Tuesday, April 19, 2011
Week 10 - 11
Rabu, 6 April 2011
Bersyukur ketika bangun, sakit tenggorokan sudah hilang. Tapi yang timbul adalah pilek dan batuk, huhuhu. Hari dimulai dengan SaTe bareng, di mana janjian jam 7.30, tapi semuanya pada ga bisa bangun. Akhirnya mulai jam 8 pagi. SaTe diambil dari Mazmur 6, yang menceritakan tentang penderitaan. Mazmur ini mellow sekali, banyak kesedihan Daud, bahkan ada kata2 air mata membanjiri ranjang. Bahan dari santapan harian membahas penderitaan dari Mazmur ini dari penyakit yang dialami seseorang. Merasa agak susah menyambungkan dengan kehidupan, karena sakit yang dialami tidak parah, palingan batuk pilek yang seperti dialami hari ini. Kemudian ku pikir, ada baiknya ceritakan pergumulan apa yang sedang dihadapi. Lagi-lagi aku salah komunikasiin maksudku, seharusnya aku bilang, “Ceritakan apa hal yang membuatmu paling kesusahan dan bergumul sekarang.” Itu lebih direct dan jawabannya jelas. Alih-alih, aku ngomong, “Mungkin kita bisa ceritain masalah-masalah kita, atau apa yang bikin kita bergumul sekarang ini, ga harus penderitaan.” Maksudnya memang sama, tapi orang akan nangkap beda. Aku pengen orang menceritakan kejadian, atau kegiatan yang bikin dia berbeban berat akhir-akhir ini, tapi akhirnya Daniel dan Ebi malah cerita tentang pemahaman mereka mengenai penderitaan. Ya sharing mereka juga bagus sih, tapi intinya aku belum bisa menyampaikan maksudku dengan direct. Aku share tentang masalah komunikasi yang kurang baik dengan Candy, sehingga buat hubungan menjadi renggang. Daniel cerita tentang pelayanannya di gereja, aku sudah cukup lupa detailnya apa, sepertinya harus lebih belajar mengingat perkataan orang. Ebi cerita tentang tulisan Stephen di facebook yang bilang tentang Stephen yang merasa dirinya sial atau menderita karena banyak masalah hari itu, seperti macet di jalan, ketika makan mau bayar ternyata kartu diskon uda tidak berlaku, hujan lebat jadi baju resmi yang mau dia pake tidak bisa dipakai. Kemudian ketika dia keluar lagi, dia melihat anak jalanan yang megang 1000 rupiah, sambil menangis dia memberikan beberapa ribu, dan anak jalanan itu penuh sukacita. Dia belajar bahwa anak itu yang jauh lebih menderita dari dia, tidak perlu memikirkan tentang baju bagus yang tidak kering karena hanya punya 1 celana yang jelek sekali, tidak perlu mikirin tentang kartu diskon yang tidak berlaku, karena mau makan saja sudah susah, tidak mikirin macet karena cuman bisa berjalan kaki. Intinya hari itu dia tersentak. Ebi share kepada Adit dan dia belajar bahwa ketika kita merasa harus mendapat hal yang baik dan harus tidak mendapat hal yang tidak baik, itu membuat kita sangat miserable, padahal kita hidup di dunia yang sudah jatuh dan selayaknya kita mendapat hal yang tidak baik. Wah jadi harus lebih sering bersyukur tentang hal-hal kecil yang baik, yang taken for granted. Vincent share tentang kemalasannya SaTe, dan dia bersyukur ada yang ngajakin SaTe bareng. Dia juga menyesal kenapa selama ada renungan pagi di sekolah selama 3 tahun, dia tidak bisa mengingat apa-apa dari renungan itu. Rendi bercerita tentang hal yang sama denganku, yaitu bermasalah dengan pacar. Rendi sedang IA dan mungkin kurang punya waktu untuk menghubungi pacar, tapi Jumat lalu dia main DOtA kelewatan, sampai bertengkar dengan hebat sampai sekarang dengan pacarnya. Dia sadar itu adalah kesalahan dia, tapi pridenya yang tinggi bikin dia ga mau ngaku bahwa dia salah. Dia mau berusaha untuk tidak punya pride yang tinggi. Setelah SaTe bareng, aku, Ebi, dan Vincent makan di Pallete. Vincent digodain Ebi terus tentang presiden ISCF. Mereka berdua mau jadi exco lagi ternyata. Ku bahagia ternyata mereka masi berniat jadi exco lagi. Semoga salah satu jadi presiden. Kemudian ku sempat tanya Vincent, apa yang membuat dia paling sibuk, dan katanya adalah URECA. Setelah itu hari berjalan seperti biasa saja. Sore itu hujan sangat lebat sekali, dan pulang aku langsung tidur, tidak ikut rally doa KKR dan tidak ada OSG. Sangat lelah dan cape karena sakit kali.
