Sunday, December 12, 2010

Hari-Hari (27 Nov 2010 - 12 Des 2010)

Mengikuti saran dan teladan Ebi yang menulis hari-harinya setiap hari, aku juga akan menulisnya supaya ingatan akan kejadian sehari-hari bisa dikenang.

Sabtu, 27 Nov 2010: Subuh-subuh masi menemani Yuku bikin examkejut yang ada di www.kejut.com/exam15, baru bobo jam 4 padahal jam 9.45 pesawat menuju Jakarta akan berangkat. Pagi terbangun jam 7 dan sesegera mungkin mandi dan ngebut (lari2 maksudnya) ke mrt. Sudah nyampe mrt ternyata masi tunggu yuku yang bobo jam 5.30 -.-” Jadi jam 7.45 berangkat dari Pioneer ke bandara, di mana sudah pasti telat ke bandara. Akhirnya setelah bingung-bingung lama, diputuskan cegat taxi di Kallang, lumayan 12 dolar saja. Dan nyampe di counter Lion Air, pesawat yang akan dinaiki, sekitar 8.45 (1 jam sebelum terbang), ternyata masi antri sangatt panjang -.-'''' Singkat cerita nyampe pula di pesawat, sempat bertemu Tiffffffa dan Dea (Dea akan nyanyi hari itu juga).


Ku ke Jakarta dibujuk Yuku dan Pak Billy untuk nonton konser Simply Mozart di Aula Simfonia Jakarta. Sampai di Jakarta dijemput oleh supirnya Pak Freddy, dan dianterin kemana-mana ^^ Ku melihat supirnya Pak Freddy, jadi lebih bisa menghayati apa namanya menjadi “hamba”, karena disuruh Pak Freddy untuk antarin ku dan Yuku yang tidak dikenal si supir, tapi tetep diantarin dan ditungguin sampai malam sekali walaupun masi harus pulang ke rumah dan harus datang lagi pagi-paginya... Ku jadi merenung katanya orang Kristen dipanggil menjadi hamba Tuhan, tapi aku nggak bisa seperti itu.

Konser hari itu bagus sekaliiii, Pak Billy sambil main piano sambil conduct dan kagum!! Setelah itu tangan Pak Billy sampai keseleo ntah kepentok apa. Menonton konser pertama kali di Aula Simfonia dan sangat terkesan dan indah :D


Minggu, 28 Nov 2010: Beribadah di GRII Pusat, setelah itu makan nasi padang dan pergi ke museum nasional yang juga dikenal museum gajah. Sayang sekali hanya bisa sebentar, kurang lebih 1.5 jam saja. Setelah itu Yuku dijemput orangtuanya pergi ke Bogor dan kemudian ke Bandung, aku bersama Hadi dan Ko Jimmy ke rumah Ko Jimmy sebelum ke bandara untuk pulang lagi. Aku pulang naik Tiger Airways yang untungnya cuman telat mendarat 5 menit sehingga dapat MRT terakhir. Hore!


Senin, 29 Nov 2010: Pertama kali KK pake bahan resmi yaitu dari “Nasihat bagi Petobat Baru”, sebuah surat tulisan Jonathan Edwards yang ditujukan pada seorang wanita petobat baru. Isi suratnya bagus sekali dan patut dibaca oleh petobat baru maupun orang lama.


Rabu, 1 Des 2010: Hari ini ada Rally Doa KKR Natal, Bu Maria mengingatkan bahwa tuaian memang banyak dan pekerja sedikit, dan bahwa kita harus meminta kepada Tuhan untuk mengirimkan diri kita menjadi pekerja. Setelah itu OSG sebentar untuk memikirkan langkah-langkah konkrit untuk mengajak orang-orang ke KKR.


Jumat, 3 Des 2010: PU Gabungan 3 tentang exam. Renungan hari itu cukup mengingatkan, karena bilang bahwa untuk menjadi berkat di masa exam, kita juga perlu jadi berkat di hari-hari lain yang tidak exam, kalau nggak maka sama aja omong kosong. Selain itu, kerajinan dan kerohanian kita saat exam tidak boleh dikompromikan karena exam adalah masa pengujian yang mencerminkan tindakan dan tanggapan kita terhadap masalah kita sehari-hari. Walaupun lagi IA, tampaknya hal ini cukup relevan buat saya.


Sabtu, 4 Des 2010: Hari lain dimana terjadi rapat seharian lagi (rapat exco ISCF 2010/2011), tapi kali ini lebih berkesan karena rapat ini semua orang memberikan masukan dan saran kepada sie lain, jadi semua orang ngomong dan menyampaikan uneg-unegnya kepada masing-masing orang. Cukup panjang dan berkesan. Hari ini juga memotong-motong bahan-bahan untuk rujak buah yang akan disantap besok harinya di acara ramah-tamah peserta katekisasi.


Minggu, 5 Des 2010: Hari yang cukup penting karena saya dan beberapa teman lain disidi. Yang dibaptis adalah Yola, Sherly, Eric, Hendry, dan 2 jemaat Inggris. Yang disidi adalah Belinda, Erika, Fenny, aku, Michael, Yuku, dan Vincent (baru tau nama kecilnya Vincent adalah Vinnie) serta 1 jemaat Inggris. Yang diatestasi adalah Eunice, Suta, Pak Sudjali, Ibu Lucia, Effendi dan Jandi. Kata-kata Pak Tong sebelum sakramen membuat teringat lagi bahwa janji baptisan adalah berjanji di hadapan Tuhan, jemaat Tuhan, dan juga malaikat, termasuk Iblis. Maka itu setelah ini, ketika melakukan dosa dan sadar itu dosa, maka akan lebih susah lepas karena Iblis melihat dosa dan janji baptisan kita dan bisa terus-menerus membuat rasa bersalah di dalam diri. Susah sekali... Setelah itu ada makan-makan bersama di lantai 4, ada nasi kuning yang enak sekali.


