa dari renungan itu. Rendi bercerita tentang hal yang sama denganku, yaitu bermasalah dengan pacar. Rendi sedang IA dan mungkin kurang punya waktu untuk menghubungi pacar, tapi Jumat lalu dia main DOtA kelewatan, sampai bertengkar dengan hebat sampai sekarang dengan pacarnya. Dia sadar itu adalah kesalahan dia, tapi pridenya yang tinggi bikin dia ga mau ngaku bahwa dia salah. Dia mau berusaha untuk tidak punya pride yang tinggi. Setelah SaTe bareng, aku, Ebi, dan Vincent makan di Pallete. Vincent digodain Ebi terus tentang presiden ISCF. Mereka berdua mau jadi exco lagi ternyata. Ku bahagia ternyata mereka masi berniat jadi exco lagi. Semoga salah satu jadi presiden. Kemudian ku sempat tanya Vincent, apa yang membuat dia paling sibuk, dan katanya adalah URECA. Setelah itu hari berjalan seperti biasa saja. Sore itu hujan sangat lebat sekali, dan pulang aku langsung tidur, tidak ikut rally doa KKR dan tidak ada OSG. Sangat lelah dan cape karena sakit kali.
Kamis, 7 April 2011
Hari ini jadi SaTe bareng lagi, kembali ke Lukas yang membahas tentang transfigurasi Yesus di atas gunung yang disaksikan oleh Petrus, Yohanes, dan Yakobus (di Pallete, tampaknya mereka dapat pelanggan baru :)). Karena bahannya menarik, maka kami jadi Bible Study. Beberapa penemuan menarik adalah di perikop sebelumnya, Yesus bilang pertama kalinya tentang Dia harus menderita di salib. Lebih menarik lagi, di ayat terakhir sebelum masuk ke transfigurasi, Yesus bilang bahwa ada beberapa orang dari muridnya yang tidak akan mati sebelum melihat Yesus dalam kemuliaannya. Setelahnya, perikop transfigurasi. Aku yakin sekali susunan ini bener2 tidak terjadi secara kebetulan, pastinya ada Bijaksana yang ajaib yang menyusunnya.
Lab hari ini sangat bikin bĂȘte walaupun sangat menarik. Lab tentang process control, belajar tentang salah satu jenis feedback controller tuning, yaitu IMC controller tuning method. Hal yang menyebalkan sangat dari lab kali ini adalah kita disuruh harus mengatur keran dari aliran keluar air dari tank sedemikian sehingga jumlah air di dalam tangki harus sama setiap waktu. Itu sangat menyebalkan. Selain itu, di dalam lab juga mendiskusikan jadwal ganti OSG lewat email yang sangat memusingkan, sehingga tambah bĂȘte dan lab berakhir dengan membuat mood saya sangat hancur.
Malamnya, ada latihan buat PU, WL yang sebelumnya nggak bisa karena satu dan lain hal, maka digantikan oleh Daniel secara mendadak. Aku juga menggantikan Irving yang ga bisa juga, tapi ga bilang mendadak, sudah bilang dari 2 minggu lalunya. Nah, karena ada Krichof, Daniel, Vincent, dan aku, maka aku bakal tahu bahwa latihannya ga akan selesai secara cepat, pasti akan banyak obrolan tambahan. Dan benar sekali, kami ngobrol sampai jam 2! Kebanyakan random things, tapi ada juga hal2 yang lain yang agak penting, seperti tentang keadaan persekutuan di ISCF, kurangnya hati pelayanan dari anggota ISCF yang bener2 seenaknya meninggalkan pelayanan, atau cuman datang ketika pelayanan doang, exco tahun depan, kerenggangan hubungan exco tahun ini, dsb. Cukup banyak tapi aku uda agak lupa. Akhirnya diputuskan untuk mengadakan BBQ dan meeting exco besok bakal dipecah menjadi 2 grup untuk sharing supaya lebih terbuka satu dengan yang lainnya.
Jumat, 8 April 2011
SaTe hari ini dari Ratapan 3, tentang puncak hukuman dan kesedihan Yeremia yang dialaminya sebagai bayangan dari kesedihan bangsa Israel. Hari ini kelanjutan dari Ratapan pasal-pasal sebelumnya, yang menceritakan tentang perjalanan bangsa Israel yang melawan Tuhan sehingga dihukum oleh Tuhan. Karena ayat ini, aku jadi merenungkan apa yang mungkin membuatku dipukul oleh Tuhan karena dosaku. Aku merenung, dan berpikir bahwa selain ‘itu’, hal yang besar yang harus aku lawan dengan sangat adalah pride. Kesombongan yang merasa bahwa aku bisa melakukan segala sesuatu dengan baik. Kesombongan yang selalu bilang kepada diriku bahwa aku akan menjadi orang hebat. Kesombongan yang merendahkan hasil kerja orang lain. Kesombongan untuk menyapa orang lain yang ga kukenal (terutama di persekutuan) karena aku merasa nggak perlu tau, dsb. Jadi komitmen hari itu adalah untuk melawan kesombonganku.
Dan malam itu, bener-bener terjadi ujian bagiku. PU berlangsung dengan lancar dan sangat menyenangkan, anak year 3 yang jarang bertemu tiba2 datang ke PU, terutama Cella, Vivin, dan Parmo. Suasana persekutuan hari itu juga enak sekali. Bahan year 3 dari Ko Adit juga enak dan membumi walaupun ngomongin tentang worldview yang njlimet. All is OK.
Sehabis PU, ada meeting exco yang menimbulkan ujian bagi saya. Exco hari itu lengkap, kecuali Grace yang pulang duluan karena sudah dekat sekali dengan examnya. Hal yang menjadi ujian bagi aku timbul setelah sharing hari itu. Kekepoanku membuatku bertanya kepada Kirchoff, apa yang diobrolkan di grup mereka. Ntah kenapa, Kirchoff langsung bilang Ebi bilang bahwa dia kerja banyak, aku nggak banyak kerja apa2. Dan setelah itu, Icil langsung menanggapi dengan “Nggak apa lah Bert, namanya juga partner, bisa kayak gitu.” Ntah kenapa setelah itu jadi kesal sekali dan nggak enak, padahal emang faktanya Ebi kerja banyak dan aku nggak kerja. Aku membela diriku dengan bilang aku sudah kerja, bantu2, dan ketika mau membantu Ebi, Ebi nggak mau atau nggak perlu dibantu. Adit sudah menambah bahwa Ebi lebih banyak kerja karena emang sifat perfeksionisnya yang agak berlebihan, dan itu juga sudah Ebi akui, tapi ntah kenapa hari itu susah sekali menerima kritik itu. Aku benar-benar harus lebih banyak refleksi keburukanku yang satu ini, susah menerima kritik tanpa membela diri. Yah yang pasti hal ini memacu aku untuk bekerja lebih banyak sehingga ga dianggap gaji buta.