Kamis, 7 April 2011
Hari ini jadi SaTe bareng lagi, kembali ke Lukas yang membahas tentang transfigurasi Yesus di atas gunung yang disaksikan oleh Petrus, Yohanes, dan Yakobus (di Pallete, tampaknya mereka dapat pelanggan baru :)). Karena bahannya menarik, maka kami jadi Bible Study. Beberapa penemuan menarik adalah di perikop sebelumnya, Yesus bilang pertama kalinya tentang Dia harus menderita di salib. Lebih menarik lagi, di ayat terakhir sebelum masuk ke transfigurasi, Yesus bilang bahwa ada beberapa orang dari muridnya yang tidak akan mati sebelum melihat Yesus dalam kemuliaannya. Setelahnya, perikop transfigurasi. Aku yakin sekali susunan ini bener2 tidak terjadi secara kebetulan, pastinya ada Bijaksana yang ajaib yang menyusunnya.
Lab hari ini sangat bikin bĂȘte walaupun sangat menarik. Lab tentang process control, belajar tentang salah satu jenis feedback controller tuning, yaitu IMC controller tuning method. Hal yang menyebalkan sangat dari lab kali ini adalah kita disuruh harus mengatur keran dari aliran keluar air dari tank sedemikian sehingga jumlah air di dalam tangki harus sama setiap waktu. Itu sangat menyebalkan. Selain itu, di dalam lab juga mendiskusikan jadwal ganti OSG lewat email yang sangat memusingkan, sehingga tambah bĂȘte dan lab berakhir dengan membuat mood saya sangat hancur.
Malamnya, ada latihan buat PU, WL yang sebelumnya nggak bisa karena satu dan lain hal, maka digantikan oleh Daniel secara mendadak. Aku juga menggantikan Irving yang ga bisa juga, tapi ga bilang mendadak, sudah bilang dari 2 minggu lalunya. Nah, karena ada Krichof, Daniel, Vincent, dan aku, maka aku bakal tahu bahwa latihannya ga akan selesai secara cepat, pasti akan banyak obrolan tambahan. Dan benar sekali, kami ngobrol sampai jam 2! Kebanyakan random things, tapi ada juga hal2 yang lain yang agak penting, seperti tentang keadaan persekutuan di ISCF, kurangnya hati pelayanan dari anggota ISCF yang bener2 seenaknya meninggalkan pelayanan, atau cuman datang ketika pelayanan doang, exco tahun depan, kerenggangan hubungan exco tahun ini, dsb. Cukup banyak tapi aku uda agak lupa. Akhirnya diputuskan untuk mengadakan BBQ dan meeting exco besok bakal dipecah menjadi 2 grup untuk sharing supaya lebih terbuka satu dengan yang lainnya.
Jumat, 8 April 2011
SaTe hari ini dari Ratapan 3, tentang puncak hukuman dan kesedihan Yeremia yang dialaminya sebagai bayangan dari kesedihan bangsa Israel. Hari ini kelanjutan dari Ratapan pasal-pasal sebelumnya, yang menceritakan tentang perjalanan bangsa Israel yang melawan Tuhan sehingga dihukum oleh Tuhan. Karena ayat ini, aku jadi merenungkan apa yang mungkin membuatku dipukul oleh Tuhan karena dosaku. Aku merenung, dan berpikir bahwa selain ‘itu’, hal yang besar yang harus aku lawan dengan sangat adalah pride. Kesombongan yang merasa bahwa aku bisa melakukan segala sesuatu dengan baik. Kesombongan yang selalu bilang kepada diriku bahwa aku akan menjadi orang hebat. Kesombongan yang merendahkan hasil kerja orang lain. Kesombongan untuk menyapa orang lain yang ga kukenal (terutama di persekutuan) karena aku merasa nggak perlu tau, dsb. Jadi komitmen hari itu adalah untuk melawan kesombonganku.