Senin, 6 Des 2010: Minggu persiapan presentasi, semua intern cukup heboh tentang presentasi, mencari topik, bikin slide, cari engineer dan lain2. Hari ini KK melanjutkan tentang surat Jonathan Edwards dan pembahasan kali ini cukup mendalam dan meluas kemana-mana.


Selasa, 7 Des 2010: Hari ini ada exam visitation ke Stephen Nataniel bersama Victor (Viccot). Mendapat banyak cerita lucu tentang seorang guru BIE dari Tepen dan pengalaman serunya ke Sepang.


Rabu, 8 Des 2010: Rencana OSG ga jadi, karena Yuku mau nemanin Ceru ke Bible Study, tapi ternyata batal juga :( Malamnya makan malam bersama Ebi dan setelah itu Ebi menunjukkan banyak hal (padahal maksud hati bikin presentasi IA), contohnya adalah buku tentang bahasa Prancis, Latin, buku resep pasta dan sushi, buku tentang anggrek, dan terutama foto-foto tentang perjalanannya ke Wuhan dan Shanghai dan melihat kebahagiaan dia jadi pengen sekali pergi. Hehehe.


Kamis, 9 Des 2010: Akhirnya slide presentasi IA sudah selesai dan tinggal latihan. OSG hari ini membahas artikel Canon of Dort (akhirnya setelah tertunda berminggu-minggu). Bagian 1 membahas tentang pemilihan, dan dibingungkan oleh dosa asal, apakah dosa asal manusia membuat dia dihukum (sehingga bayi yang mati akan masuk neraka), atau dosa asal tidak membuat dihukum, tapi dosa yang tampak (sehingga bayi yang mati akan masuk surga). Bagian 2 membahas tentang pengorbanan Kristus yang cukup untuk menebus seluruh dosa manusia tetapi tidak semua manusia tidak mendapatkan penebusan ini.


Jumat, 10 Des 2010: Presentasi IA yang ditunggu-tunggu datang juga. Aku menjadi presenter kedua dan cukup kacau, karena memang bahannya sedikit dan sederhana. Aku juga ditanya-tanya tentang hal teknis yang aku nggak tau dan akhirnya bingung. Hebatnya, supervisor saya, Mr. Adrian Chan, menolong dengan menjawab beberapa pertanyaan yang aku bingung. Ternyata dia baik dan tidak cuek juga!! Hehehe. Makasih!! Malam ini nginap di tempat Yuku karena besok akan berenang.


Sabtu, 11 Des 2010: Paginya berenang dan cukup bahagia karena sudah berhasil belajar mengapung! Hore!! Hehehe. Berniat akan belajar lagi dalam waktu dekat, semoga kesampaian. Malamnya ke Orchard Road dan membagikan undangan KKR Natal kepada orang-orang, sangat seram ntah kenapa, padahal dipikir-pikir ya harusnya ga perlu serem. Apakah karena aku kurang kasih dari Tuhan, kurang mengasihi orang-orang yang butuh Firman, atau karena aku egois, atau aku belum disentuh kasih Tuhan, atau karena Tuhan yang ga mau pakai aku, aku ga tau.


Minggu, 12 Des 2010: Pagi-pagi ke Hok Im Tong (dengan sangat telat T.T) untuk nonton drama Natal mereka. Cukup bagus dan terkesan dengan pemain utama (si anak kecil yang sangat lucu dan berbakat sekali). Dapat makanan dari sana juga, nasi padang yang enaaaaaakkkk luar biasa ^^

Foto undangan ke drama musikal

Setelah itu buru-buru ke gereja untuk latihan gitar, belajar Rondo in D karangan Carulli yang bagus, dibagi 2 gitar. Jaya hari ini pertama kali ikut gitar dan lulus audisi dengan lagu Ode to Joy!!! Terus latihan sampai jam 4, setelah itu ikutan OSG bersama Ko Aan dan Ko Aan mengapologetik semua peserta, membingungkan seluruh konsep yang sudah diyakini dengan tujuan baik. Ko Aan memberi pesan yang sangat mengena, yaitu ketika kesulitan/pencobaan datang, kita mudah jatuh ke dalam dosa, dan ketika pencobaan datang, Tuhan tahu dan membiarkan, padahal Dia sanggup menolong. Kenapakah? Supaya kita berteriak minta tolong kepada Dia dalam doa!! Ini yang sering aku lupa sehingga sering sekali jatuh :(

Setelah itu kebaktian, ada duet Ko Epen dan Ci Suminah yang sangat menyentuh dari BWV 21 Nomor 7-8. Isinya tentang dialog antara Yesus (suara bass) dan jiwa (soprano). Indah sekali! Pak Tong kotbah bagian dari Yoh 8 yang dibawakan dengan pemahaman yang sangat mendalam. Aku ga pernah dengerin pengkhotbah yang bawain bagian ini seperti tadi. Pak Tong bilang bahwa orang banyak menanyakan pertanyaan, tapi banyak motivasi di baliknya yang tidak kita ketahui. Orang-orang di sini jelas-jelas sekali motivasinya sangat buruk. Orang-orang membawa perempuan berzinah itu di hadapan Yesus, menanyakan pertanyaan yang susah sekali. Jika Yesus jawab ya, maka Dia melawan Diri-Nya sendiri yang bilang Dia datang bukan untuk menghakimi, tapi untuk menyelamatkan (Yoh 3:17). Tapi jika Yesus jawab tidak, maka Dia melawan hukum Taurat, dan orang-orang punya alasan untuk menangkap Dia.

