Tuesday, April 10, 2012
Write (again?)
These several months had been busy months for me, not because that I did not have enough spare times, but rather because the distribution of workload during different periods of time was too extreme. Earlier in the academic year, I had a really relaxed life. I could have lots of spare time and gaming time. At school, there were only 19 AUs of study and little quizzes. What a paradise for NTU students!
Yet, not so relaxed in my spiritual life. Having moved out from hall of residences and moved in to “robber’s den” (aka. “sarang penyamun”), at times I felt quite lonely when I got no classes and no one present at home. This was added with certain emotional struggle that is difficult to share. Thus, my spiritual life was going down and down further. Certainly, there are lots of blessings in this period, with lots of spare time to play much more games (the favourites were Cities XL 2012 and Final Fantasy 13 → this games is not as good as it’s supposed to be), lots of time with housemates (even too much time), and a great, memorable, and last NTU-ISCF camp. Yup, there must be a lot more than these things, but I can’t recall them now with many things flying in my head. Oh yes, 1 more thing, I sold several Kindles! So sorry for spamming your inbox (if you’re subsribing to my blog) with my Amazon updates. I must say that I was really happy when the first kindle was sold, even happier than receiving my first allowance in Industrial Attachment. Maybe selling things is my desire?
Entering the new year with the new hope and joy, I saw several unique things. First, I entered year 2012 with sickness. From Dec 31th 2011 till first week of Jan, I got a strong fever and sorethroat. I came back here with hope that the air is cleaner and fresher to support my recovery. That was true, until I fell sick again! And, a very cruel sickness. Food poisoning! And the food was extremely delicious, yet poisonous! Phew, at least I lost 2 kg because of this.
Second, my roommate entered year 2012 with resolution of losing weight by 10 kg in 6 months. And I was semi-voluntarily dragged into his resolution as well. How to lose weight? According to Sugianto (2012), the main problem of diet programme nowadays is it is too painful and too restrictive. A good diet programme should be interesting and enjoyable. So, instead of restricting yourselves with eating sinful, oily, creamy, yummy food, change your dietary pattern. Eat less fat and oily food. In Singapore, this means absence from mixed rice and other hawker foods. So, my roommate and I cooked oil-less pasta for almost every meal possible. And I can tell that it is a great success (at least for my roommate).
Third, and last for this post, I entered year 2012 with a hope of graduation from NTU. And that day is coming closer and closer! Yes, there are lots of things to leave, lots of things to do, lots of things to prepare. I need to leave university life and enter a new phase of life. I need to leave the financial support from my parents and make my own living. I need to leave the comfort and luxury of staying till dawn and waking up late in the morning and enter a structured, disciplined life. I need to do FYDP with higher effort than ever. I need to do job-searching. I need to study hard and make sure I pass all my exams. I need to prepare for my career development and search for my vocational calling. I need to prepare to probably enter new phase of ministry after graduation.
Yes, I need to do this and that and this and that and more and more things occupy my mind. I am really fortunate that in the mid of this dire time, when everything important comes closer and closer, I still have friends that support my spiritual life, remind me to battle my ever-haunting sins, keep close to God during this time, learn about the Word of God together, and helping me to prepare for the new phase of life. I don’t know where I am now if these friends and mentors are not around. I don’t know how my other friends without the presence of mentors can “survive” this transition. And I thank God for that.
While Easter mood is still around, let us also share a desire of Paul, as he said in Phillippians 3:10, “ (what I really want is) ~ that I may know Him and the power (or in other translation, the mystery) of His resurrection, and may share His sufferings, becoming like Him in His death.” Yes, it is difficult yet joyful to know Jesus and the mystery of His resurrection. Yes, it is difficult yet necessary to share in His sufferings. Yes, it is difficult to become like Him in His death, but it is really the only way to live. Happy Easter!
Monday, November 7, 2011
Saturday, October 29, 2011
Tuesday, April 26, 2011
Week 11
Hari yang biasa sampai tiba2 Belinda menelponku dan menceritakan tentang sesuatu yang gawat di KK. Malamnya ada OSG, bahas tentang rumah cukup lama, sekitar 20 menitan, detail2 tentang rumah diberesin. Setelah itu ngomongin tentang Hagai dan tentang persekutuan ISCF dan PP yang terlalu dingin.
Kamis, 14 April 2011
Lab tentang Filtration, lab yang cukup sulit, banyak kegagalan yang membuat eksperimen harus diulang. Yah, cukup memakan waktu untuk lab terakhir di NTU. Sorenya ada kuis Advanced Reaction Engineering yang nggak dipelajari sama sekali karena rencananya MC examnya. Alhasil kuisnya jadi ngaco banget, ga bisa ngerjain.
