Sabtu, 27 Nov 2010: Subuh-subuh masi menemani Yuku bikin examkejut yang ada di www.kejut.com/exam15, baru bobo jam 4 padahal jam 9.45 pesawat menuju Jakarta akan berangkat. Pagi terbangun jam 7 dan sesegera mungkin mandi dan ngebut (lari2 maksudnya) ke mrt. Sudah nyampe mrt ternyata masi tunggu yuku yang bobo jam 5.30 -.-” Jadi jam 7.45 berangkat dari Pioneer ke bandara, di mana sudah pasti telat ke bandara. Akhirnya setelah bingung-bingung lama, diputuskan cegat taxi di Kallang, lumayan 12 dolar saja. Dan nyampe di counter Lion Air, pesawat yang akan dinaiki, sekitar 8.45 (1 jam sebelum terbang), ternyata masi antri sangatt panjang -.-'''' Singkat cerita nyampe pula di pesawat, sempat bertemu Tiffffffa dan Dea (Dea akan nyanyi hari itu juga).
Ku ke Jakarta dibujuk Yuku dan Pak Billy untuk nonton konser Simply Mozart di Aula Simfonia Jakarta. Sampai di Jakarta dijemput oleh supirnya Pak Freddy, dan dianterin kemana-mana ^^ Ku melihat supirnya Pak Freddy, jadi lebih bisa menghayati apa namanya menjadi “hamba”, karena disuruh Pak Freddy untuk antarin ku dan Yuku yang tidak dikenal si supir, tapi tetep diantarin dan ditungguin sampai malam sekali walaupun masi harus pulang ke rumah dan harus datang lagi pagi-paginya... Ku jadi merenung katanya orang Kristen dipanggil menjadi hamba Tuhan, tapi aku nggak bisa seperti itu.
Konser hari itu bagus sekaliiii, Pak Billy sambil main piano sambil conduct dan kagum!! Setelah itu tangan Pak Billy sampai keseleo ntah kepentok apa. Menonton konser pertama kali di Aula Simfonia dan sangat terkesan dan indah :D
Minggu, 28 Nov 2010: Beribadah di GRII Pusat, setelah itu makan nasi padang dan pergi ke museum nasional yang juga dikenal museum gajah. Sayang sekali hanya bisa sebentar, kurang lebih 1.5 jam saja. Setelah itu Yuku dijemput orangtuanya pergi ke Bogor dan kemudian ke Bandung, aku bersama Hadi dan Ko Jimmy ke rumah Ko Jimmy sebelum ke bandara untuk pulang lagi. Aku pulang naik Tiger Airways yang untungnya cuman telat mendarat 5 menit sehingga dapat MRT terakhir. Hore!
Senin, 29 Nov 2010: Pertama kali KK pake bahan resmi yaitu dari “Nasihat bagi Petobat Baru”, sebuah surat tulisan Jonathan Edwards yang ditujukan pada seorang wanita petobat baru. Isi suratnya bagus sekali dan patut dibaca oleh petobat baru maupun orang lama.
Rabu, 1 Des 2010: Hari ini ada Rally Doa KKR Natal, Bu Maria mengingatkan bahwa tuaian memang banyak dan pekerja sedikit, dan bahwa kita harus meminta kepada Tuhan untuk mengirimkan diri kita menjadi pekerja. Setelah itu OSG sebentar untuk memikirkan langkah-langkah konkrit untuk mengajak orang-orang ke KKR.
Jumat, 3 Des 2010: PU Gabungan 3 tentang exam. Renungan hari itu cukup mengingatkan, karena bilang bahwa untuk menjadi berkat di masa exam, kita juga perlu jadi berkat di hari-hari lain yang tidak exam, kalau nggak maka sama aja omong kosong. Selain itu, kerajinan dan kerohanian kita saat exam tidak boleh dikompromikan karena exam adalah masa pengujian yang mencerminkan tindakan dan tanggapan kita terhadap masalah kita sehari-hari. Walaupun lagi IA, tampaknya hal ini cukup relevan buat saya.