Dihadapkan dengan kesusahan ini, Yesus bagaimana? Ternyata Yesus dengan tenang menulis-nulis di lantai. Dia sepertinya tidak terganggu oleh pertanyaan ini. Hal ini juga membuktikan Yesus bisa menulis! (pikirkanlah apa implikasinya). Keadaan sulit ini perlu dipertimbangkan matang-matang. Di sini kita bisa melihat kebijaksanaan Yesus, yang sepertinya ditangkap dengan sangat indah oleh Pak Tong. Pak Tong bilang bahwa orang-orang yang menangkap perempuan itu sangat tidak adil, diskriminasi kepada perempuan, karena si perempuan berzinah, pasti berdua dengan laki-laki. Tetapi yang ditangkap hanya si perempuan, karena perempuan lebih repot berberes-beres dibandingkan laki-laki. Kenapa orang-orang tidak adil, hanya menangkap perempuan yang berzinah saja, sedangkan yang laki-laki dibiarkan lolos begitu saja? Ini ketidakadilan dan berusaha menjatuhkan Yesus.

Kemudian Yesus menjawab dengan kebijaksanaan yang luar biasa, “barangsiapa yang tidak punya dosa, silahkan lempar duluan.” Perkataan ini menusuk ke sum-sum setiap orang disana, karena mereka sendiri berdosa. Setidaknya dalam kasus ini saja, dosa mereka sudah 2. Pertama, mereka menuntut keadilan dan hukuman bagi orang lain yang mereka sendiri melanggar. Kedua, mereka mendiskriminasikan perempuan. Poin pertama sangat penting, karena mereka menuntut hukuman yang sebenarnya merekapun tidak bisa mentaati. Apakah dengan menjalankan rajam batu kepada si perempuan, mereka menjalankan hukum Taurat? Tidak, karena di hukum Taurat, orang-orang yang berzinah harus dirajam dua-duanya, laki dan perempuan (Imamat 20:10). Maka, mereka sendiripun berdosa karena membiarkan si laki-laki lolos.

Perkataan Yesus merasuk ke dalam hati mereka, menyadarkan mereka sendiri akan dosa mereka, sehingga mereka tidak jadi menghakimi perempuan itu. Ini bukti nyata bahwa Yesus adalah Tuhan. Firman-Nya dan kebijaksanaan-Nya melampaui akal pikiran manusia.

Kemudian, setelah semua orang pergi, perempuan ini yang dari menangis memohon belas kasihan, tidak tahu akan mati seperti apa, dihakimi seperti apa, mulai sadar dan berhenti menangis. Kesulitan orang berdosa tanpa Tuhan adalah penyesalan yang tidak habis-habisnya, tapi tidak ada solusi. Hanya bisa menyesal, menyesal, dan menyesal, tapi tidak ada jalan keluar. Dulunya aku membaca bagian ini, melihat perkataan Yesus yang bilang “barangsiapa tidak berdosa silahkan melempari”, aku pikir bahwa habis itu Yesus yang akan melempari perempuan itu, karena Yesus tidak berdosa. Tetapi ternyata Yesus tidak melempari. Hal ini bikin aku bingung, kok Yesus aneh, berarti Dia mengingkari kata-kataNya sendiri dong? Dia kan tidak berdosa, harusnya melempari. Apakah tindakan Yesus ini menyatakan bahwa Dia juga sebenarnya berdosa?

Jawabannya kutemui juga hari ini. Ternyata Yesus tetap tidak berdosa. Yesus berkata, “Akupun juga tidak melempari kamu, pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.” Jawaban Yesus menegaskan kembali prinsip di awal tadi, Yesus datang bukan untuk menghakimi, tapi memberikan keselamatan, anugrah, dan pengampunan. Kedatangan pertama Yesus adalah kedatangan-Nya sebagai Juruselamat yang mengangkut dosa manusia dan memberikan anugrah keselamatan. Pada kedatangan kedua-Nya nanti, barulah Yesus akan menghakimi seluruh dunia. Tuhan begitu baik, banyak sekali kesempatan pertobatan yang diberikan!! Semoga aku benar-benar bisa bertobat dan setia kepada Tuhan...

Setelah itu ada doa KKR dan briefing singkat konselor. Kemudian aku, Jaya, dan Kuce pergi makan bersama yang lain di Redhill. Ada kejadian lucu, yaitu Kuce menaruh gitar di tepi meja. Kemudian ada orang yang membawa ramen tidak sengaja menyenggol gitar Yuku dan panik. Akhirnya gitarnya jatuh beserta ramennya juga tumpah dan membasahi gitar Yuku. Jaya dan Kuce membersihkan sarung gitar Yuku, sedangkan aku menunggui meja. Kemudian kulihat lagi orang yang sama membeli ramen lagi, dan ntah kenapa kudengar bunyi gedubrak lagi. Ya ampun, ketika kulihat itu siapa, ternyata orang yang sama!! Astaga, perasaan bercampur aduk, aneh, kasihan, lucu, dsb. Akhirnya orang itu pergi @.@'

Saturday, November 13, 2010

Perenungan Tentang Manusia

Sudah lama sekali tidak menulis, dan karena dorongan Ebi yang bilang nulis blog cepet, maka aku coba tulis lagi (mulai jam 23:02). Hitung-hitung juga menumpahkan apa yang diketahui sehingga bisa dipikirin lebih dalam dan bisa dilakukan.