Sabtu, 9 April 2011
Pagi-pagi (bahkan sebelum sadar bahwa saya sudah bangun) kembali bertemu dengan lain2 untuk mengemas exam visitation package, kemudian aku tergoda untuk main catan bersama Vincent, Rendi, Claudio, dan CW. Godaan yang sangat besar, dan akhirnya aku memutuskan untuk main 1 game, dan tidak ada tambahan. Hahaha. Game yang dimainin adalah Catan Fisherman’s Expansion, yang pertama kali kumainkan dan akhirnya kalah telak karena nggak ngerti main pake ikan ☹. Ya sudahlah, akhirnya makan bareng. Ketika makan, secara nggak sengaja aku memberikan kontribusi besar untuk bocornya rahasia Vincent ke Rendi. Hal ini membuatku sekali lagi merasa menyesal, udah masih nggak enak banget gara2 kemarin, lagi-lagi aku membuat Vincent kesal karena kebodohanku yang super bego. Aku bener-bener nggak bisa dipercaya bagi teman-teman, mana bisa aku dipercayakan rahasia orang lain. Ga heran aku juga ga bisa punya banyak teman yang bisa percaya sama aku ☹. Sedih sekali.
Akhirnya aku berhasil meneguhkan diri untuk bener2 main satu game saja, terus pulang untuk (niat hati) belajar (tapi ga dilakukan karena guling2 sana sini, gelisah, dan males sama pelajarannya). Fiuh. Hari itu juga tidak saat teduh ☹.
Malamnya ada KTB, pengennya evaluasi, tapi malah bercerita-cerita dengan seru, terutama tentang kerjaannya Ko Adit dan pelajaranku dan Yosua. Ternyata kerjaan Ko Adit di konstruksi sangat menarik bagiku, beberapa bagian-bagian kecil tapi penting dari bangunan di Singapur aku pelajari hari itu. Aku baru tahu bahwa ada beberapa tangki air di setiap atap gedung di Singapur untuk keperluan air bersih dan kebakaran. Aku juga baru tahu bahwa bangunan di Singapur dipajak per luas lantai dan jumlah carpark yang ada cuman boleh 1/1.1 kali jumlah unit HDB. Juga baru tahu bahwa bangunan perlu ditentukan tingginya supaya terlihat indah. Makin pengen saja menjadi civil engineer, tapi tampaknya sudah di’takdir’kan ke teknik kimia. Selesai KTB ngobrol dengan Yosua tentang anjing dan jadi makin pengen punya anjing. Ada anjing temennya yang bisa boncengan motor, super jago!! Obrolan ini membuat hatiku sangat terhibur hari itu dan bisa melupakan masalah-masalah dalam 2 hari ini.
Minggu, 10 April 2011
Hari itu ada OJT EE ke Mt. Hebron Bible Presbyterian Church. Hatiku nggak gitu siap untuk OJT dan juga belum nyiapin bahan. Di sana ada 5 TKW yang datang hari itu, dan kami ber-8, cowok semua (gubrak). Jadi dibagi pasangan, aku sama Ricky bakal ngobrol sama Mbak Merry, Daniel sama CW dan Albert dipasangin sama Desy dan Mariana, Elbert sama Theo dan Ardi dipasangin sama Umi dan Mbak Karwi. Aku sangat susah masuk ke Injil, jadi ketika sedang ngobrolin tentang jalan jelek, supir mengantuk, Ricky mengambil kesempatan untuk menanyakan PD1 dan PD2. Ternyata jawaban Mbak Merry sudah sangat betul. Aku mencoba untuk menceritakan tentang anugrah dan manusia, dan ternyata dari tanggapan Mbak Merry, semuanya sudah baik dan pengertiannya tentang keselamatan sebagai anugrah dan dosa manusia sudah sangat tepat. Aku jadi bingung mau ngomong apa, dan akhirnya balik ke percakapan biasa. Dua grup lainnya jauh lebih menarik. Grup Daniel berhadapan dengan orang Kristen yang sangat setia, bahkan Desy pernah bilang kepada majikannya bahwa jikalau dia tidak diijinkan untuk saat teduh, dia lebih baik disuruh pulang ke Indonesia saja. Padahal mungkin dia masih belum mendapat uang sama sekali karena habis setelah training dan lain sebagainya. Iman yang sangat mengagumkan.. Grup Elbert berhadapan dengan orang-orang Muslim tetapi yang sangat dekat dengan Kristen, bahkan Umi yang sangat antusias berkata bahwa Alkitab sangat bagus dan dia sudah membaca Alkitab sampai Mazmur, padahal baru ½ tahun membaca. Dan hebatnya, dia bilang dia selesai kerja jam 8, dari jam 8 sampai jam 12 dia membaca Alkitab!! Ya ampun, saya baca 15 saja sudah mengantuk dan kesepian dan cape, dan masi berani bilang diriku orang Kristen. Fiuh. O me yee little faith. Bersyukur melihat orang-orang yang kurang beruntung atau kurang terpelajar juga bisa kenal Tuhan dan bahkan lebih berani mengatakan iman mereka.
Sisa hari itu dihabiskan dengan males-malesan, ke gereja, belajar Biologi. Kontras sekali dengan pengalaman EE. Hal baik di awal hari bisa bertolak belakang sekali di saat-saat setelahnya.
Senin, 11 April 2011
Pelatihan Mission Trip terakhir di bulan April karena Dea akan segera ujian. Aku nggak sempat nyiapin buat pelatihan kali ini, selain bahannya panjang, juga males. Setidaknya aku sudah ambil tes kepribadian DISC dan MBTI. Aku orang yang sangat S – C dan kecil sekali D. Tidak cocok menjadi presiden ISCF :P. Temen-temen mission trip yang lain juga banyak yang S dan C, kecuali Dea dan Ci Fonny yang dominan di I, tapi nggak ada seorangpun yang D! Cukup mengkhawatirkan karena takutnya nggak ada yang berinisiatif dalam mission trip ntar.
Setelah itu belajar Bio dengan penuh kecemasan, disamperin Anne, Rendi, dan Devina. Uda lama tidak bertemu Rendi, terakhir sejak projek Chinese 2. Pengen ngobrol2 lagi sama dia, enak diajak bicara. Kuis Bio hari itu ternyata sangat mudah dan bahan yang keluar adalah yang kupelajari. Menjadi sangat senang dan semangat!
Selasa, 12 April 2011
Hari ini kuis Process Control, aku bisa ngerjain dengan baik. KK malamnya memulai pembahasan tentang Essential Truths of Christian Faith tentang wahyu umum. Ada diskusi tentang bagaimana mengenal alam melalui Kristus, dan jawabannya bisa ditemukan di Kolose 1. Malamnya ikutan belajar gitar bersama Yuku dan Peter. Bersama Yuku bermain Wedding Bell lagi, sepertinya sudah lama tidak main. Peter bilang akan ikut kelas gitar Ko Yakub. Yey!