Sabtu, 4 Des 2010: Hari lain dimana terjadi rapat seharian lagi (rapat exco ISCF 2010/2011), tapi kali ini lebih berkesan karena rapat ini semua orang memberikan masukan dan saran kepada sie lain, jadi semua orang ngomong dan menyampaikan uneg-unegnya kepada masing-masing orang. Cukup panjang dan berkesan. Hari ini juga memotong-motong bahan-bahan untuk rujak buah yang akan disantap besok harinya di acara ramah-tamah peserta katekisasi.
Minggu, 5 Des 2010: Hari yang cukup penting karena saya dan beberapa teman lain disidi. Yang dibaptis adalah Yola, Sherly, Eric, Hendry, dan 2 jemaat Inggris. Yang disidi adalah Belinda, Erika, Fenny, aku, Michael, Yuku, dan Vincent (baru tau nama kecilnya Vincent adalah Vinnie) serta 1 jemaat Inggris. Yang diatestasi adalah Eunice, Suta, Pak Sudjali, Ibu Lucia, Effendi dan Jandi. Kata-kata Pak Tong sebelum sakramen membuat teringat lagi bahwa janji baptisan adalah berjanji di hadapan Tuhan, jemaat Tuhan, dan juga malaikat, termasuk Iblis. Maka itu setelah ini, ketika melakukan dosa dan sadar itu dosa, maka akan lebih susah lepas karena Iblis melihat dosa dan janji baptisan kita dan bisa terus-menerus membuat rasa bersalah di dalam diri. Susah sekali... Setelah itu ada makan-makan bersama di lantai 4, ada nasi kuning yang enak sekali.
Senin, 6 Des 2010: Minggu persiapan presentasi, semua intern cukup heboh tentang presentasi, mencari topik, bikin slide, cari engineer dan lain2. Hari ini KK melanjutkan tentang surat Jonathan Edwards dan pembahasan kali ini cukup mendalam dan meluas kemana-mana.
Selasa, 7 Des 2010: Hari ini ada exam visitation ke Stephen Nataniel bersama Victor (Viccot). Mendapat banyak cerita lucu tentang seorang guru BIE dari Tepen dan pengalaman serunya ke Sepang.
Rabu, 8 Des 2010: Rencana OSG ga jadi, karena Yuku mau nemanin Ceru ke Bible Study, tapi ternyata batal juga :( Malamnya makan malam bersama Ebi dan setelah itu Ebi menunjukkan banyak hal (padahal maksud hati bikin presentasi IA), contohnya adalah buku tentang bahasa Prancis, Latin, buku resep pasta dan sushi, buku tentang anggrek, dan terutama foto-foto tentang perjalanannya ke Wuhan dan Shanghai dan melihat kebahagiaan dia jadi pengen sekali pergi. Hehehe.
Kamis, 9 Des 2010: Akhirnya slide presentasi IA sudah selesai dan tinggal latihan. OSG hari ini membahas artikel Canon of Dort (akhirnya setelah tertunda berminggu-minggu). Bagian 1 membahas tentang pemilihan, dan dibingungkan oleh dosa asal, apakah dosa asal manusia membuat dia dihukum (sehingga bayi yang mati akan masuk neraka), atau dosa asal tidak membuat dihukum, tapi dosa yang tampak (sehingga bayi yang mati akan masuk surga). Bagian 2 membahas tentang pengorbanan Kristus yang cukup untuk menebus seluruh dosa manusia tetapi tidak semua manusia tidak mendapatkan penebusan ini.
Jumat, 10 Des 2010: Presentasi IA yang ditunggu-tunggu datang juga. Aku menjadi presenter kedua dan cukup kacau, karena memang bahannya sedikit dan sederhana. Aku juga ditanya-tanya tentang hal teknis yang aku nggak tau dan akhirnya bingung. Hebatnya, supervisor saya, Mr. Adrian Chan, menolong dengan menjawab beberapa pertanyaan yang aku bingung. Ternyata dia baik dan tidak cuek juga!! Hehehe. Makasih!! Malam ini nginap di tempat Yuku karena besok akan berenang.