Aku uda belajar banyak hal di manapun tentang hal-hal rohani dan rasanya kalau aku cuman dapat dan simpan ga bisa jadi perenungan dan juga mungkin ga akan jadi berkat bagi orang lain. Atau bahkan mungkin sebenernya aku sibuk tapi ga ngerti apa2. Maka aku putuskan untuk nulis hal-hal rohani dan kutulis per tema, dimulai tentang manusia.

Pertama-tama, manusia diciptakan Allah secara sempurna, artinya bahwa manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sudah diciptakan Allah sesuai dengan yang Dia mau. Ketika itu, manusia dilihat Allah sebagai gambaran-Nya yang sempurna; secara peran bisa menjadi wakilnya Tuhan dari seluruh ciptaan. Kemudian manusia juga sempurna karena ketika itu masih suci dan sangat dekat dengan Allah.

Aku membayangkan keadaan kalau aku adalah Adam. Aku tiba-tiba ada, lalu lihat sana sini, aku siapa ya? Ini di mana ya? Kok aku bisa ada? Kemudian ada suara yang menjawab, "Adam, Akulah Tuhan yang menciptakan engkau dan seisi alam semesta yang kau lihat ini. Engkau adalah gambaran-Ku yang mulia. Sekarang dengarkanlah Aku, engkau akan kujadikan bangsa yang besar, engkau akan bertambah banyak. Berkuasalah atas segala sesuatu yang kau lihat, dan pakailah segala yang kau perlukan. Taklukkanlah bumi ini dan isinya, juga peliharalah bumi dan isinya." Aku membayangkan Adam mungkin berkata, "Wah!! Yang bener?? Indahnya dunia ini!! Yang ngomong itu Tuhan yang mencipta segala keindahan dan kebaikan dan kemuliaan ini, maka Dia sendiri pasti indah, baik dan mulia. Ternyata Tuhan toh yang membuat aku ada, ternyata Tuhan bikin aku buat tugas tadi, berkuasa, menaklukkan dan memelihara bumi dan isinya. Waaa!!"

Adam pasti kaget, terpana, dan takjub melihat sekitar dan terutama melihat "Sesosok" yang berbicara dan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan yang menjadikan dirinya dan segala sesuatu terjadi. Maka, Adam pasti akan benar-benar mengagumi Tuhan dan isi ciptaannya. Tuhan yang agung, mulia, indah, tak terbayangkan, sungguh luar biasa, tapi juga Tuhan yang tidak jauh dari saya, mau berbicara kepada saya, memberkati saya, ...

"Adam!", panggil Tuhan. Adam terkejut dari perenungannya, "Oi (aduh ga sopan banget, ganti deh), ya Tuhan." "Lihatlah seisi taman ini, berikanlah nama kepada tiap makhluk", kata Tuhan. "Wah, Tuhan baik sekali!!! Memberi nama kepada makhluk berarti Tuhan mengijinkan saya berkuasa dan memerintah mereka, sama seperti Tuhan memberi nama saya!!" Maka Adam mulai berjalan dari satu tempat ke tempat lain, ketika melihat pohon besar, diberilah nama akasia, pohon tinggi di arah barat sana, air dari buahnya segar sekali, diberilah nama kelapa, karena bentuk buahnya mirip kepala. Adam didekati seekor makhluk yang berbulu lebat, berkaki empat, dan sangat manja, diberilah nama anjing, dan sebagainya.

Sampailah Adam di tengah taman. Tuhan berkata, "Semua buah di taman ini boleh kamu makan. Tapi, khusus buah ini, jangan makan! Ketika kamu makan, maka kamu mati." Adam mendengar sekilas lalu dan terus menamai pohon yang kelihatan oleh dia, tidak begitu memperhatikan perkataan Tuhan.

Setelah selesai menamai semua makhluk, Adam merasa puas. Tetapi anehnya, dia merasa kesepian. "Adakah sesuatu yang bisa menemaniku, diajak bicara, bisa dilihat dan membuatku senang? Gimana sih caranya aku bertambah banyak?" Tuhan mengetahui apa yang Adam pikirkan, kemudian Dia membuat Adam tidur. Ketika tidur, Tuhan membedah tubuh Adam, mengambil tulang rusuknya, dan membuat seorang manusia lain yang serupa tapi tak sama dengan Adam.

"Adam, bangunlah!" Adam bangun dan melihat manusia lain di sebelahnya. Dia kagum sekali dan sangat terkesima melihat makhluk satu ini. Mirip sekali dengannya (ga tepat si kalimat ini, jaman dulu bisa ngaca gitu?), dan sangat indahh... Jikalau Adam lebih gagah, kekar dan berkharisma, maka manusia ini lebih anggun, cantik dan lemah lembut. Adam sungguh jatuh cinta kepadanya. Tuhan berkata, "Inilah pasangan yang seimbang denganmu, cintailah dia dengan segenap hatimu, bekerjalah bersama dengan dia sesuai dengan perintah yang sudah Kuberikan kepadamu. Perempuan ini sederajat denganmu, tapi engkau akan mewakili kalian di depan aku, engkau akan memimpin dia, dan dia akan menaatimu. Maka, kasihilah dia." Hari itu adalah hari terbaik Adam, karena dia menemukan seseorang yang sepadan dengan dia. Hawa, sang perempuan itu, juga sama berbahagianya dengan Adam. Mereka memuji Tuhan dan bersukacita karena Dia.