Malamnya setelah kuis anak2 NTU GRIIS nonton bareng film Shawshank Redemption. Film ini sangat bagus, menceritakan tentang seorang bankir yang dihukum penjara karena dituduh membunuh istrinya dan selingkuhannya, padahal dia tidak membunuh sama sekali. Setelah itu dia dimasukkan ke penjara Shawshank, di mana seluruh penjara berisi orang-orang yang ditahan seumur hidup. Kehadirannya di penjara berhasil membuat orang-orang mengecap sebagian dari kebebasan, seperti tingkahnya menawarkan untuk mengurusi pajak seorang sipir penjara ditukar dengan bir bagi teman-teman penjaranya, atau memutar lagu Marriage of Figaro dengan mikrofon di penjara. Dalam diskusi film ini, orang2 mengalegorikan dia sebagai Yesus yang dikirim ke dunia orang berdosa untuk memberikan kecapan surga kepada orang berdosa. Tapi bagiku, film ini membuatku belajar tentang apa arti menjadi orang Kristen yang harus menjadi garam dan terang bagi dunia. Langkah-langkah yang dia lakukan bukan hal-hal yang klise, atau hebat, tapi hal sederhana yang sesuai dengan kemampuan dia.

Jumat, 15 April 2011
Hari ini menonton presentasi GV17 dari Ebi dan Annesha. Ebi menyanyikan dengan sangat baik, walaupun Annesha tampak sangat tegang dan tidak begitu siap, namun mereka berdua telah memberikan duet yang sangat menyenangkan. Di bawah ini adalah videonya.
http://www.youtube.com/watch?v=Vur54-9zo90&feature=player_embedded#at=293
Aku kemudian mengkaitkan GV17 dengan film Shawshank kemarin. GV17 seolah-olah menjadi sebuah ‘kecapan surga’ di tengah-tengah ‘penjara NTU’. Ketika masuk kembali ke kelas GV17, walaupun sebagai orang asing, aku benar-benar merasa bahwa beginilah proses belajar yang seharusnya, di mana orang-orang belajar bukan untuk mendapat nilai, dan guru mengajar juga bukan untuk dapat gaji, tapi semua orang belajar bersama dan berbahagia bersama. Mungkin aku terlalu bias karena ini pelajaran nyanyi, nggak ngerti juga gimana pelajaran Engineering bisa dibikin sebegini menyenangkan. Kuharap Ebi juga bener-bener menikmati waktunya di GV.
Malamnya ada workshop dan sedih karena cuman 2 orang freshie yang datang. Sungkan sekali sama Ci Mel ☹ Aku bingung apakah alasannya karena Master Class maka freshie2 dari GRII ga datang, atau gimana. Tapi gawat dong, masa freshie dari GRII semua?
Sepulang workshop, aku, Carlo, Agus, dan Kirchof ngobrol tentang kegiatan masing-masing. Hari itu aku pertama kali berbicara banyak hal dengan Carlo dan bisa melihat kedekatan dia dengan Tuhan seperti yang pernah dibilang Rendi. Dia benar-benar orang yang menjalankan komitmennya dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Dia pernah mengalami beberapa masalah di PINTU yang membuatnya sulit, tetapi keputusan-keputusan yang dia ambil membuatku salut.
Hari itu juga aku tertusuk-tusuk ketika Kirchoff cerita tentang Icil yang ga bisa bangun ketika kuis, kemudian bingung apakah harus mengambil MC dan bohong, atau dibiarkan saja. Ketika dia tanya professor pun, profnya berkata bahwa tidak ada peraturan bahwa MC di NTU harus MC yang jujur. Apaan guru semacam itu, ngajarin murid bohong. Mungkin paper-paper hasil research dia juga bohong. Akhirnya Icil mutusin buat nggak MC dan membuatku juga memutuskan untuk tidak MC Ampas Advanced Reaction Engineering yang menyebalkan. Makasih Icil ^^
Setelahnya, Kirchoff bercerita tentang gurunya yang bilang bahwa dunia akademis tidak memberikan dia kebahagiaan sama sekali. Kirchoff mulai memikirkan kembali apakah dia akan terus lanjut di dunia akademis/research, atau banting stir ke dunia engineering dan industri. Setelah itu, pembicaraan berlanjut dengan rencana untuk membuat KM Ngobrol yang ingin diisi dengan pembicaraan2 mengenai masalah-masalah praktis yang ditinjau dari sudut pandang Kristen, misalnya etika, moral, pendidikan, ekonomi, politik, pacaran, kebudayaan, dan lainnya. Mimpi yang besar dari awal semester, tapi gagal diwujudkan. Semoga tahun depan bisa diwujudkan dan anak-anak ISCF bisa lebih mikir dan terbantu dengan masalah2 yang ada di sekitar mereka.
Sabtu, 16 April 2011
Hari ini rencana latihan EngSoc, tapi sangat nggak produktif sekali. Nina tanya-tanya tentang kenapa harus beragama, kenapa aku pilih jadi orang Kristen sedangkan Edward Katolik, dan lain-lain. Aku ajak dia ke KKR, semoga mau.