Wednesday, April 6, 2011
Awal Bulan April
Sekian lama tidak menulis blog, kuputuskan buat menulis lagi karena setelah membaca blogku yang lalu2, merasa bahwa nulis blog sangat berguna dan jadi ingat kehidupan masa lalu. Kurasa itu bisa membuat lebih banyak bersyukur kepada Tuhan dan refleksi pribadi.
Jumat, 1 April 2011
April Mop! Tengah malam dibohongi Yuku dengan tipuan yang sangat ga guna dan ga mutu. Kira2 dia membohongiku tentang kenapa seseorang ga balas sms, dan aku sangat percaya, tapi ternyata itu bohong. ☹
Hari itu berniat puasa, dan gagal! Pagi2 bangun, gagal bangun juga karena tidur sangat telat. Akhirnya bangun, SaTe dari Ratapan 1, kemudian membaca introduksi tentang kitab Ratapan. Kitab ini puisi yang bagus sekali karena Ratapan 1,2,4 terdiri dari 22 ayat yang masing2 dimulai dengan urutan abjad Ibrani (abjad Ibrani ada 22). Tapi tentu saja dalam bahasa Indonesia, keindahan itu hilang. Inti yang kudapat hari itu adalah jangan menyimpang dari jalan Tuhan sebelum dipukul oleh Tuhan. Tuhan sudah berjanji akan memberkati Israel secara besar-besaran kalau mereka taat, tapi membuang dan menyerahkan mereka ke bangsa yang lain untuk dijajah kalau mereka nggak taat. Dan karena Tuhan setia, dia harus menghukum Israel karena mereka yang tidak taat kepada Tuhan.
Setelah itu rencana ada meeting ProfCom, tapi dibatalin dengan alasan yang kurang jelas. Jadilah di kamar terus sampai sore. Bingung ngapain, akhirnya kerjain tutorial benter, setelah itu main game. Habis itu berupaya bobo, dan ntah kenapa ada suatu kegalauan yang ga enak di hati, dan aku juga ga tau itu apa sampai sekarang.
Jam 6 tiba, ada PM. Di PM David menusuk semua orang dan terutama exco dengan kalimat, “Kita kumpul di ISCF dengan tujuan-tujuan berbeda. Mungkin ada yang datang karena jadi exco, makanya harus datang.” Ada 3 sharing hari itu, dari Annesha yang merasa SaTe bareng lalu menolong dia bisa share kepada orang lain tentang kecapekannya dan kasih semangat baru buat dia. Carlo share tentang seorang pendeta di BB yang aku lupa kenapa. Irving cerita tentang ketidaktenangan dia selama semester 1 yang diakibatkan melalaikan tanggung jawab di EARC. Sharing Irving paling berkesan karena orang tidak akan tenang kalau memang tugas yang udah Tuhan suruh kerjakan tidak dilakukan sama dia. Di akhir PM ada iklan untuk jadi Back to School representative dan iklan konser choir.
Setelah PM, ada ujian EE yang bersamaan dengan latihan Ebi dan Nesha di TR yang lain. Ku bolak-balik dari ujian ke dengerin latihan karena pengen sekali dengerin mereka berdua latihan tapi ga enak ninggalin ujian EE, walaupun aku tahu mereka (Theo dan Albert) ga akan nyontek. Setelah itu makan McD, Chicken McGrill enak sekali, sambil ujian lisan EE. Aku menguji Albert, Kirchof menguji Theo. Ujian berjalan lancar2 saja kecuali ada beberapa bagian yang kelupaan dari Albert. Malamnya Ebi nginap di kamarku dan ngobrolin hal-hal random seperti biasa sambil mendengarkan simply French. Setidaknya hari itu ku tidak berkesempatan menceritakan sedikit dari kegalauanku tadinya ke Ebi, dan ga enak bobo sampai baru bisa tidur lagi jam 3 lagi.
Sabtu, 2 April 2011
Bangun pagi yang merasa kurang tidur, ada CF day di pagi hari itu. CF day sangat menyenangkan karena bertemu orang2 CF yang lain dan bisa ngobrol2. Melihat Carol yang super berisik dan talkative, cocok sekali buat jadi exco Fellowship ☺ karena orang2 baru nggak akan merasa tersisihkan dengan adanya dia. Setelah itu perkenalan grup dan main 3 game yang sangat cape, lempar2an bola, mencari foto, dan captain’s ball. Baru melihat kejagoan Ricky dalam bermain voli dan ternyata Ebi takut bola. Agak menyesel karena anak2 ISCF mengumpul sesama ISCF dan tidak begitu membaur sama yang lain, kecuali Adit yang sangat aktif bermain. Setelah itu makan bareng dan sharing bareng, untungnya keeksklusifan ISCF bisa hilang. Ku bertemu Yi Lun, temen GV17, dan cerita2 lagi soal GV17. Indahnya saat2 itu ☺. Selain itu juga tau masalah2 di CF yang lain dan ternyata Caleb akan mencalonkan diri jadi presiden tahun depan. Sudah diduga sih. Aku akan mendukung Caleb sepenuhnya ☺.
Setelah itu pulang, mandi dan segera ke TR46 untuk ICE meeting. Telat 15 menit, dan aku merasa sangat ga bertanggung jawab sekali karena telat segitu sedangkan exco CF yang lain datang tepat waktu walaupun mereka sama2 ikut CF day, bahkan mereka pulang lebih telat dari aku. Merasa parah sekali dan tidak bertanggung jawab ☹ Sedihnya lagi exco2 ISCF yang lain malah telat lebih parah. Gawat, tak heran orang Indo dicap jam karet oleh orang luar negeri ☹.
ICE Meeting berjalan cukup cepat karena seluruh CF setuju dengan keputusan yang sama, yaitu menempatkan ISCF dan CCF menjadi subcom ECF di bawah International Student Ministry alih-alih mengangkat ISCF dan CCF menjadi setara dengan ECF karena tidak akan menyelesaikan masalah integrasi dan nasionalitas. Yang bikin rumit ketika diskusi masalah2 yang mungkin terjadi dengan keputusan tersebut, yaitu penggantian nama ISCF dan CCF, dan event2 seperti camp yang memang terpisah satu dengan yang lain.
Setelahnya, Rendi, Vincent, Ricky melanjutkan “ICE “meeting dengan Indonesian Catan Entertainment atau apapun, intinya main catan. Aku, Daniel dan Kircof pulang. Aku pulang, tidur sebentar, sebelum nonton konser gitar guru Ko Adit dan teman Ko Yakub, yaitu Manuel Cabrera Il di Esplanade.