Cerita di atas sangat indah (walaupun mungkin aku menceritakan dengan tidak indah). Apa yang kupikirkan adalah Tuhan yang kekal, yang tidak perlu mencipta yang sementara, tapi Dia mau menciptakan makhluk-makhluk di bumi, termasuk manusia yang diberikan sangat banyak hal dan kemiripan dengan Dia. Sungguh indah. Manusia yang menjadi gambaran Allah yang sempurna, diberikan keagungan, keindahan dan kemuliaan Allah, diberikan pikiran dan perasaan untuk menentukan segala sesuatu, sungguh keajaiban yang tak terbayangkan. Alam yang menceritakan kemuliaan Allah juga menunjukkan keajaiban Allah. Apakah pernah kita bayangkan keindahan ini? Apakah kita pernah merindukan keindahan ini? Pernahkah bingung kenapa sekarang nggak begitu lagi? Ini akan jadi perenungan selanjutnya..

(selesai 23:42 ~ 40 menit.. Ebiiii, ga hanya 15 menitttttt!!!)

Saturday, April 24, 2010

23 April 2010

Hari ini hari Jumat, hari yang cukup spesial di mana teman2 yang exam cuman ada 2 timeslot, jam 9.00-11.30 dan 14.30-17.00 saja. Dan terlebih spesial karena pagi hari bisa bangun pagi, mendoakan teman yang sedang berpusing ria mempersiapkan diri melangkah menuju ruangan ujian, dan bahkan membawakan renungan EPM. Renungan yang kubawakan ini kupersiapkan cukup lama karena topik yang sulit dan pengalaman yang kurang (ini kesempatan pertama bawain renungan EPM). Renungannya kira2 mencakup poin2 berikut:

  • Manusia yang diciptakan menurut citra Allah sudah rusak dan berdosa, sehingga konsep nilai yang menempel dalam diri manusia sudah rusak.
  • Manusia adalah satu2nya makhluk yang diciptakan dengan kemampuan menilai, baik menilai objek di luar dirinya maupun menilai dirinya.
  • Menilai diri jauh lebih mulia karena diri manusia diciptakan untuk kekekalan.
  • Dalam kesempatan yang singkat dalam kekekalan yang panjang, Tuhan memberi talenta, kesempatan kepada kita untuk dikerjakan sebaik2nya. Sudahkah itu ditemukan semua dan diolah dengan baik? Atau kita buang2 anugrah Tuhan?
  • Kalau kita belum ketemu semua talenta kita dan apa yang dikerjakan belum maksimal, kenapa harus iri hati? Kenapa harus minder?
  • Diri kita akan dinilai Tuhan sebagai examiner sejati hidup kita.
  • Dengan talenta, apa kita sudah bersyukur dan kita bisa bawa itu kepada Tuhan dengan rasa sukacita dan puas akan apa yang kita kerjakan?
  • Contoh self esteem dari Tuhan Yesus: Ketika memulai pelayanan dan disukai banyak orang, Yesus tidak merasa diri-Nya superstar yang harus punya banyak fans dan selalu tampil. Tapi ketika Dia mengusir pedagang2 dari Bait Allah, Dia memang harus menunjukkan diri-Nya adalah Allah dan tidak boleh tidak tampil.
  • Percuma saja kalau exam dapat A tapi Tuhan menilai kita dengan F.


     

Fiuh, sungguh pergumulan yang sangat berat dalam membawakan bahan seberat ini, terlalu banyak yang aku tahu itu benar, tapi aku nggak pernah melakukan itu. Sedangkan "tahu" dalam tuntutan Tuhan kan berarti tahu secara kognitif dan aplikatif. Ga bisa bayangin hamba Tuhan yang mempersiapkan khotbah selama 1 jam bergumul berapa lama, saya yang membawa renungan 15 menit saja (akhirnya jadi 25 menit sih) perlu persiapan hampir 4 hari untuk memikirkan hal-hal yang harus diomongkan. Dan lebih ga bisa bayangin lagi pergumulan mereka yang berkhotbah tentang hal2 yang sangat berat yang mungkin belum tentu bisa mereka kerjakan. Fuih.. But overall I enjoy this sharing.


 

Berikut adalah beberapa komentar tentang teman2 yang kutanya pertanyaan yang sama; "Renunganku tadi gimana?"

  • "Oke lah, sangat aplikatif, dan apalagi kalimat terakhirnya yang percuma kalau exam A tapi Tuhan menilai F, nancep banget" -- GUS
  • "Bagus kok, uda pernah bawain renungan ya?"--JK
  • "Nggak banyak sesat sih, paling cuman 1 aja, dualisme antara duniawi dan rohani." -- IPG
  • "Itu tadi renungan ya? Gw kira lawak. Hahaha. Nggak kok, ngerti kok.. Apa ya poinnya? Hmm, hmm (lama banget baru jawab T.T)" -- AK
  • "Bagus, tapi kamu juga sama kayak aku, banyak pake bahasa yang sulit, ga mudah dipahami orang. Dan dalam renunganmu bisa ada filsafatnya (seseorang Prancis, aku lupa namanya)." -- HSS

Yah sebegitulah komentar temen2 yang bisa kuingat. Semoga akan menjadi refleksi bagi diri saya sendiri. Dan setelah itu saya ngebench dan ngegeje. Dan taulah sendiri, ga belajar dan mengganggu orang L. Maafkan saya haibara dan HSS T.T

Thursday, April 22, 2010

BENCH OH BENCH..