Tuesday, April 19, 2011
Week 10 - 11
Rabu, 6 April 2011
Bersyukur ketika bangun, sakit tenggorokan sudah hilang. Tapi yang timbul adalah pilek dan batuk, huhuhu. Hari dimulai dengan SaTe bareng, di mana janjian jam 7.30, tapi semuanya pada ga bisa bangun. Akhirnya mulai jam 8 pagi. SaTe diambil dari Mazmur 6, yang menceritakan tentang penderitaan. Mazmur ini mellow sekali, banyak kesedihan Daud, bahkan ada kata2 air mata membanjiri ranjang. Bahan dari santapan harian membahas penderitaan dari Mazmur ini dari penyakit yang dialami seseorang. Merasa agak susah menyambungkan dengan kehidupan, karena sakit yang dialami tidak parah, palingan batuk pilek yang seperti dialami hari ini. Kemudian ku pikir, ada baiknya ceritakan pergumulan apa yang sedang dihadapi. Lagi-lagi aku salah komunikasiin maksudku, seharusnya aku bilang, “Ceritakan apa hal yang membuatmu paling kesusahan dan bergumul sekarang.” Itu lebih direct dan jawabannya jelas. Alih-alih, aku ngomong, “Mungkin kita bisa ceritain masalah-masalah kita, atau apa yang bikin kita bergumul sekarang ini, ga harus penderitaan.” Maksudnya memang sama, tapi orang akan nangkap beda. Aku pengen orang menceritakan kejadian, atau kegiatan yang bikin dia berbeban berat akhir-akhir ini, tapi akhirnya Daniel dan Ebi malah cerita tentang pemahaman mereka mengenai penderitaan. Ya sharing mereka juga bagus sih, tapi intinya aku belum bisa menyampaikan maksudku dengan direct. Aku share tentang masalah komunikasi yang kurang baik dengan Candy, sehingga buat hubungan menjadi renggang. Daniel cerita tentang pelayanannya di gereja, aku sudah cukup lupa detailnya apa, sepertinya harus lebih belajar mengingat perkataan orang. Ebi cerita tentang tulisan Stephen di facebook yang bilang tentang Stephen yang merasa dirinya sial atau menderita karena banyak masalah hari itu, seperti macet di jalan, ketika makan mau bayar ternyata kartu diskon uda tidak berlaku, hujan lebat jadi baju resmi yang mau dia pake tidak bisa dipakai. Kemudian ketika dia keluar lagi, dia melihat anak jalanan yang megang 1000 rupiah, sambil menangis dia memberikan beberapa ribu, dan anak jalanan itu penuh sukacita. Dia belajar bahwa anak itu yang jauh lebih menderita dari dia, tidak perlu memikirkan tentang baju bagus yang tidak kering karena hanya punya 1 celana yang jelek sekali, tidak perlu mikirin tentang kartu diskon yang tidak berlaku, karena mau makan saja sudah susah, tidak mikirin macet karena cuman bisa berjalan kaki. Intinya hari itu dia tersentak. Ebi share kepada Adit dan dia belajar bahwa ketika kita merasa harus mendapat hal yang baik dan harus tidak mendapat hal yang tidak baik, itu membuat kita sangat miserable, padahal kita hidup di dunia yang sudah jatuh dan selayaknya kita mendapat hal yang tidak baik. Wah jadi harus lebih sering bersyukur tentang hal-hal kecil yang baik, yang taken for granted. Vincent share tentang kemalasannya SaTe, dan dia bersyukur ada yang ngajakin SaTe bareng. Dia juga menyesal kenapa selama ada renungan pagi di sekolah selama 3 tahun, dia tidak bisa mengingat apa-apa dari renungan itu. Rendi bercerita tentang hal yang sama denganku, yaitu bermasalah dengan pacar. Rendi sedang IA dan mungkin kurang punya waktu untuk menghubungi pacar, tapi Jumat lalu dia main DOtA kelewatan, sampai bertengkar dengan hebat sampai sekarang dengan pacarnya. Dia sadar itu adalah kesalahan dia, tapi pridenya yang tinggi bikin dia ga mau ngaku bahwa dia salah. Dia mau berusaha untuk tidak punya pride yang tinggi. Setelah SaTe bareng, aku, Ebi, dan Vincent makan di Pallete. Vincent digodain Ebi terus tentang presiden ISCF. Mereka berdua mau jadi exco lagi ternyata. Ku bahagia ternyata mereka masi berniat jadi exco lagi. Semoga salah satu jadi presiden. Kemudian ku sempat tanya Vincent, apa yang membuat dia paling sibuk, dan katanya adalah URECA. Setelah itu hari berjalan seperti biasa saja. Sore itu hujan sangat lebat sekali, dan pulang aku langsung tidur, tidak ikut rally doa KKR dan tidak ada OSG. Sangat lelah dan cape karena sakit kali.
Kamis, 7 April 2011
Hari ini jadi SaTe bareng lagi, kembali ke Lukas yang membahas tentang transfigurasi Yesus di atas gunung yang disaksikan oleh Petrus, Yohanes, dan Yakobus (di Pallete, tampaknya mereka dapat pelanggan baru :)). Karena bahannya menarik, maka kami jadi Bible Study. Beberapa penemuan menarik adalah di perikop sebelumnya, Yesus bilang pertama kalinya tentang Dia harus menderita di salib. Lebih menarik lagi, di ayat terakhir sebelum masuk ke transfigurasi, Yesus bilang bahwa ada beberapa orang dari muridnya yang tidak akan mati sebelum melihat Yesus dalam kemuliaannya. Setelahnya, perikop transfigurasi. Aku yakin sekali susunan ini bener2 tidak terjadi secara kebetulan, pastinya ada Bijaksana yang ajaib yang menyusunnya.