Sudah lama sekali ga bertemu dengan Ko Adit dan Enca, dan merasa agak canggung, ga banyak omongan dan topik yang diomongin. Konsernya sendiri lumayan bagus walaupun banyak lagu-lagu yang susah dimengerti, tapi setidaknya ada lagu Sunshine dari Andrew York yang sangat bagus! Pulang konser bertemu Handi yang nonton film sendiri di Raffles Place (sangat niat!) dan ngobrol2 tentang IA dan juga ISCF, kenapa dia ga datang, dsb. Pulang segera tepar karena super lelah gara-gara CF day. Kulitku gosong!!
Minggu, 3 April 2011
Bangun, ke gereja pagi bersama Ebi. Merasa tidur cukup, tapi ntah kenapa kotbah di gereja nggak gitu kudengarkan dengan jelas. Bagian yang kutangkap dari kotbah dari Wahyu 3 itu adalah jemaat Filadelfia adalah jemaat yang tidak mendapat kritik sedikitpun dari Kristus (uda pernah denger juga) dan mereka yang minoritas begitu giat mengabarkan Injil. Kemudian Pak Hendra bercerita tentang seorang Belanda yang mengabarkan Injl ke Pulau Sangir (yang kukira berada di Bali tapi ternyata Sulawesi Utara; sepertinya geografiku makin parah), yang harus menderita karena kehilangan istrinya ketika harus berobat ke Makassar dan meninggal di perjalanan pulang. Kurasa dalam diriku nggak ada cinta sekuat itu kepada Tuhan sampai rela ke tempat terpencil yang jauh dari siapapun, penuh bahaya, dengan tujuan memberitakan Injil, sampai2 istri matipun masih setia melakukannya. Dan yang paling mengagetkanku adalah Pak Hendra ngomong gini, “Kalau hidupmu tenang2 saja, tidak ada penderitaan, maka kemungkinan besar kamu nggak memberitakan Injil.” Ku merenung sejenak dan kaget, betul juga. Kapan terakhir kali aku memberitakan Injil? Mungkin kepada Cipo, itu sudah kira2 Oktober lalu. Lalu apa yang kulakukan 6 bulan ini? Kacau sekali. Dulu waktu masi banyak berurusan dengan Cipo, kerasa sekali kesulitannya, dipikirin gimana caranya biar dia bisa yakin dengan kekristenan. Tapi sekarang tampaknya nggak gitu.
Setelah gereja latihan gitar seperti biasa, Ebi mengagetkanku dengan rencana OJT minggu depan yang mendadak sekali. Maka minggu ini sepertinya akan sangat banyak kegiatan. Ko Yakub juga mengagetkan dengan bilang bahwa akan tampil gitar bulan Mei. Fiuh kenapa semuanya numpuk?
Ku pulang dengan tenang dan ga mikirin apa2 selain lab report. Akhirnya lab report bisa dikerjain sedikit, dan setelah itu tidur. Bangun tidur nyiapin KTB dan bahan mission trip buat meeting besok. Malam itu KTB, membahas bahan tentang ketaatan. Lagi2 bahan KTB cocok dengan kotbah, yaitu taat memberitakan Injil. Ku selalu bingung kenapa bahasan KTB selalu cocok dengan bahasan di kotbah, apakah kecocokan ini rancangan Tuhan dengan caranya yang ajaib dan misterius, atau kebetulan ini karena aku sudah mendapat hal itu di KTB, maka ketika di gereja diomongin banyak hal, termasuk salah satunya hal ini, maka aku merasa cocok. Intinya Tuhan selalu bekerja dengan caranya yang ajaib. Malam itu juga Yosua bercerita dengan lengkap tentang pergumulannya untuk menjadi orang Kristen. Dia belum punya keyakinan dan belum menemukan bahwa kebenaran yang ada di Kristen adalah 100% benar. “Banyak pandangan lain yang mengklaim bahwa mereka juga punya kebenaran, dan Kristen salah satunya. Terus kenapa aku harus percaya Kristen sebagai satu2nya kebenaran? Kalau aku sudah menemukan kebenaran yang pasti, maka aku akan percaya, tak peduli sekelilingku. Aku juga ga bisa percaya kebenaran karena orang lain.” Kira2 gitu pendapat Yosua. Cukup pusing memikirkannya, mungkin ini jawaban kotbah tadi pagi, bahwa aku harus bisa menginjili Yosua juga dan mempertanggungjawabkan iman Kristenku kepada dia. Dan aku bersyukur sekali ketika dia bilang bahwa, “Aku mau coba percaya ayat di Alkitab yang bilang bahwa orang yang mencari kebenaran akan mendapatkan. Setidaknya kalau ayat itu sungguh-sungguh benar, maka aku harus mencari.” Semoga benar dia mencari..
Senin, 4 April 2011
Pagi2 ke OMF buat pelatihan mission trip, aku dan Albert berangkat bersama karena David telat, merasa bersalah juga karena ga telepon dari pagi2nya untuk bangunin David. Akhirnya pelatihan mulai telat 15 menit. Yookching yang membawakan pelatihan itu. Untungnya dia sepertinya sudah biasa membawakan hal ini jadinya walaupun kami sangat kaku, dia bisa terus ngomong hal-hal yang penting dalam waktu singkat. OMF emang sangat professional. Bahan dan pertanyaan hari itu sangat sulit, karena mungkin dalam bahasa Inggris, dan banyak hal-hal yang benar2 merenungkan kembali perjalanan bersama Tuhan. Banyak pertanyaan yang menuntut refleksi diri yang dalam. Inti dari pembahasan hari itu adalah orang Kristen mengikut Tuhan harus bersandarkan penuh kepada Tuhan, tetapi juga harus bekerja keras untuk melayani Tuhan, dan semuanya harus seimbang. Yookching memberi contoh tentang Maria dan Marta, dimana Maria duduk tenang di kaki Yesus, mendengarkan Tuhan dan bersandar kepada Tuhan, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Keduanya perlu dilakukan secara seimbang. Kemudian Yookching juga menyuruh membuat jurnal kerohanian harian, yang merenungkan berbagai pertanyaan. Pas sekali aku lagi niat nulis di blog. Pertanyaan yang bikin aku berkesan adalah “Apa yang Tuhan mau kamu pelajari hari ini dan perbaikan apa yang bisa kamu lakukan buat besok?” Hal itu sangat menusuk karena seringnya aku mengingat sebuah pelajaran untuk satu hari saja, tapi besoknya sudah lupa dan tidak dilakukan lagi. Aku jadi akan berangkat ke Thailand tanggal 7-18 Juni 2011.
Setelah pelatihan, David tampaknya mengalami hari yang tidak akan dilupakannya. Bangun telat, buku tertinggal, harus naik taxi, kemudian baru sadar HPnya ketinggalan di taxi. Bersyukur sekali uncle supir taxinya sangat baik, mau nganterin HP itu ke kantor polisi terdekat. Ntahlah apakah sudah balik HPnya.