Dan malam itu, bener-bener terjadi ujian bagiku. PU berlangsung dengan lancar dan sangat menyenangkan, anak year 3 yang jarang bertemu tiba2 datang ke PU, terutama Cella, Vivin, dan Parmo. Suasana persekutuan hari itu juga enak sekali. Bahan year 3 dari Ko Adit juga enak dan membumi walaupun ngomongin tentang worldview yang njlimet. All is OK.
Sehabis PU, ada meeting exco yang menimbulkan ujian bagi saya. Exco hari itu lengkap, kecuali Grace yang pulang duluan karena sudah dekat sekali dengan examnya. Hal yang menjadi ujian bagi aku timbul setelah sharing hari itu. Kekepoanku membuatku bertanya kepada Kirchoff, apa yang diobrolkan di grup mereka. Ntah kenapa, Kirchoff langsung bilang Ebi bilang bahwa dia kerja banyak, aku nggak banyak kerja apa2. Dan setelah itu, Icil langsung menanggapi dengan “Nggak apa lah Bert, namanya juga partner, bisa kayak gitu.” Ntah kenapa setelah itu jadi kesal sekali dan nggak enak, padahal emang faktanya Ebi kerja banyak dan aku nggak kerja. Aku membela diriku dengan bilang aku sudah kerja, bantu2, dan ketika mau membantu Ebi, Ebi nggak mau atau nggak perlu dibantu. Adit sudah menambah bahwa Ebi lebih banyak kerja karena emang sifat perfeksionisnya yang agak berlebihan, dan itu juga sudah Ebi akui, tapi ntah kenapa hari itu susah sekali menerima kritik itu. Aku benar-benar harus lebih banyak refleksi keburukanku yang satu ini, susah menerima kritik tanpa membela diri. Yah yang pasti hal ini memacu aku untuk bekerja lebih banyak sehingga ga dianggap gaji buta.
Sabtu, 9 April 2011
Pagi-pagi (bahkan sebelum sadar bahwa saya sudah bangun) kembali bertemu dengan lain2 untuk mengemas exam visitation package, kemudian aku tergoda untuk main catan bersama Vincent, Rendi, Claudio, dan CW. Godaan yang sangat besar, dan akhirnya aku memutuskan untuk main 1 game, dan tidak ada tambahan. Hahaha. Game yang dimainin adalah Catan Fisherman’s Expansion, yang pertama kali kumainkan dan akhirnya kalah telak karena nggak ngerti main pake ikan ☹. Ya sudahlah, akhirnya makan bareng. Ketika makan, secara nggak sengaja aku memberikan kontribusi besar untuk bocornya rahasia Vincent ke Rendi. Hal ini membuatku sekali lagi merasa menyesal, udah masih nggak enak banget gara2 kemarin, lagi-lagi aku membuat Vincent kesal karena kebodohanku yang super bego. Aku bener-bener nggak bisa dipercaya bagi teman-teman, mana bisa aku dipercayakan rahasia orang lain. Ga heran aku juga ga bisa punya banyak teman yang bisa percaya sama aku ☹. Sedih sekali.
Akhirnya aku berhasil meneguhkan diri untuk bener2 main satu game saja, terus pulang untuk (niat hati) belajar (tapi ga dilakukan karena guling2 sana sini, gelisah, dan males sama pelajarannya). Fiuh. Hari itu juga tidak saat teduh ☹.
Malamnya ada KTB, pengennya evaluasi, tapi malah bercerita-cerita dengan seru, terutama tentang kerjaannya Ko Adit dan pelajaranku dan Yosua. Ternyata kerjaan Ko Adit di konstruksi sangat menarik bagiku, beberapa bagian-bagian kecil tapi penting dari bangunan di Singapur aku pelajari hari itu. Aku baru tahu bahwa ada beberapa tangki air di setiap atap gedung di Singapur untuk keperluan air bersih dan kebakaran. Aku juga baru tahu bahwa bangunan di Singapur dipajak per luas lantai dan jumlah carpark yang ada cuman boleh 1/1.1 kali jumlah unit HDB. Juga baru tahu bahwa bangunan perlu ditentukan tingginya supaya terlihat indah. Makin pengen saja menjadi civil engineer, tapi tampaknya sudah di’takdir’kan ke teknik kimia. Selesai KTB ngobrol dengan Yosua tentang anjing dan jadi makin pengen punya anjing. Ada anjing temennya yang bisa boncengan motor, super jago!! Obrolan ini membuat hatiku sangat terhibur hari itu dan bisa melupakan masalah-masalah dalam 2 hari ini.