Lab hari ini sangat bikin bĂȘte walaupun sangat menarik. Lab tentang process control, belajar tentang salah satu jenis feedback controller tuning, yaitu IMC controller tuning method. Hal yang menyebalkan sangat dari lab kali ini adalah kita disuruh harus mengatur keran dari aliran keluar air dari tank sedemikian sehingga jumlah air di dalam tangki harus sama setiap waktu. Itu sangat menyebalkan. Selain itu, di dalam lab juga mendiskusikan jadwal ganti OSG lewat email yang sangat memusingkan, sehingga tambah bĂȘte dan lab berakhir dengan membuat mood saya sangat hancur.
Malamnya, ada latihan buat PU, WL yang sebelumnya nggak bisa karena satu dan lain hal, maka digantikan oleh Daniel secara mendadak. Aku juga menggantikan Irving yang ga bisa juga, tapi ga bilang mendadak, sudah bilang dari 2 minggu lalunya. Nah, karena ada Krichof, Daniel, Vincent, dan aku, maka aku bakal tahu bahwa latihannya ga akan selesai secara cepat, pasti akan banyak obrolan tambahan. Dan benar sekali, kami ngobrol sampai jam 2! Kebanyakan random things, tapi ada juga hal2 yang lain yang agak penting, seperti tentang keadaan persekutuan di ISCF, kurangnya hati pelayanan dari anggota ISCF yang bener2 seenaknya meninggalkan pelayanan, atau cuman datang ketika pelayanan doang, exco tahun depan, kerenggangan hubungan exco tahun ini, dsb. Cukup banyak tapi aku uda agak lupa. Akhirnya diputuskan untuk mengadakan BBQ dan meeting exco besok bakal dipecah menjadi 2 grup untuk sharing supaya lebih terbuka satu dengan yang lainnya.
Jumat, 8 April 2011
SaTe hari ini dari Ratapan 3, tentang puncak hukuman dan kesedihan Yeremia yang dialaminya sebagai bayangan dari kesedihan bangsa Israel. Hari ini kelanjutan dari Ratapan pasal-pasal sebelumnya, yang menceritakan tentang perjalanan bangsa Israel yang melawan Tuhan sehingga dihukum oleh Tuhan. Karena ayat ini, aku jadi merenungkan apa yang mungkin membuatku dipukul oleh Tuhan karena dosaku. Aku merenung, dan berpikir bahwa selain ‘itu’, hal yang besar yang harus aku lawan dengan sangat adalah pride. Kesombongan yang merasa bahwa aku bisa melakukan segala sesuatu dengan baik. Kesombongan yang selalu bilang kepada diriku bahwa aku akan menjadi orang hebat. Kesombongan yang merendahkan hasil kerja orang lain. Kesombongan untuk menyapa orang lain yang ga kukenal (terutama di persekutuan) karena aku merasa nggak perlu tau, dsb. Jadi komitmen hari itu adalah untuk melawan kesombonganku.
Dan malam itu, bener-bener terjadi ujian bagiku. PU berlangsung dengan lancar dan sangat menyenangkan, anak year 3 yang jarang bertemu tiba2 datang ke PU, terutama Cella, Vivin, dan Parmo. Suasana persekutuan hari itu juga enak sekali. Bahan year 3 dari Ko Adit juga enak dan membumi walaupun ngomongin tentang worldview yang njlimet. All is OK.
Sehabis PU, ada meeting exco yang menimbulkan ujian bagi saya. Exco hari itu lengkap, kecuali Grace yang pulang duluan karena sudah dekat sekali dengan examnya. Hal yang menjadi ujian bagi aku timbul setelah sharing hari itu. Kekepoanku membuatku bertanya kepada Kirchoff, apa yang diobrolkan di grup mereka. Ntah kenapa, Kirchoff langsung bilang Ebi bilang bahwa dia kerja banyak, aku nggak banyak kerja apa2. Dan setelah itu, Icil langsung menanggapi dengan “Nggak apa lah Bert, namanya juga partner, bisa kayak gitu.” Ntah kenapa setelah itu jadi kesal sekali dan nggak enak, padahal emang faktanya Ebi kerja banyak dan aku nggak kerja. Aku membela diriku dengan bilang aku sudah kerja, bantu2, dan ketika mau membantu Ebi, Ebi nggak mau atau nggak perlu dibantu. Adit sudah menambah bahwa Ebi lebih banyak kerja karena emang sifat perfeksionisnya yang agak berlebihan, dan itu juga sudah Ebi akui, tapi ntah kenapa hari itu susah sekali menerima kritik itu. Aku benar-benar harus lebih banyak refleksi keburukanku yang satu ini, susah menerima kritik tanpa membela diri. Yah yang pasti hal ini memacu aku untuk bekerja lebih banyak sehingga ga dianggap gaji buta.
Sabtu, 9 April 2011
Pagi-pagi (bahkan sebelum sadar bahwa saya sudah bangun) kembali bertemu dengan lain2 untuk mengemas exam visitation package, kemudian aku tergoda untuk main catan bersama Vincent, Rendi, Claudio, dan CW. Godaan yang sangat besar, dan akhirnya aku memutuskan untuk main 1 game, dan tidak ada tambahan. Hahaha. Game yang dimainin adalah Catan Fisherman’s Expansion, yang pertama kali kumainkan dan akhirnya kalah telak karena nggak ngerti main pake ikan ☹. Ya sudahlah, akhirnya makan bareng. Ketika makan, secara nggak sengaja aku memberikan kontribusi besar untuk bocornya rahasia Vincent ke Rendi. Hal ini membuatku sekali lagi merasa menyesal, udah masih nggak enak banget gara2 kemarin, lagi-lagi aku membuat Vincent kesal karena kebodohanku yang super bego. Aku bener-bener nggak bisa dipercaya bagi teman-teman, mana bisa aku dipercayakan rahasia orang lain. Ga heran aku juga ga bisa punya banyak teman yang bisa percaya sama aku ☹. Sedih sekali.
Akhirnya aku berhasil meneguhkan diri untuk bener2 main satu game saja, terus pulang untuk (niat hati) belajar (tapi ga dilakukan karena guling2 sana sini, gelisah, dan males sama pelajarannya). Fiuh. Hari itu juga tidak saat teduh ☹.
Malamnya ada KTB, pengennya evaluasi, tapi malah bercerita-cerita dengan seru, terutama tentang kerjaannya Ko Adit dan pelajaranku dan Yosua. Ternyata kerjaan Ko Adit di konstruksi sangat menarik bagiku, beberapa bagian-bagian kecil tapi penting dari bangunan di Singapur aku pelajari hari itu. Aku baru tahu bahwa ada beberapa tangki air di setiap atap gedung di Singapur untuk keperluan air bersih dan kebakaran. Aku juga baru tahu bahwa bangunan di Singapur dipajak per luas lantai dan jumlah carpark yang ada cuman boleh 1/1.1 kali jumlah unit HDB. Juga baru tahu bahwa bangunan perlu ditentukan tingginya supaya terlihat indah. Makin pengen saja menjadi civil engineer, tapi tampaknya sudah di’takdir’kan ke teknik kimia. Selesai KTB ngobrol dengan Yosua tentang anjing dan jadi makin pengen punya anjing. Ada anjing temennya yang bisa boncengan motor, super jago!! Obrolan ini membuat hatiku sangat terhibur hari itu dan bisa melupakan masalah-masalah dalam 2 hari ini.
Minggu, 10 April 2011
Hari itu ada OJT EE ke Mt. Hebron Bible Presbyterian Church. Hatiku nggak gitu siap untuk OJT dan juga belum nyiapin bahan. Di sana ada 5 TKW yang datang hari itu, dan kami ber-8, cowok semua (gubrak). Jadi dibagi pasangan, aku sama Ricky bakal ngobrol sama Mbak Merry, Daniel sama CW dan Albert dipasangin sama Desy dan Mariana, Elbert sama Theo dan Ardi dipasangin sama Umi dan Mbak Karwi. Aku sangat susah masuk ke Injil, jadi ketika sedang ngobrolin tentang jalan jelek, supir mengantuk, Ricky mengambil kesempatan untuk menanyakan PD1 dan PD2. Ternyata jawaban Mbak Merry sudah sangat betul. Aku mencoba untuk menceritakan tentang anugrah dan manusia, dan ternyata dari tanggapan Mbak Merry, semuanya sudah baik dan pengertiannya tentang keselamatan sebagai anugrah dan dosa manusia sudah sangat tepat. Aku jadi bingung mau ngomong apa, dan akhirnya balik ke percakapan biasa. Dua grup lainnya jauh lebih menarik. Grup Daniel berhadapan dengan orang Kristen yang sangat setia, bahkan Desy pernah bilang kepada majikannya bahwa jikalau dia tidak diijinkan untuk saat teduh, dia lebih baik disuruh pulang ke Indonesia saja. Padahal mungkin dia masih belum mendapat uang sama sekali karena habis setelah training dan lain sebagainya. Iman yang sangat mengagumkan.. Grup Elbert berhadapan dengan orang-orang Muslim tetapi yang sangat dekat dengan Kristen, bahkan Umi yang sangat antusias berkata bahwa Alkitab sangat bagus dan dia sudah membaca Alkitab sampai Mazmur, padahal baru ½ tahun membaca. Dan hebatnya, dia bilang dia selesai kerja jam 8, dari jam 8 sampai jam 12 dia membaca Alkitab!! Ya ampun, saya baca 15 saja sudah mengantuk dan kesepian dan cape, dan masi berani bilang diriku orang Kristen. Fiuh. O me yee little faith. Bersyukur melihat orang-orang yang kurang beruntung atau kurang terpelajar juga bisa kenal Tuhan dan bahkan lebih berani mengatakan iman mereka.