Sabtu, 11 Des 2010: Paginya berenang dan cukup bahagia karena sudah berhasil belajar mengapung! Hore!! Hehehe. Berniat akan belajar lagi dalam waktu dekat, semoga kesampaian. Malamnya ke Orchard Road dan membagikan undangan KKR Natal kepada orang-orang, sangat seram ntah kenapa, padahal dipikir-pikir ya harusnya ga perlu serem. Apakah karena aku kurang kasih dari Tuhan, kurang mengasihi orang-orang yang butuh Firman, atau karena aku egois, atau aku belum disentuh kasih Tuhan, atau karena Tuhan yang ga mau pakai aku, aku ga tau.
Minggu, 12 Des 2010: Pagi-pagi ke Hok Im Tong (dengan sangat telat T.T) untuk nonton drama Natal mereka. Cukup bagus dan terkesan dengan pemain utama (si anak kecil yang sangat lucu dan berbakat sekali). Dapat makanan dari sana juga, nasi padang yang enaaaaaakkkk luar biasa ^^

Foto undangan ke drama musikal
Setelah itu buru-buru ke gereja untuk latihan gitar, belajar Rondo in D karangan Carulli yang bagus, dibagi 2 gitar. Jaya hari ini pertama kali ikut gitar dan lulus audisi dengan lagu Ode to Joy!!! Terus latihan sampai jam 4, setelah itu ikutan OSG bersama Ko Aan dan Ko Aan mengapologetik semua peserta, membingungkan seluruh konsep yang sudah diyakini dengan tujuan baik. Ko Aan memberi pesan yang sangat mengena, yaitu ketika kesulitan/pencobaan datang, kita mudah jatuh ke dalam dosa, dan ketika pencobaan datang, Tuhan tahu dan membiarkan, padahal Dia sanggup menolong. Kenapakah? Supaya kita berteriak minta tolong kepada Dia dalam doa!! Ini yang sering aku lupa sehingga sering sekali jatuh :(
Setelah itu kebaktian, ada duet Ko Epen dan Ci Suminah yang sangat menyentuh dari BWV 21 Nomor 7-8. Isinya tentang dialog antara Yesus (suara bass) dan jiwa (soprano). Indah sekali! Pak Tong kotbah bagian dari Yoh 8 yang dibawakan dengan pemahaman yang sangat mendalam. Aku ga pernah dengerin pengkhotbah yang bawain bagian ini seperti tadi. Pak Tong bilang bahwa orang banyak menanyakan pertanyaan, tapi banyak motivasi di baliknya yang tidak kita ketahui. Orang-orang di sini jelas-jelas sekali motivasinya sangat buruk. Orang-orang membawa perempuan berzinah itu di hadapan Yesus, menanyakan pertanyaan yang susah sekali. Jika Yesus jawab ya, maka Dia melawan Diri-Nya sendiri yang bilang Dia datang bukan untuk menghakimi, tapi untuk menyelamatkan (Yoh 3:17). Tapi jika Yesus jawab tidak, maka Dia melawan hukum Taurat, dan orang-orang punya alasan untuk menangkap Dia.
Dihadapkan dengan kesusahan ini, Yesus bagaimana? Ternyata Yesus dengan tenang menulis-nulis di lantai. Dia sepertinya tidak terganggu oleh pertanyaan ini. Hal ini juga membuktikan Yesus bisa menulis! (pikirkanlah apa implikasinya). Keadaan sulit ini perlu dipertimbangkan matang-matang. Di sini kita bisa melihat kebijaksanaan Yesus, yang sepertinya ditangkap dengan sangat indah oleh Pak Tong. Pak Tong bilang bahwa orang-orang yang menangkap perempuan itu sangat tidak adil, diskriminasi kepada perempuan, karena si perempuan berzinah, pasti berdua dengan laki-laki. Tetapi yang ditangkap hanya si perempuan, karena perempuan lebih repot berberes-beres dibandingkan laki-laki. Kenapa orang-orang tidak adil, hanya menangkap perempuan yang berzinah saja, sedangkan yang laki-laki dibiarkan lolos begitu saja? Ini ketidakadilan dan berusaha menjatuhkan Yesus.