Minggu, 10 April 2011
Hari itu ada OJT EE ke Mt. Hebron Bible Presbyterian Church. Hatiku nggak gitu siap untuk OJT dan juga belum nyiapin bahan. Di sana ada 5 TKW yang datang hari itu, dan kami ber-8, cowok semua (gubrak). Jadi dibagi pasangan, aku sama Ricky bakal ngobrol sama Mbak Merry, Daniel sama CW dan Albert dipasangin sama Desy dan Mariana, Elbert sama Theo dan Ardi dipasangin sama Umi dan Mbak Karwi. Aku sangat susah masuk ke Injil, jadi ketika sedang ngobrolin tentang jalan jelek, supir mengantuk, Ricky mengambil kesempatan untuk menanyakan PD1 dan PD2. Ternyata jawaban Mbak Merry sudah sangat betul. Aku mencoba untuk menceritakan tentang anugrah dan manusia, dan ternyata dari tanggapan Mbak Merry, semuanya sudah baik dan pengertiannya tentang keselamatan sebagai anugrah dan dosa manusia sudah sangat tepat. Aku jadi bingung mau ngomong apa, dan akhirnya balik ke percakapan biasa. Dua grup lainnya jauh lebih menarik. Grup Daniel berhadapan dengan orang Kristen yang sangat setia, bahkan Desy pernah bilang kepada majikannya bahwa jikalau dia tidak diijinkan untuk saat teduh, dia lebih baik disuruh pulang ke Indonesia saja. Padahal mungkin dia masih belum mendapat uang sama sekali karena habis setelah training dan lain sebagainya. Iman yang sangat mengagumkan.. Grup Elbert berhadapan dengan orang-orang Muslim tetapi yang sangat dekat dengan Kristen, bahkan Umi yang sangat antusias berkata bahwa Alkitab sangat bagus dan dia sudah membaca Alkitab sampai Mazmur, padahal baru ½ tahun membaca. Dan hebatnya, dia bilang dia selesai kerja jam 8, dari jam 8 sampai jam 12 dia membaca Alkitab!! Ya ampun, saya baca 15 saja sudah mengantuk dan kesepian dan cape, dan masi berani bilang diriku orang Kristen. Fiuh. O me yee little faith. Bersyukur melihat orang-orang yang kurang beruntung atau kurang terpelajar juga bisa kenal Tuhan dan bahkan lebih berani mengatakan iman mereka.
Sisa hari itu dihabiskan dengan males-malesan, ke gereja, belajar Biologi. Kontras sekali dengan pengalaman EE. Hal baik di awal hari bisa bertolak belakang sekali di saat-saat setelahnya.
Senin, 11 April 2011
Pelatihan Mission Trip terakhir di bulan April karena Dea akan segera ujian. Aku nggak sempat nyiapin buat pelatihan kali ini, selain bahannya panjang, juga males. Setidaknya aku sudah ambil tes kepribadian DISC dan MBTI. Aku orang yang sangat S – C dan kecil sekali D. Tidak cocok menjadi presiden ISCF :P. Temen-temen mission trip yang lain juga banyak yang S dan C, kecuali Dea dan Ci Fonny yang dominan di I, tapi nggak ada seorangpun yang D! Cukup mengkhawatirkan karena takutnya nggak ada yang berinisiatif dalam mission trip ntar.
Setelah itu belajar Bio dengan penuh kecemasan, disamperin Anne, Rendi, dan Devina. Uda lama tidak bertemu Rendi, terakhir sejak projek Chinese 2. Pengen ngobrol2 lagi sama dia, enak diajak bicara. Kuis Bio hari itu ternyata sangat mudah dan bahan yang keluar adalah yang kupelajari. Menjadi sangat senang dan semangat!
Selasa, 12 April 2011
Hari ini kuis Process Control, aku bisa ngerjain dengan baik. KK malamnya memulai pembahasan tentang Essential Truths of Christian Faith tentang wahyu umum. Ada diskusi tentang bagaimana mengenal alam melalui Kristus, dan jawabannya bisa ditemukan di Kolose 1. Malamnya ikutan belajar gitar bersama Yuku dan Peter. Bersama Yuku bermain Wedding Bell lagi, sepertinya sudah lama tidak main. Peter bilang akan ikut kelas gitar Ko Yakub. Yey!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment