Saturday, November 13, 2010

Perenungan Tentang Manusia

Sudah lama sekali tidak menulis, dan karena dorongan Ebi yang bilang nulis blog cepet, maka aku coba tulis lagi (mulai jam 23:02). Hitung-hitung juga menumpahkan apa yang diketahui sehingga bisa dipikirin lebih dalam dan bisa dilakukan.

Aku uda belajar banyak hal di manapun tentang hal-hal rohani dan rasanya kalau aku cuman dapat dan simpan ga bisa jadi perenungan dan juga mungkin ga akan jadi berkat bagi orang lain. Atau bahkan mungkin sebenernya aku sibuk tapi ga ngerti apa2. Maka aku putuskan untuk nulis hal-hal rohani dan kutulis per tema, dimulai tentang manusia.

Pertama-tama, manusia diciptakan Allah secara sempurna, artinya bahwa manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sudah diciptakan Allah sesuai dengan yang Dia mau. Ketika itu, manusia dilihat Allah sebagai gambaran-Nya yang sempurna; secara peran bisa menjadi wakilnya Tuhan dari seluruh ciptaan. Kemudian manusia juga sempurna karena ketika itu masih suci dan sangat dekat dengan Allah.

Aku membayangkan keadaan kalau aku adalah Adam. Aku tiba-tiba ada, lalu lihat sana sini, aku siapa ya? Ini di mana ya? Kok aku bisa ada? Kemudian ada suara yang menjawab, "Adam, Akulah Tuhan yang menciptakan engkau dan seisi alam semesta yang kau lihat ini. Engkau adalah gambaran-Ku yang mulia. Sekarang dengarkanlah Aku, engkau akan kujadikan bangsa yang besar, engkau akan bertambah banyak. Berkuasalah atas segala sesuatu yang kau lihat, dan pakailah segala yang kau perlukan. Taklukkanlah bumi ini dan isinya, juga peliharalah bumi dan isinya." Aku membayangkan Adam mungkin berkata, "Wah!! Yang bener?? Indahnya dunia ini!! Yang ngomong itu Tuhan yang mencipta segala keindahan dan kebaikan dan kemuliaan ini, maka Dia sendiri pasti indah, baik dan mulia. Ternyata Tuhan toh yang membuat aku ada, ternyata Tuhan bikin aku buat tugas tadi, berkuasa, menaklukkan dan memelihara bumi dan isinya. Waaa!!"

Adam pasti kaget, terpana, dan takjub melihat sekitar dan terutama melihat "Sesosok" yang berbicara dan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan yang menjadikan dirinya dan segala sesuatu terjadi. Maka, Adam pasti akan benar-benar mengagumi Tuhan dan isi ciptaannya. Tuhan yang agung, mulia, indah, tak terbayangkan, sungguh luar biasa, tapi juga Tuhan yang tidak jauh dari saya, mau berbicara kepada saya, memberkati saya, ...

"Adam!", panggil Tuhan. Adam terkejut dari perenungannya, "Oi (aduh ga sopan banget, ganti deh), ya Tuhan." "Lihatlah seisi taman ini, berikanlah nama kepada tiap makhluk", kata Tuhan. "Wah, Tuhan baik sekali!!! Memberi nama kepada makhluk berarti Tuhan mengijinkan saya berkuasa dan memerintah mereka, sama seperti Tuhan memberi nama saya!!" Maka Adam mulai berjalan dari satu tempat ke tempat lain, ketika melihat pohon besar, diberilah nama akasia, pohon tinggi di arah barat sana, air dari buahnya segar sekali, diberilah nama kelapa, karena bentuk buahnya mirip kepala. Adam didekati seekor makhluk yang berbulu lebat, berkaki empat, dan sangat manja, diberilah nama anjing, dan sebagainya.

Sampailah Adam di tengah taman. Tuhan berkata, "Semua buah di taman ini boleh kamu makan. Tapi, khusus buah ini, jangan makan! Ketika kamu makan, maka kamu mati." Adam mendengar sekilas lalu dan terus menamai pohon yang kelihatan oleh dia, tidak begitu memperhatikan perkataan Tuhan.

Setelah selesai menamai semua makhluk, Adam merasa puas. Tetapi anehnya, dia merasa kesepian. "Adakah sesuatu yang bisa menemaniku, diajak bicara, bisa dilihat dan membuatku senang? Gimana sih caranya aku bertambah banyak?" Tuhan mengetahui apa yang Adam pikirkan, kemudian Dia membuat Adam tidur. Ketika tidur, Tuhan membedah tubuh Adam, mengambil tulang rusuknya, dan membuat seorang manusia lain yang serupa tapi tak sama dengan Adam.

"Adam, bangunlah!" Adam bangun dan melihat manusia lain di sebelahnya. Dia kagum sekali dan sangat terkesima melihat makhluk satu ini. Mirip sekali dengannya (ga tepat si kalimat ini, jaman dulu bisa ngaca gitu?), dan sangat indahh... Jikalau Adam lebih gagah, kekar dan berkharisma, maka manusia ini lebih anggun, cantik dan lemah lembut. Adam sungguh jatuh cinta kepadanya. Tuhan berkata, "Inilah pasangan yang seimbang denganmu, cintailah dia dengan segenap hatimu, bekerjalah bersama dengan dia sesuai dengan perintah yang sudah Kuberikan kepadamu. Perempuan ini sederajat denganmu, tapi engkau akan mewakili kalian di depan aku, engkau akan memimpin dia, dan dia akan menaatimu. Maka, kasihilah dia." Hari itu adalah hari terbaik Adam, karena dia menemukan seseorang yang sepadan dengan dia. Hawa, sang perempuan itu, juga sama berbahagianya dengan Adam. Mereka memuji Tuhan dan bersukacita karena Dia.


Cerita di atas sangat indah (walaupun mungkin aku menceritakan dengan tidak indah). Apa yang kupikirkan adalah Tuhan yang kekal, yang tidak perlu mencipta yang sementara, tapi Dia mau menciptakan makhluk-makhluk di bumi, termasuk manusia yang diberikan sangat banyak hal dan kemiripan dengan Dia. Sungguh indah. Manusia yang menjadi gambaran Allah yang sempurna, diberikan keagungan, keindahan dan kemuliaan Allah, diberikan pikiran dan perasaan untuk menentukan segala sesuatu, sungguh keajaiban yang tak terbayangkan. Alam yang menceritakan kemuliaan Allah juga menunjukkan keajaiban Allah. Apakah pernah kita bayangkan keindahan ini? Apakah kita pernah merindukan keindahan ini? Pernahkah bingung kenapa sekarang nggak begitu lagi? Ini akan jadi perenungan selanjutnya..

(selesai 23:42 ~ 40 menit.. Ebiiii, ga hanya 15 menitttttt!!!)

2 comments:

  1. Waa, indahnya cerita ini!!! Dan sebentar lagi akan ada cerita yang menyesakkan!!! Waa!!! Jangan lupa kepala kelapa.

    ReplyDelete