Siangnya ada tutorial tercepat seumur hidup, cuman 35 menit. Terus masuk kelas, selese kelas ada meeting HW. Sangat ga jelas, ga ada tujuan seperti biasa. Aku cukup sebel karena ga bisa mengkomunikasikan apa yang mau dikerjakan dan harusnya dikerjakan dalam bahasa Inggris. Seandainya aku lebih banyak research dulu sebelumnya, maka aku mungkin bisa mengutarakan pendapatku tentang tugas kami.
Setelah meeting, dimulailah hal yang seru. Aku, Daniel, Rendi, dan Kirchof berencana ngobrol tentang pelayanan tahun depan di ISCF. Kami bertemu di kantin 1, tapi karena bau, kami keluar dan ngobrol di Nanyang Lake. Ntah itu kebetulan atau apa, beberapa saat kami ngobrol, Grace datang, dan akhirnya jadi ngobrol berlima. Haha banyak keajaiban sekali. Topik utamanya tentang refleksi pelayanan ISCF 1 tahun ke belakang. Kami berlima setuju bahwa suasana persekutuan di ISCF menjadi lebih tidak hangat dibanding tahun lalu meskipun tujuan tahunannya adalah persekutuan. Beberapa alasannya adalah banyaknya exco/anggota yang mengambil tanggung jawab di luar, sehingga teman2nya juga banyak di luar; kurangnya tanggung jawab subcom dalam pelayanan; kurang banyak kerjaan di tahun ini; kurang adanya waktu di mana orang2 ISCF dan terutama exco bisa bersama2 sharing hidup dan membagi masalah mereka, sehingga kurang akrab dan kurang bisa menjadi teman. Grace banyak ngomong hari itu, dan dia orang yang cukup terbuka tentang apa yang dia pikirkan tentang ISCF.
Setelah itu kami berpisah, aku, Grace, dan Kirchof pulang lewat satu arah, terus ketika mau berpisah, tanpa sadar ada mobil lewat yang bikin kami harus berada di satu sisi lagi jika ga mau ketabrak, dan akhirnya ngobrollah lagi.. Doeng. Seandainya mobil itu nggak lewat, maka kami nggak akan ngobrol lagi, dan ga bisa lebih kenal Grace dan Kirchof. Tuhan bener-bener memimpin lewat hal-hal kecil gitu, mobil lewat lah, aneh dan ga masuk akal kalau dipikir2. Obrolan dibuka dengan pertanyaan Kirchof, “Apa yang membuat kalian bahagia?” Setelah itu banyak diskusi filsafat dan lecture dari Kirchof tentang filsafat yang membuka pikiran. Grace mendengarkan dengan sangat antusias dan teliti, dan juga banyak menanggapi perkataan dari Kirchof. Salah satu yang sangat berkesan adalah aku semakin menghargai filsafat eksistensialisme dari Kirkegaard yang menurutku sangat relevan dengan kehidupan orang Kristen. Kira-kira Kirkegaard mengatakan bahwa sesuatu konsep atau kebenaran akan bisa dimengerti apabila manusia sudah benar-benar mengalaminya sendiri. Cara orang mengerti dan mengalami hal itu bisa berbeda-beda, tapi kebenaran itu sendiri adalah sama. Contohnya keadilan; setiap orang punya pendapat dan definisi masing2 tentang keadilan. Tapi mereka cuman bisa berpendapat. Ketika mereka sudah mengalami hal-hal yang tidak adil, barulah mereka bisa mengerti apa itu keadilan. Waktu-waktu begini yang disebut eksistansial moment. Ngomongin hal ini, aku jadi sadar bahwa exco ISCF tahun ini sangat jarang mengalami exco2 yang lainnya. Sangat jarang ada existential moment antara 1 exco dan exco lainnya, ketika seorang bisa mengalami seorang yang lain. Yang ada cuman menjadi sekedar teman hi bye dan hahaha hihihi doang. Dan existential moment itu adalah jawaban dari pertanyaan Yosua yang rumit, yaitu kebenaran nggak akan bisa dimengerti tanpa dialami, dan karena itu aku berkesimpulan bahwa kebenaran di Alkitab tidak bisa dimengerti 100% oleh manusia, karena memang nggak mungkin kita bisa mengalami seluruh Alkitab. Grace juga banyak ngomong tentang kebahagiaan, dia bahagia bisa menolong orang dan orang lain itu mengakui bahwa dia tertolong, seperti ada 1 teman SDnya yang bahagia banget ketika dia tolongin. Selain itu, Grace juga punya passion yang tinggi untuk mengajar, dia berniat untuk membangun pendidikan di Indonesia walaupun sistemnya sudah tidak baik. Hari itu kurasa aku mengalami existential moment dengan Grace, karena lebih mengerti dan mengalami dia.
Selasa, 5 April 2011
Ku bangun dengan rasa sakit tenggorokan yang sangat tidak enak dan pusing kepala, tampaknya masuk angin karena kebanyakan di luar kemarin. Jadi skip kelas pagi2, alih-alih aku selesaikan lab report. Setelah itu makan siang dengan Ebi di kantin 2, ketemu Wawan juga. Auntie chomp-chomp baik sekali, aku beli chomp-chomp (pudding susu), pakai topping santan. Aku duduk di dekat stall itu. Setelah santanku habis, auntie itu memanggilku (aku ga sadar) dan bilang, sepertinya santannya ga cukup, sini kutambahin. Setelah itu dia nambahin banyaaaak banget, terus ketika aku mulai makan lagi, dia tanya lagi (semengertiku, karena dia pake Mandarin), kemanisan nggak? Aku jawab manisnya pas. Baik sekali auntie itu, jarang banget ada penjual makanan yang baik seperti itu. Hari itu aku bilang Wawan jangan serem2 di AGM, dan Wawan bilang dia selalu diam di AGM.
Kelas Filtration hari itu semakin bosenin aja, kemudian Process Control bahas tentang Controller Tuning. Pertamanya kupikir tune PID Controller cukup mudah, tinggal pilih aja sesuai kebutuhan, perlu fast response atau nggak, boleh offset atau overshoot atau nggak, terus ditentukan. Ternyata ada buku setebal 500an halaman yang ngomongin tentang tuning ini dan ada 100an paper per tahun yang dipublish mengenai tuning. Kaget dan semakin seneng dengan process control.
Selesai kelas pergi KK, Belinda hari itu terlihat senang karena hari Kamis sudah selesai kerja. KK kemarin cukup biasa karena Ko Juan bahas bahan sangat cepat dan banyak sekali dan sangat sedikit diskusi yang ada. Ko Rudi yang sudah lama ga datang juga datang, dan membawa kabar bahwa dia akan mundur dari kerja tidak lama lagi, kalau tidak salah akhir bulan ini. Selamat buat yang mundur kerja karena stress! Malamnya Agus dan Kirchoff datang ke kamar, Kirchof chat dengan There memakai Gtalkku, dan banyak percakapan lucu, seperti misalnya Kirchof bilang mau ngomong “hal pribadi” kepada There, padahal mau ngomongin tentang AGM. Cewek kalau dibilang gitu kan sangat sensitif, pasti akan mikir aneh2. Tapi tampaknya Kirchof sudah cukup biasa gituin cewek dan There juga sudah biasa dengan gaya Kirchof.
Jumat, 1 April 2011
April Mop! Tengah malam dibohongi Yuku dengan tipuan yang sangat ga guna dan ga mutu. Kira2 dia membohongiku tentang kenapa seseorang ga balas sms, dan aku sangat percaya, tapi ternyata itu bohong. ☹
Hari itu berniat puasa, dan gagal! Pagi2 bangun, gagal bangun juga karena tidur sangat telat. Akhirnya bangun, SaTe dari Ratapan 1, kemudian membaca introduksi tentang kitab Ratapan. Kitab ini puisi yang bagus sekali karena Ratapan 1,2,4 terdiri dari 22 ayat yang masing2 dimulai dengan urutan abjad Ibrani (abjad Ibrani ada 22). Tapi tentu saja dalam bahasa Indonesia, keindahan itu hilang. Inti yang kudapat hari itu adalah jangan menyimpang dari jalan Tuhan sebelum dipukul oleh Tuhan. Tuhan sudah berjanji akan memberkati Israel secara besar-besaran kalau mereka taat, tapi membuang dan menyerahkan mereka ke bangsa yang lain untuk dijajah kalau mereka nggak taat. Dan karena Tuhan setia, dia harus menghukum Israel karena mereka yang tidak taat kepada Tuhan.
Setelah itu rencana ada meeting ProfCom, tapi dibatalin dengan alasan yang kurang jelas. Jadilah di kamar terus sampai sore. Bingung ngapain, akhirnya kerjain tutorial benter, setelah itu main game. Habis itu berupaya bobo, dan ntah kenapa ada suatu kegalauan yang ga enak di hati, dan aku juga ga tau itu apa sampai sekarang.
Jam 6 tiba, ada PM. Di PM David menusuk semua orang dan terutama exco dengan kalimat, “Kita kumpul di ISCF dengan tujuan-tujuan berbeda. Mungkin ada yang datang karena jadi exco, makanya harus datang.” Ada 3 sharing hari itu, dari Annesha yang merasa SaTe bareng lalu menolong dia bisa share kepada orang lain tentang kecapekannya dan kasih semangat baru buat dia. Carlo share tentang seorang pendeta di BB yang aku lupa kenapa. Irving cerita tentang ketidaktenangan dia selama semester 1 yang diakibatkan melalaikan tanggung jawab di EARC. Sharing Irving paling berkesan karena orang tidak akan tenang kalau memang tugas yang udah Tuhan suruh kerjakan tidak dilakukan sama dia. Di akhir PM ada iklan untuk jadi Back to School representative dan iklan konser choir.
Setelah PM, ada ujian EE yang bersamaan dengan latihan Ebi dan Nesha di TR yang lain. Ku bolak-balik dari ujian ke dengerin latihan karena pengen sekali dengerin mereka berdua latihan tapi ga enak ninggalin ujian EE, walaupun aku tahu mereka (Theo dan Albert) ga akan nyontek. Setelah itu makan McD, Chicken McGrill enak sekali, sambil ujian lisan EE. Aku menguji Albert, Kirchof menguji Theo. Ujian berjalan lancar2 saja kecuali ada beberapa bagian yang kelupaan dari Albert. Malamnya Ebi nginap di kamarku dan ngobrolin hal-hal random seperti biasa sambil mendengarkan simply French. Setidaknya hari itu ku tidak berkesempatan menceritakan sedikit dari kegalauanku tadinya ke Ebi, dan ga enak bobo sampai baru bisa tidur lagi jam 3 lagi.
Sabtu, 2 April 2011
Bangun pagi yang merasa kurang tidur, ada CF day di pagi hari itu. CF day sangat menyenangkan karena bertemu orang2 CF yang lain dan bisa ngobrol2. Melihat Carol yang super berisik dan talkative, cocok sekali buat jadi exco Fellowship ☺ karena orang2 baru nggak akan merasa tersisihkan dengan adanya dia. Setelah itu perkenalan grup dan main 3 game yang sangat cape, lempar2an bola, mencari foto, dan captain’s ball. Baru melihat kejagoan Ricky dalam bermain voli dan ternyata Ebi takut bola. Agak menyesel karena anak2 ISCF mengumpul sesama ISCF dan tidak begitu membaur sama yang lain, kecuali Adit yang sangat aktif bermain. Setelah itu makan bareng dan sharing bareng, untungnya keeksklusifan ISCF bisa hilang. Ku bertemu Yi Lun, temen GV17, dan cerita2 lagi soal GV17. Indahnya saat2 itu ☺. Selain itu juga tau masalah2 di CF yang lain dan ternyata Caleb akan mencalonkan diri jadi presiden tahun depan. Sudah diduga sih. Aku akan mendukung Caleb sepenuhnya ☺.
Setelah itu pulang, mandi dan segera ke TR46 untuk ICE meeting. Telat 15 menit, dan aku merasa sangat ga bertanggung jawab sekali karena telat segitu sedangkan exco CF yang lain datang tepat waktu walaupun mereka sama2 ikut CF day, bahkan mereka pulang lebih telat dari aku. Merasa parah sekali dan tidak bertanggung jawab ☹ Sedihnya lagi exco2 ISCF yang lain malah telat lebih parah. Gawat, tak heran orang Indo dicap jam karet oleh orang luar negeri ☹.
ICE Meeting berjalan cukup cepat karena seluruh CF setuju dengan keputusan yang sama, yaitu menempatkan ISCF dan CCF menjadi subcom ECF di bawah International Student Ministry alih-alih mengangkat ISCF dan CCF menjadi setara dengan ECF karena tidak akan menyelesaikan masalah integrasi dan nasionalitas. Yang bikin rumit ketika diskusi masalah2 yang mungkin terjadi dengan keputusan tersebut, yaitu penggantian nama ISCF dan CCF, dan event2 seperti camp yang memang terpisah satu dengan yang lain.
Setelahnya, Rendi, Vincent, Ricky melanjutkan “ICE “meeting dengan Indonesian Catan Entertainment atau apapun, intinya main catan. Aku, Daniel dan Kircof pulang. Aku pulang, tidur sebentar, sebelum nonton konser gitar guru Ko Adit dan teman Ko Yakub, yaitu Manuel Cabrera Il di Esplanade.

Sudah lama sekali ga bertemu dengan Ko Adit dan Enca, dan merasa agak canggung, ga banyak omongan dan topik yang diomongin. Konsernya sendiri lumayan bagus walaupun banyak lagu-lagu yang susah dimengerti, tapi setidaknya ada lagu Sunshine dari Andrew York yang sangat bagus! Pulang konser bertemu Handi yang nonton film sendiri di Raffles Place (sangat niat!) dan ngobrol2 tentang IA dan juga ISCF, kenapa dia ga datang, dsb. Pulang segera tepar karena super lelah gara-gara CF day. Kulitku gosong!!