Sisa hari itu dihabiskan dengan males-malesan, ke gereja, belajar Biologi. Kontras sekali dengan pengalaman EE. Hal baik di awal hari bisa bertolak belakang sekali di saat-saat setelahnya.
Senin, 11 April 2011
Pelatihan Mission Trip terakhir di bulan April karena Dea akan segera ujian. Aku nggak sempat nyiapin buat pelatihan kali ini, selain bahannya panjang, juga males. Setidaknya aku sudah ambil tes kepribadian DISC dan MBTI. Aku orang yang sangat S – C dan kecil sekali D. Tidak cocok menjadi presiden ISCF :P. Temen-temen mission trip yang lain juga banyak yang S dan C, kecuali Dea dan Ci Fonny yang dominan di I, tapi nggak ada seorangpun yang D! Cukup mengkhawatirkan karena takutnya nggak ada yang berinisiatif dalam mission trip ntar.
Setelah itu belajar Bio dengan penuh kecemasan, disamperin Anne, Rendi, dan Devina. Uda lama tidak bertemu Rendi, terakhir sejak projek Chinese 2. Pengen ngobrol2 lagi sama dia, enak diajak bicara. Kuis Bio hari itu ternyata sangat mudah dan bahan yang keluar adalah yang kupelajari. Menjadi sangat senang dan semangat!
Selasa, 12 April 2011
Hari ini kuis Process Control, aku bisa ngerjain dengan baik. KK malamnya memulai pembahasan tentang Essential Truths of Christian Faith tentang wahyu umum. Ada diskusi tentang bagaimana mengenal alam melalui Kristus, dan jawabannya bisa ditemukan di Kolose 1. Malamnya ikutan belajar gitar bersama Yuku dan Peter. Bersama Yuku bermain Wedding Bell lagi, sepertinya sudah lama tidak main. Peter bilang akan ikut kelas gitar Ko Yakub. Yey!
Wednesday, April 6, 2011
Awal Bulan April
Jumat, 1 April 2011
April Mop! Tengah malam dibohongi Yuku dengan tipuan yang sangat ga guna dan ga mutu. Kira2 dia membohongiku tentang kenapa seseorang ga balas sms, dan aku sangat percaya, tapi ternyata itu bohong. ☹
Hari itu berniat puasa, dan gagal! Pagi2 bangun, gagal bangun juga karena tidur sangat telat. Akhirnya bangun, SaTe dari Ratapan 1, kemudian membaca introduksi tentang kitab Ratapan. Kitab ini puisi yang bagus sekali karena Ratapan 1,2,4 terdiri dari 22 ayat yang masing2 dimulai dengan urutan abjad Ibrani (abjad Ibrani ada 22). Tapi tentu saja dalam bahasa Indonesia, keindahan itu hilang. Inti yang kudapat hari itu adalah jangan menyimpang dari jalan Tuhan sebelum dipukul oleh Tuhan. Tuhan sudah berjanji akan memberkati Israel secara besar-besaran kalau mereka taat, tapi membuang dan menyerahkan mereka ke bangsa yang lain untuk dijajah kalau mereka nggak taat. Dan karena Tuhan setia, dia harus menghukum Israel karena mereka yang tidak taat kepada Tuhan.
Setelah itu rencana ada meeting ProfCom, tapi dibatalin dengan alasan yang kurang jelas. Jadilah di kamar terus sampai sore. Bingung ngapain, akhirnya kerjain tutorial benter, setelah itu main game. Habis itu berupaya bobo, dan ntah kenapa ada suatu kegalauan yang ga enak di hati, dan aku juga ga tau itu apa sampai sekarang.
Jam 6 tiba, ada PM. Di PM David menusuk semua orang dan terutama exco dengan kalimat, “Kita kumpul di ISCF dengan tujuan-tujuan berbeda. Mungkin ada yang datang karena jadi exco, makanya harus datang.” Ada 3 sharing hari itu, dari Annesha yang merasa SaTe bareng lalu menolong dia bisa share kepada orang lain tentang kecapekannya dan kasih semangat baru buat dia. Carlo share tentang seorang pendeta di BB yang aku lupa kenapa. Irving cerita tentang ketidaktenangan dia selama semester 1 yang diakibatkan melalaikan tanggung jawab di EARC. Sharing Irving paling berkesan karena orang tidak akan tenang kalau memang tugas yang udah Tuhan suruh kerjakan tidak dilakukan sama dia. Di akhir PM ada iklan untuk jadi Back to School representative dan iklan konser choir.