Yak, semester pertama ikutan anak2 ISCF yang ngebench, yang pada ga jelas dan beberapa persen waktunya dipake buat ngegeje (mulai lebai). Dan menariknya adalah di sini saya menemukan pelepasan ketika sedang berstress dan berkutat dengan lecture notes yang tidak bisa dimengerti, ataupun hitung2an yang ga bisa pas masuk dengan answer key dari lecturer. Hehehe. Dan sebenernya di bench malah makin ga dapat :P.

Anyway, I feel that ISCF makes a sort of my life in NTU. Sedikit banyak, ISCF membuatku berubah, merenung, bertumbuh, dan sedikit banyak melihat realita hidup melalui teman2 (dan mungkin acquaintances) di persekutuan ini. Sekedar info, ISCF adalah Indonesian Student Christian Fellowship, persekutuan mahasiswa berbahasa Indonesia di NTU dan Singapura. Dan saya harus kerja LPJ dan belajar dan bikin renungan.. Aaaaa…

Saturday, March 13, 2010

Membuat Banyak Buku Tak Akan Ada Habisnya, dan Banyak Belajar Melelahkan Badan

"Hello, Indra, nggak salah tulis judul ya? Yang bener aja, kok malah nyuruh orang malas-malasan?? Hari gini, kalo malas bisa mati, dikalahin orang lain!!"

Ups, sabar dulu, teman. Itu kan cuman judul. Kata orang, jangan lihat buku dari covernya doang. Jangan lihat posting dari judul doang dong :D Ini adalah sebuah kutipan dari sebuah ayat di kitab Pengkhotbah 12:12. Nah, kalau mau ngerti maksudnya, silahkan baca sendiri ayat itu dan seluruh perikopnya, barulah membuat penilaian. Hehehe. Saya sedang ingin menulis karena lagi muncul banyak ide liar yang tak akan berguna apabila tidak ditumpahkan ke dalam tulisan, karena bisa saja terlupakan dari otakku dan takkan teringat lagi.

Ok, apa yang membuatku menulis tentang ini? Ada banyak hal yang mendorongku dan tiba-tiba saja terpikir akan hal ini. Akan kucoba jabarkan, jatengkan dan jatimkan (jayus mode: ON, buat yang ga ngerti, anggap aja ga ada) satu per satu. Pertama adalah, kita sering sekali prejudice dan melihat segala sesuatu keluar dari konteks akan kejadian tersebut. Contohnya dengan kalimat paling pertama dari postingan ini. Ketika membaca judul ini, orang akan cenderung berpikir bahwa ini adalah curhatan seseorang sangat pintar yang sudah bete dan bosen belajar karena tidak ada lagi yang bisa dipelajari (in fact, it is!!). Atau, orang akan merasa bahwa aku sedang menyuruh orang bermalas-malasan dan sedang menyuruh tidur saja, toh ga ada gunanya belajar. Bacalah ayat tersebut satu pasal, kalau perlu satu kitab penuh, dan temukanlah maksud ayat itu, sesuai dengan konteks bacaan tersebut. Socrates yang luar biasa pintar dan bisa dianggap sebagai bapak segala ilmu pada zaman kuno pernah berkata kira-kira seperti begini, "Aku hanya mengetahui setitik air yang kecil dari samudra yang begitu luas".

Berhubungan dengan paragraf di atas, hal lain yang dapat dipelajari dari kutipan ini adalah, jangan menganggap dirimu sudah tau banyak dan merasa diri pintar, karena di atas langit masih ada langit. Ketika saya masih di Pontianak, sebuah kota terpencil di suatu pulau tak terkenal bernama Kalimantan di mana saya lahir dan dibesarkan, saya belajar sedikit hal tentang Alkitab, teologi, firman Tuhan, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Saya merasa sudah sangat pintar dan sangat mengetahui Alkitab, juga merasa mengetahui banyak sekali tentang ilmu pengetahuan. Ternyata, ketika terdampar di pulau kecil bernama Singapura ini, saya benar-benar baru sadar bahwa apa yang saya pahami hanyalah sebuah molekul air di antara samudera. Luar biasa sedikit!!! Dan saya sangat mengamini filosofi di atas langit masih ada langit itu. Saya cuman pernah mempelajari buku Rick Warren dan dengan bangga merasa sudah sangat kenal Alkitab. Bukan berarti saya menghina atau menjelek-jelekkan Rick Warren, tapi apa yang saya pelajari sangatlah kecil dan dangkal. Musik yang saya kenal adalah musik pop dan rock, sedikit jazz dan blues, dan saya mengira saya lumayan hebat di musik. Namun ketika di sini, saya belajar begitu agungnya dan rumitnya musik klasik sehingga tidak dapat tertandingi oleh musik jaman sekarang yang sangat sederhana dan memuaskan perasaan saja, bukan memuaskan telinga dan pikiran. Sekali lagi, kesombongan saya runtuh.

Kadang saya juga pernah berpikir ketika menghadapi sebuah situasi, si A orangnya begini, khotbah si B sesat, ajaran si C benar-benar menyimpang, doktrin D tidak Alkitabiah. Hei, mas!! Tak kenal maka tak sayang. Jikalau kita cuman pernah dengar omongan orang 1 kali saja, menghakimi khotbah seseorang tapi dengar khotbahnya pun tidak pernah, tau doktrin cuman tau nama, bahkan semuanya itu cuman diketahui oleh sumber kedua (yaitu orang lain, bukan dari si penyampai), celakalah kita, karena kita lebih buruk daripada orang yang tak pernah mendengar sama sekali. Kita tau sedikit, tapi sangat sepihak (bias) dan salah mengartikan sesuatu. Papaku pernah bilang, kalau mau mencoba satu usaha atau sesuatu, cobalah selama 2 tahun, lihat apakah bisa sukses atau nggak. Walaupun agak nggak nyambung, tapi saya melihat prinsip yang bisa dipakai, untuk mengerti sesuatu, marilah belajar lebih banyak dan lebih lama untuk benar-benar mengerti secara tuntas. Maka celakalah kita kalau kita tidak belajar banyak-banyak untuk memperlengkapi hidup kita. Saya percaya manusia yang tidak belajar adalah manusia yang jiwanya tua dan sangat membosankan, sehari-hari omongannya cuman uang, film, cewek, anime, manga, dll. Apalah artinya itu semua dengan hidup ini. Manusia hidup bukan hanya dari roti yang memuaskan mulut dan perut saja, tapi juga hal lain yang bisa memuaskan arti dan makna dari hidup. Musik yang agung, seni yang indah, hubungan yang harmonis, pemikiran dan cara pandang terhadap sesuatu yang Alkitabiah, dan tentu saja, dari Firman Tuhan.