Kemudian Yesus menjawab dengan kebijaksanaan yang luar biasa, “barangsiapa yang tidak punya dosa, silahkan lempar duluan.” Perkataan ini menusuk ke sum-sum setiap orang disana, karena mereka sendiri berdosa. Setidaknya dalam kasus ini saja, dosa mereka sudah 2. Pertama, mereka menuntut keadilan dan hukuman bagi orang lain yang mereka sendiri melanggar. Kedua, mereka mendiskriminasikan perempuan. Poin pertama sangat penting, karena mereka menuntut hukuman yang sebenarnya merekapun tidak bisa mentaati. Apakah dengan menjalankan rajam batu kepada si perempuan, mereka menjalankan hukum Taurat? Tidak, karena di hukum Taurat, orang-orang yang berzinah harus dirajam dua-duanya, laki dan perempuan (Imamat 20:10). Maka, mereka sendiripun berdosa karena membiarkan si laki-laki lolos.
Perkataan Yesus merasuk ke dalam hati mereka, menyadarkan mereka sendiri akan dosa mereka, sehingga mereka tidak jadi menghakimi perempuan itu. Ini bukti nyata bahwa Yesus adalah Tuhan. Firman-Nya dan kebijaksanaan-Nya melampaui akal pikiran manusia.
Kemudian, setelah semua orang pergi, perempuan ini yang dari menangis memohon belas kasihan, tidak tahu akan mati seperti apa, dihakimi seperti apa, mulai sadar dan berhenti menangis. Kesulitan orang berdosa tanpa Tuhan adalah penyesalan yang tidak habis-habisnya, tapi tidak ada solusi. Hanya bisa menyesal, menyesal, dan menyesal, tapi tidak ada jalan keluar. Dulunya aku membaca bagian ini, melihat perkataan Yesus yang bilang “barangsiapa tidak berdosa silahkan melempari”, aku pikir bahwa habis itu Yesus yang akan melempari perempuan itu, karena Yesus tidak berdosa. Tetapi ternyata Yesus tidak melempari. Hal ini bikin aku bingung, kok Yesus aneh, berarti Dia mengingkari kata-kataNya sendiri dong? Dia kan tidak berdosa, harusnya melempari. Apakah tindakan Yesus ini menyatakan bahwa Dia juga sebenarnya berdosa?
Jawabannya kutemui juga hari ini. Ternyata Yesus tetap tidak berdosa. Yesus berkata, “Akupun juga tidak melempari kamu, pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.” Jawaban Yesus menegaskan kembali prinsip di awal tadi, Yesus datang bukan untuk menghakimi, tapi memberikan keselamatan, anugrah, dan pengampunan. Kedatangan pertama Yesus adalah kedatangan-Nya sebagai Juruselamat yang mengangkut dosa manusia dan memberikan anugrah keselamatan. Pada kedatangan kedua-Nya nanti, barulah Yesus akan menghakimi seluruh dunia. Tuhan begitu baik, banyak sekali kesempatan pertobatan yang diberikan!! Semoga aku benar-benar bisa bertobat dan setia kepada Tuhan...
Setelah itu ada doa KKR dan briefing singkat konselor. Kemudian aku, Jaya, dan Kuce pergi makan bersama yang lain di Redhill. Ada kejadian lucu, yaitu Kuce menaruh gitar di tepi meja. Kemudian ada orang yang membawa ramen tidak sengaja menyenggol gitar Yuku dan panik. Akhirnya gitarnya jatuh beserta ramennya juga tumpah dan membasahi gitar Yuku. Jaya dan Kuce membersihkan sarung gitar Yuku, sedangkan aku menunggui meja. Kemudian kulihat lagi orang yang sama membeli ramen lagi, dan ntah kenapa kudengar bunyi gedubrak lagi. Ya ampun, ketika kulihat itu siapa, ternyata orang yang sama!! Astaga, perasaan bercampur aduk, aneh, kasihan, lucu, dsb. Akhirnya orang itu pergi @.@'