Setelah PM, ada ujian EE yang bersamaan dengan latihan Ebi dan Nesha di TR yang lain. Ku bolak-balik dari ujian ke dengerin latihan karena pengen sekali dengerin mereka berdua latihan tapi ga enak ninggalin ujian EE, walaupun aku tahu mereka (Theo dan Albert) ga akan nyontek. Setelah itu makan McD, Chicken McGrill enak sekali, sambil ujian lisan EE. Aku menguji Albert, Kirchof menguji Theo. Ujian berjalan lancar2 saja kecuali ada beberapa bagian yang kelupaan dari Albert. Malamnya Ebi nginap di kamarku dan ngobrolin hal-hal random seperti biasa sambil mendengarkan simply French. Setidaknya hari itu ku tidak berkesempatan menceritakan sedikit dari kegalauanku tadinya ke Ebi, dan ga enak bobo sampai baru bisa tidur lagi jam 3 lagi.
Sabtu, 2 April 2011
Bangun pagi yang merasa kurang tidur, ada CF day di pagi hari itu. CF day sangat menyenangkan karena bertemu orang2 CF yang lain dan bisa ngobrol2. Melihat Carol yang super berisik dan talkative, cocok sekali buat jadi exco Fellowship ☺ karena orang2 baru nggak akan merasa tersisihkan dengan adanya dia. Setelah itu perkenalan grup dan main 3 game yang sangat cape, lempar2an bola, mencari foto, dan captain’s ball. Baru melihat kejagoan Ricky dalam bermain voli dan ternyata Ebi takut bola. Agak menyesel karena anak2 ISCF mengumpul sesama ISCF dan tidak begitu membaur sama yang lain, kecuali Adit yang sangat aktif bermain. Setelah itu makan bareng dan sharing bareng, untungnya keeksklusifan ISCF bisa hilang. Ku bertemu Yi Lun, temen GV17, dan cerita2 lagi soal GV17. Indahnya saat2 itu ☺. Selain itu juga tau masalah2 di CF yang lain dan ternyata Caleb akan mencalonkan diri jadi presiden tahun depan. Sudah diduga sih. Aku akan mendukung Caleb sepenuhnya ☺.
Setelah itu pulang, mandi dan segera ke TR46 untuk ICE meeting. Telat 15 menit, dan aku merasa sangat ga bertanggung jawab sekali karena telat segitu sedangkan exco CF yang lain datang tepat waktu walaupun mereka sama2 ikut CF day, bahkan mereka pulang lebih telat dari aku. Merasa parah sekali dan tidak bertanggung jawab ☹ Sedihnya lagi exco2 ISCF yang lain malah telat lebih parah. Gawat, tak heran orang Indo dicap jam karet oleh orang luar negeri ☹.
ICE Meeting berjalan cukup cepat karena seluruh CF setuju dengan keputusan yang sama, yaitu menempatkan ISCF dan CCF menjadi subcom ECF di bawah International Student Ministry alih-alih mengangkat ISCF dan CCF menjadi setara dengan ECF karena tidak akan menyelesaikan masalah integrasi dan nasionalitas. Yang bikin rumit ketika diskusi masalah2 yang mungkin terjadi dengan keputusan tersebut, yaitu penggantian nama ISCF dan CCF, dan event2 seperti camp yang memang terpisah satu dengan yang lain.
Setelahnya, Rendi, Vincent, Ricky melanjutkan “ICE “meeting dengan Indonesian Catan Entertainment atau apapun, intinya main catan. Aku, Daniel dan Kircof pulang. Aku pulang, tidur sebentar, sebelum nonton konser gitar guru Ko Adit dan teman Ko Yakub, yaitu Manuel Cabrera Il di Esplanade.

Sudah lama sekali ga bertemu dengan Ko Adit dan Enca, dan merasa agak canggung, ga banyak omongan dan topik yang diomongin. Konsernya sendiri lumayan bagus walaupun banyak lagu-lagu yang susah dimengerti, tapi setidaknya ada lagu Sunshine dari Andrew York yang sangat bagus! Pulang konser bertemu Handi yang nonton film sendiri di Raffles Place (sangat niat!) dan ngobrol2 tentang IA dan juga ISCF, kenapa dia ga datang, dsb. Pulang segera tepar karena super lelah gara-gara CF day. Kulitku gosong!!
Minggu, 3 April 2011
Bangun, ke gereja pagi bersama Ebi. Merasa tidur cukup, tapi ntah kenapa kotbah di gereja nggak gitu kudengarkan dengan jelas. Bagian yang kutangkap dari kotbah dari Wahyu 3 itu adalah jemaat Filadelfia adalah jemaat yang tidak mendapat kritik sedikitpun dari Kristus (uda pernah denger juga) dan mereka yang minoritas begitu giat mengabarkan Injil. Kemudian Pak Hendra bercerita tentang seorang Belanda yang mengabarkan Injl ke Pulau Sangir (yang kukira berada di Bali tapi ternyata Sulawesi Utara; sepertinya geografiku makin parah), yang harus menderita karena kehilangan istrinya ketika harus berobat ke Makassar dan meninggal di perjalanan pulang. Kurasa dalam diriku nggak ada cinta sekuat itu kepada Tuhan sampai rela ke tempat terpencil yang jauh dari siapapun, penuh bahaya, dengan tujuan memberitakan Injil, sampai2 istri matipun masih setia melakukannya. Dan yang paling mengagetkanku adalah Pak Hendra ngomong gini, “Kalau hidupmu tenang2 saja, tidak ada penderitaan, maka kemungkinan besar kamu nggak memberitakan Injil.” Ku merenung sejenak dan kaget, betul juga. Kapan terakhir kali aku memberitakan Injil? Mungkin kepada Cipo, itu sudah kira2 Oktober lalu. Lalu apa yang kulakukan 6 bulan ini? Kacau sekali. Dulu waktu masi banyak berurusan dengan Cipo, kerasa sekali kesulitannya, dipikirin gimana caranya biar dia bisa yakin dengan kekristenan. Tapi sekarang tampaknya nggak gitu.