Namun, ada satu hal yang saya merasa sangat lemah dan butuh kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi hal ini. Sejak saya di Singapura, saya jadi merasa cukup banyak ketiban informasi dan belajar terlalu banyak, sampai tidak sempat direnungkan dan sangat bingung tentang signifikansi dari saya mempelajari hal itu. Intinya, saya tau teori tapi saya tidak tau aplikasi. Ini memang menjadi problem besar dari diri saya sejak kecil. Saya paling suka baca, tau teori, belajar dari buku, observasi, tapi kalau langsung terjun untuk melakukan hal tersebut, saya merasa mati. Contoh gampang, saya tau teori berenang, bagaimana mengharmonisasi kaki dan tangan, tapi kalau saya disuruh berenang, takutnya setengah mati. Akhirnya jadilah saya tau teori berenang tapi tidak (belum!! lebih optimis dong) bisa berenang. Banyak hal yang saya sering seperti itu, bahkan yang lebih parah, tidak bisa melakukan, tapi tahu sedikit teori dan malah mengkritik orang yang cukup ahli. Saya belajar untuk mengerti ayat ini dengan persepsi bahwa jikalau kita tau banyak teori, banyak belajar, tapi kita tidak melakukan dan menerapkannya, itu akan jadi sia-sia dan melelahkan. Mungkin kita bisa nulis banyak buku dari pengetahuan kita, tapi semuanya meaningless jikalau kita tidak bisa mengerjakannya.

Saya sangat senang dengan salah satu guru di sekolah. Dia berani menghabiskan waktu sekitar 1.5-2 jam untuk menceritakan panjang lebar mengapa kami harus mempelajari absorption process dan apa kaitannya dengan kehidupan di bumi ini. Dia menjelaskan dan mengajak diskusi tentang masalah yang dihadapi oleh manusia dan bagaimana pelajaran kami bisa memberikan kontribusi untuk bumi dan membuat segala sesuatu berharga. Dia sampai memberikan data-data yang menunjang, seperti jumlah CO2 dalam udara, jumlah emisi CO2 per kapita dari Singapura, dan cara orang2 untuk memisahkan CO2 dari udara. Ini semua tidak ada hubungan secara langsung dengan pelajaran saya, yaitu absorption process. Jarang sekali ada guru di sekolahku yang mau "membuang" waktu sebanyak itu untuk menjelaskan hal yang sangat esensi ini. Banyak guru lain cuman kasih contoh kasus dan langsung jadi soal, atau memberitahukan bahwa hal ini penting ketika kalian kerja, dsb. Abstrak sekali. Maka saya senang jikalau apa yang saya pelajari secara kognitif, secara sadar saya juga tau apa gunanya untuk masyarakat dan bagaimana berkontribusi dengan pengetahuan itu. Sama persis dengan pengetahuan teologi saya yang harus saya terapkan supaya apa yang saya ketahui bisa menjadi signifikan untuk orang-orang di sekitar saya.

Kurasa cukup dulu sampai di sini. Intinya adalah, banyak membaca, observasi, dan belajar dari segala sesuatu, dan cobalah ketahui, untuk apa kamu belajar, bukan hanya asal, tapi ketahuilah meaning. Cheers :D

Saturday, February 27, 2010

Random Things

Wah, udah lama nggak nulis, dan lagi ingin menulis. Sekarang sedang banyak sekali kerjaan, dan bervariasi, dari lab report, resensi buku, persiapan KTB, tugas-tugas sekolah dan pelajaran yang harus diulang. Bersyukur sekali karena minggu ke depan adalah recess dan lebih banyak waktu luang, walaupun jadwal di recess juga masih cukup penuh.

Sekarang sedang di NTU, menemani yang sedang EE (Evangelism Exposure) Training. Banyak kerjaan yang bisa dikerjakan disini, tapi banyak juga yang bisa mengganggu konsentrasi. Banyak hal dan perenungan pribadi yang ingin kuceritakan, tapi rasanya terlalu panjang kalau tulis di sini sih. Tulis beberapa saja deh.

Pertama, aku sedang ikut kelas Pak Billy tentang Kitab Injil dan Kisah Para Rasul. Satu hal yang cukup mengganggu dengan pelajaran ini adalah belajar tentang kesalahan orang liberal dalam interpretasi mereka tentang kitab2 ini, dan pelajaran ini cukup dalam dan susah. Kadang saya bingung dan takut, kenapa orang yang semakin banyak belajar, semakin jauh dari Tuhan? Apakah artinya ga boleh belajar, atau belajar sedikit lebih baik? Tapi kalau cuman belajar sedikit, saya akan jadi katak di dalam tempurung. Dan melalui perenungan lebih dalam, saya tiba pada kesimpulan bahwa belajar semakin dalam dan semakin banyak tahu bisa menguji iman, apakah iman kita bisa guncang karena pelajaran kita (yang notabene adalah kesalahan orang lain), dan pemikiran kita bisa terus diredeem oleh firman Allah yang benar.

Kedua, besok adalah audisi untuk bergabung dengan choir. Cukup menegangkan dan sulit, karena lagunya yang cukup susah dan ada beberapa bagian yang masih belum bisa kunyanyikan. Semoga bisa deh, dalam anugrah Tuhan :D. Ngomong-ngomong tentang choir, teringat tentang travel ke Jerman yang sangat ingin kuikuti. Tapi dalam kesempatan ini, rasanya saya harus belajar untuk menahan diri dan tidak memaksakan keinginan untuk ikut karena keuangan yang terbatas dan kemungkinan bentrok dengan waktu magang. Karena banyak teman yang ikutan, semoga teman2 bisa mendapat berkat dan belajar banyak hal dari perjalanan ini ya :D

Segini dulu deh postingnya, pengen untuk menulis lebih banyak dan lebih sering.

Monday, December 28, 2009

Bulan Desember 2009, Bulan yang Penuh Kesan

Sudah lama tidak menulis, sebaiknya menuliskan lagi apa saja yang ada di ide karena kalau tidak dituliskan semuanya hilang dan sia2. Akhir tahun 2009 ini menjadi akhir tahun yang cukup banyak meninggalkan kesan buat saya. Ada 2 alasan besar yang menyebabkan itu yaitu pelaksanaan Camp NTU-ISCF (Indonesian Student Christian Fellowship) - dimana saya menjadi ketua panitianya - dan keikutsertaan saya dalam Simposium Teologi dan Penginjilan yang bertemakan "Kewajiban Gerakan Reformed Injili di Zaman Ini". Dalam tulisan ini saya akan share tentang yang pertama saja sedangkan yang kedua akan saya bagikan di tulisan yang berikutnya.

Camp NTU-ISCF adalah acara yang besar bagi saya, karena pertama kalinya saya memimpin event di Singapura (walaupun semua orang yang ikut adalah orang Indonesia, tapi believe me, cara Indo dengan cara Singapur beda). Ini adalah sebuah kesempatan pelayanan yang sinkron dengan visi ISCF dan yang lebih penting adalah kerajaan Allah khususnya di NTU. Kenapa? Karena camp ini berusaha untuk memberikan firman Tuhan yang setia kepada orang2 dari berbagai denominasi untuk mendengar firman dan melaksanakannya.

Wah, saya belajar banyak hal dari event ini baik dari persiapannya maupun dari pelaksanaannya. Ada banyak rintangan, baik itu masalah2 camp, ataupun masalah kebebalan diri saya sendiri. Pertama2 ketika menggumulkan pelayanan di NTU-ISCF, saya kurang sekali bergumul dan mencari kehendak Tuhan dalam hal ini. Saya ditawari 2 macam pelayanan yang cukup besar, salah satunya menjadi ketua camp ini. Dan ketika itu adalah waktu liburan, di mana saya masih sangat labil dan tidak bisa benar2 menggumulkan apa yang harus saya kerjakan. Akhirnya karena terus didesak dan waktu memang cukup mepet, saya memutuskan untuk mengambil pelayanan ini, tanpa tahu apakah langkah ini betul2 kehendak Tuhan atau bukan.

Awalnya saya sudah menyiapkan beberapa rencana untuk persiapan camp ini, dan kesombongan saya sungguh menguasai dan saya sangat merasa bahwa apa yang telah saya persiapkan sudah sangat sempurna dan sama sekali nggak berpikir untuk tanya Tuhan, persiapan saya sudah benar atau nggak. Ternyata sembari berjalan, semua plan saya rusak dan saya dipaksa untuk bikin plan baru dan pusing sendiri. Banyak detail yang saya skip di sini, tapi intinya adalah saya percaya bahwa Tuhan mengintervensi acara ini dengan cara meruntuhkan segala kesombonganku dan takluk pada pimpinan dia dalam segala hal, tak terkecuali dalam camp ini dan semua persiapannya. Sayang, ketika itu saya masih tidak sadar dan bukan berpikir bahwa saya terlalu sombong, tapi saya kurang matang perencanaannya sehingga semuanya berantakan. Dan saya tetap mengandalkan diri saya sendiri sampai cukup dekat camp. Ketika masalah2 semakin rumit dan memuncak, saya tersadar bahwa saya butuh hikmat Tuhan untuk memimpin para panitia dan kami semua butuh hikmat Tuhan untuk menjalankan pelayanan ini.

Akhirnya, beberapa hal yang benar2 dapat saya syukuri dari persiapan dan pelaksanaan camp ini adalah:
1. Banyak hal yang tak bisa dikontrol oleh manusia. Biarlah manusia bekerja apa yang menjadi tanggung jawabnya dan berserah kepada Tuhan sepenuhnya.
2. Tuhan bisa "mengacaukan" banyak hal yang sebenarnya digunakan untuk memperbaiki banyak hal, baik itu dari event itu sendiri maupun karakter dari setiap orang.
3. Teman-teman yang Tuhan tempatkan di persekutuan adalah harta yang berharga dan bernilai kekal.
4. ISCF ada di arah yang benar dan setiap anggota punya tanggung jawab untuk mempertahankan dan terus membenahi pengajaran2 dan hal2 lain yang bisa lebih diperbaiki.

Demikian dulu sharingnya. Kalau ada akan saya lanjutkan lagi. SDG.