Minggu, 3 April 2011
Bangun, ke gereja pagi bersama Ebi. Merasa tidur cukup, tapi ntah kenapa kotbah di gereja nggak gitu kudengarkan dengan jelas. Bagian yang kutangkap dari kotbah dari Wahyu 3 itu adalah jemaat Filadelfia adalah jemaat yang tidak mendapat kritik sedikitpun dari Kristus (uda pernah denger juga) dan mereka yang minoritas begitu giat mengabarkan Injil. Kemudian Pak Hendra bercerita tentang seorang Belanda yang mengabarkan Injl ke Pulau Sangir (yang kukira berada di Bali tapi ternyata Sulawesi Utara; sepertinya geografiku makin parah), yang harus menderita karena kehilangan istrinya ketika harus berobat ke Makassar dan meninggal di perjalanan pulang. Kurasa dalam diriku nggak ada cinta sekuat itu kepada Tuhan sampai rela ke tempat terpencil yang jauh dari siapapun, penuh bahaya, dengan tujuan memberitakan Injil, sampai2 istri matipun masih setia melakukannya. Dan yang paling mengagetkanku adalah Pak Hendra ngomong gini, “Kalau hidupmu tenang2 saja, tidak ada penderitaan, maka kemungkinan besar kamu nggak memberitakan Injil.” Ku merenung sejenak dan kaget, betul juga. Kapan terakhir kali aku memberitakan Injil? Mungkin kepada Cipo, itu sudah kira2 Oktober lalu. Lalu apa yang kulakukan 6 bulan ini? Kacau sekali. Dulu waktu masi banyak berurusan dengan Cipo, kerasa sekali kesulitannya, dipikirin gimana caranya biar dia bisa yakin dengan kekristenan. Tapi sekarang tampaknya nggak gitu.
Setelah gereja latihan gitar seperti biasa, Ebi mengagetkanku dengan rencana OJT minggu depan yang mendadak sekali. Maka minggu ini sepertinya akan sangat banyak kegiatan. Ko Yakub juga mengagetkan dengan bilang bahwa akan tampil gitar bulan Mei. Fiuh kenapa semuanya numpuk?
Ku pulang dengan tenang dan ga mikirin apa2 selain lab report. Akhirnya lab report bisa dikerjain sedikit, dan setelah itu tidur. Bangun tidur nyiapin KTB dan bahan mission trip buat meeting besok. Malam itu KTB, membahas bahan tentang ketaatan. Lagi2 bahan KTB cocok dengan kotbah, yaitu taat memberitakan Injil. Ku selalu bingung kenapa bahasan KTB selalu cocok dengan bahasan di kotbah, apakah kecocokan ini rancangan Tuhan dengan caranya yang ajaib dan misterius, atau kebetulan ini karena aku sudah mendapat hal itu di KTB, maka ketika di gereja diomongin banyak hal, termasuk salah satunya hal ini, maka aku merasa cocok. Intinya Tuhan selalu bekerja dengan caranya yang ajaib. Malam itu juga Yosua bercerita dengan lengkap tentang pergumulannya untuk menjadi orang Kristen. Dia belum punya keyakinan dan belum menemukan bahwa kebenaran yang ada di Kristen adalah 100% benar. “Banyak pandangan lain yang mengklaim bahwa mereka juga punya kebenaran, dan Kristen salah satunya. Terus kenapa aku harus percaya Kristen sebagai satu2nya kebenaran? Kalau aku sudah menemukan kebenaran yang pasti, maka aku akan percaya, tak peduli sekelilingku. Aku juga ga bisa percaya kebenaran karena orang lain.” Kira2 gitu pendapat Yosua. Cukup pusing memikirkannya, mungkin ini jawaban kotbah tadi pagi, bahwa aku harus bisa menginjili Yosua juga dan mempertanggungjawabkan iman Kristenku kepada dia. Dan aku bersyukur sekali ketika dia bilang bahwa, “Aku mau coba percaya ayat di Alkitab yang bilang bahwa orang yang mencari kebenaran akan mendapatkan. Setidaknya kalau ayat itu sungguh-sungguh benar, maka aku harus mencari.” Semoga benar dia mencari..
Senin, 4 April 2011
Pagi2 ke OMF buat pelatihan mission trip, aku dan Albert berangkat bersama karena David telat, merasa bersalah juga karena ga telepon dari pagi2nya untuk bangunin David. Akhirnya pelatihan mulai telat 15 menit. Yookching yang membawakan pelatihan itu. Untungnya dia sepertinya sudah biasa membawakan hal ini jadinya walaupun kami sangat kaku, dia bisa terus ngomong hal-hal yang penting dalam waktu singkat. OMF emang sangat professional. Bahan dan pertanyaan hari itu sangat sulit, karena mungkin dalam bahasa Inggris, dan banyak hal-hal yang benar2 merenungkan kembali perjalanan bersama Tuhan. Banyak pertanyaan yang menuntut refleksi diri yang dalam. Inti dari pembahasan hari itu adalah orang Kristen mengikut Tuhan harus bersandarkan penuh kepada Tuhan, tetapi juga harus bekerja keras untuk melayani Tuhan, dan semuanya harus seimbang. Yookching memberi contoh tentang Maria dan Marta, dimana Maria duduk tenang di kaki Yesus, mendengarkan Tuhan dan bersandar kepada Tuhan, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Keduanya perlu dilakukan secara seimbang. Kemudian Yookching juga menyuruh membuat jurnal kerohanian harian, yang merenungkan berbagai pertanyaan. Pas sekali aku lagi niat nulis di blog. Pertanyaan yang bikin aku berkesan adalah “Apa yang Tuhan mau kamu pelajari hari ini dan perbaikan apa yang bisa kamu lakukan buat besok?” Hal itu sangat menusuk karena seringnya aku mengingat sebuah pelajaran untuk satu hari saja, tapi besoknya sudah lupa dan tidak dilakukan lagi. Aku jadi akan berangkat ke Thailand tanggal 7-18 Juni 2011.
Setelah pelatihan, David tampaknya mengalami hari yang tidak akan dilupakannya. Bangun telat, buku tertinggal, harus naik taxi, kemudian baru sadar HPnya ketinggalan di taxi. Bersyukur sekali uncle supir taxinya sangat baik, mau nganterin HP itu ke kantor polisi terdekat. Ntahlah apakah sudah balik HPnya.
Siangnya ada tutorial tercepat seumur hidup, cuman 35 menit. Terus masuk kelas, selese kelas ada meeting HW. Sangat ga jelas, ga ada tujuan seperti biasa. Aku cukup sebel karena ga bisa mengkomunikasikan apa yang mau dikerjakan dan harusnya dikerjakan dalam bahasa Inggris. Seandainya aku lebih banyak research dulu sebelumnya, maka aku mungkin bisa mengutarakan pendapatku tentang tugas kami.
Setelah meeting, dimulailah hal yang seru. Aku, Daniel, Rendi, dan Kirchof berencana ngobrol tentang pelayanan tahun depan di ISCF. Kami bertemu di kantin 1, tapi karena bau, kami keluar dan ngobrol di Nanyang Lake. Ntah itu kebetulan atau apa, beberapa saat kami ngobrol, Grace datang, dan akhirnya jadi ngobrol berlima. Haha banyak keajaiban sekali. Topik utamanya tentang refleksi pelayanan ISCF 1 tahun ke belakang. Kami berlima setuju bahwa suasana persekutuan di ISCF menjadi lebih tidak hangat dibanding tahun lalu meskipun tujuan tahunannya adalah persekutuan. Beberapa alasannya adalah banyaknya exco/anggota yang mengambil tanggung jawab di luar, sehingga teman2nya juga banyak di luar; kurangnya tanggung jawab subcom dalam pelayanan; kurang banyak kerjaan di tahun ini; kurang adanya waktu di mana orang2 ISCF dan terutama exco bisa bersama2 sharing hidup dan membagi masalah mereka, sehingga kurang akrab dan kurang bisa menjadi teman. Grace banyak ngomong hari itu, dan dia orang yang cukup terbuka tentang apa yang dia pikirkan tentang ISCF.
Setelah itu kami berpisah, aku, Grace, dan Kirchof pulang lewat satu arah, terus ketika mau berpisah, tanpa sadar ada mobil lewat yang bikin kami harus berada di satu sisi lagi jika ga mau ketabrak, dan akhirnya ngobrollah lagi.. Doeng. Seandainya mobil itu nggak lewat, maka kami nggak akan ngobrol lagi, dan ga bisa lebih kenal Grace dan Kirchof. Tuhan bener-bener memimpin lewat hal-hal kecil gitu, mobil lewat lah, aneh dan ga masuk akal kalau dipikir2. Obrolan dibuka dengan pertanyaan Kirchof, “Apa yang membuat kalian bahagia?” Setelah itu banyak diskusi filsafat dan lecture dari Kirchof tentang filsafat yang membuka pikiran. Grace mendengarkan dengan sangat antusias dan teliti, dan juga banyak menanggapi perkataan dari Kirchof. Salah satu yang sangat berkesan adalah aku semakin menghargai filsafat eksistensialisme dari Kirkegaard yang menurutku sangat relevan dengan kehidupan orang Kristen. Kira-kira Kirkegaard mengatakan bahwa sesuatu konsep atau kebenaran akan bisa dimengerti apabila manusia sudah benar-benar mengalaminya sendiri. Cara orang mengerti dan mengalami hal itu bisa berbeda-beda, tapi kebenaran itu sendiri adalah sama. Contohnya keadilan; setiap orang punya pendapat dan definisi masing2 tentang keadilan. Tapi mereka cuman bisa berpendapat. Ketika mereka sudah mengalami hal-hal yang tidak adil, barulah mereka bisa mengerti apa itu keadilan. Waktu-waktu begini yang disebut eksistansial moment. Ngomongin hal ini, aku jadi sadar bahwa exco ISCF tahun ini sangat jarang mengalami exco2 yang lainnya. Sangat jarang ada existential moment antara 1 exco dan exco lainnya, ketika seorang bisa mengalami seorang yang lain. Yang ada cuman menjadi sekedar teman hi bye dan hahaha hihihi doang. Dan existential moment itu adalah jawaban dari pertanyaan Yosua yang rumit, yaitu kebenaran nggak akan bisa dimengerti tanpa dialami, dan karena itu aku berkesimpulan bahwa kebenaran di Alkitab tidak bisa dimengerti 100% oleh manusia, karena memang nggak mungkin kita bisa mengalami seluruh Alkitab. Grace juga banyak ngomong tentang kebahagiaan, dia bahagia bisa menolong orang dan orang lain itu mengakui bahwa dia tertolong, seperti ada 1 teman SDnya yang bahagia banget ketika dia tolongin. Selain itu, Grace juga punya passion yang tinggi untuk mengajar, dia berniat untuk membangun pendidikan di Indonesia walaupun sistemnya sudah tidak baik. Hari itu kurasa aku mengalami existential moment dengan Grace, karena lebih mengerti dan mengalami dia.
Selasa, 5 April 2011
Ku bangun dengan rasa sakit tenggorokan yang sangat tidak enak dan pusing kepala, tampaknya masuk angin karena kebanyakan di luar kemarin. Jadi skip kelas pagi2, alih-alih aku selesaikan lab report. Setelah itu makan siang dengan Ebi di kantin 2, ketemu Wawan juga. Auntie chomp-chomp baik sekali, aku beli chomp-chomp (pudding susu), pakai topping santan. Aku duduk di dekat stall itu. Setelah santanku habis, auntie itu memanggilku (aku ga sadar) dan bilang, sepertinya santannya ga cukup, sini kutambahin. Setelah itu dia nambahin banyaaaak banget, terus ketika aku mulai makan lagi, dia tanya lagi (semengertiku, karena dia pake Mandarin), kemanisan nggak? Aku jawab manisnya pas. Baik sekali auntie itu, jarang banget ada penjual makanan yang baik seperti itu. Hari itu aku bilang Wawan jangan serem2 di AGM, dan Wawan bilang dia selalu diam di AGM.
Kelas Filtration hari itu semakin bosenin aja, kemudian Process Control bahas tentang Controller Tuning. Pertamanya kupikir tune PID Controller cukup mudah, tinggal pilih aja sesuai kebutuhan, perlu fast response atau nggak, boleh offset atau overshoot atau nggak, terus ditentukan. Ternyata ada buku setebal 500an halaman yang ngomongin tentang tuning ini dan ada 100an paper per tahun yang dipublish mengenai tuning. Kaget dan semakin seneng dengan process control.
Selesai kelas pergi KK, Belinda hari itu terlihat senang karena hari Kamis sudah selesai kerja. KK kemarin cukup biasa karena Ko Juan bahas bahan sangat cepat dan banyak sekali dan sangat sedikit diskusi yang ada. Ko Rudi yang sudah lama ga datang juga datang, dan membawa kabar bahwa dia akan mundur dari kerja tidak lama lagi, kalau tidak salah akhir bulan ini. Selamat buat yang mundur kerja karena stress! Malamnya Agus dan Kirchoff datang ke kamar, Kirchof chat dengan There memakai Gtalkku, dan banyak percakapan lucu, seperti misalnya Kirchof bilang mau ngomong “hal pribadi” kepada There, padahal mau ngomongin tentang AGM. Cewek kalau dibilang gitu kan sangat sensitif, pasti akan mikir aneh2. Tapi tampaknya Kirchof sudah cukup biasa gituin cewek dan There juga sudah biasa dengan gaya Kirchof.
Subscribe to:
Posts (Atom)