Setelah gereja latihan gitar seperti biasa, Ebi mengagetkanku dengan rencana OJT minggu depan yang mendadak sekali. Maka minggu ini sepertinya akan sangat banyak kegiatan. Ko Yakub juga mengagetkan dengan bilang bahwa akan tampil gitar bulan Mei. Fiuh kenapa semuanya numpuk?
Ku pulang dengan tenang dan ga mikirin apa2 selain lab report. Akhirnya lab report bisa dikerjain sedikit, dan setelah itu tidur. Bangun tidur nyiapin KTB dan bahan mission trip buat meeting besok. Malam itu KTB, membahas bahan tentang ketaatan. Lagi2 bahan KTB cocok dengan kotbah, yaitu taat memberitakan Injil. Ku selalu bingung kenapa bahasan KTB selalu cocok dengan bahasan di kotbah, apakah kecocokan ini rancangan Tuhan dengan caranya yang ajaib dan misterius, atau kebetulan ini karena aku sudah mendapat hal itu di KTB, maka ketika di gereja diomongin banyak hal, termasuk salah satunya hal ini, maka aku merasa cocok. Intinya Tuhan selalu bekerja dengan caranya yang ajaib. Malam itu juga Yosua bercerita dengan lengkap tentang pergumulannya untuk menjadi orang Kristen. Dia belum punya keyakinan dan belum menemukan bahwa kebenaran yang ada di Kristen adalah 100% benar. “Banyak pandangan lain yang mengklaim bahwa mereka juga punya kebenaran, dan Kristen salah satunya. Terus kenapa aku harus percaya Kristen sebagai satu2nya kebenaran? Kalau aku sudah menemukan kebenaran yang pasti, maka aku akan percaya, tak peduli sekelilingku. Aku juga ga bisa percaya kebenaran karena orang lain.” Kira2 gitu pendapat Yosua. Cukup pusing memikirkannya, mungkin ini jawaban kotbah tadi pagi, bahwa aku harus bisa menginjili Yosua juga dan mempertanggungjawabkan iman Kristenku kepada dia. Dan aku bersyukur sekali ketika dia bilang bahwa, “Aku mau coba percaya ayat di Alkitab yang bilang bahwa orang yang mencari kebenaran akan mendapatkan. Setidaknya kalau ayat itu sungguh-sungguh benar, maka aku harus mencari.” Semoga benar dia mencari..
Senin, 4 April 2011
Pagi2 ke OMF buat pelatihan mission trip, aku dan Albert berangkat bersama karena David telat, merasa bersalah juga karena ga telepon dari pagi2nya untuk bangunin David. Akhirnya pelatihan mulai telat 15 menit. Yookching yang membawakan pelatihan itu. Untungnya dia sepertinya sudah biasa membawakan hal ini jadinya walaupun kami sangat kaku, dia bisa terus ngomong hal-hal yang penting dalam waktu singkat. OMF emang sangat professional. Bahan dan pertanyaan hari itu sangat sulit, karena mungkin dalam bahasa Inggris, dan banyak hal-hal yang benar2 merenungkan kembali perjalanan bersama Tuhan. Banyak pertanyaan yang menuntut refleksi diri yang dalam. Inti dari pembahasan hari itu adalah orang Kristen mengikut Tuhan harus bersandarkan penuh kepada Tuhan, tetapi juga harus bekerja keras untuk melayani Tuhan, dan semuanya harus seimbang. Yookching memberi contoh tentang Maria dan Marta, dimana Maria duduk tenang di kaki Yesus, mendengarkan Tuhan dan bersandar kepada Tuhan, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Keduanya perlu dilakukan secara seimbang. Kemudian Yookching juga menyuruh membuat jurnal kerohanian harian, yang merenungkan berbagai pertanyaan. Pas sekali aku lagi niat nulis di blog. Pertanyaan yang bikin aku berkesan adalah “Apa yang Tuhan mau kamu pelajari hari ini dan perbaikan apa yang bisa kamu lakukan buat besok?” Hal itu sangat menusuk karena seringnya aku mengingat sebuah pelajaran untuk satu hari saja, tapi besoknya sudah lupa dan tidak dilakukan lagi. Aku jadi akan berangkat ke Thailand tanggal 7-18 Juni 2011.
Setelah pelatihan, David tampaknya mengalami hari yang tidak akan dilupakannya. Bangun telat, buku tertinggal, harus naik taxi, kemudian baru sadar HPnya ketinggalan di taxi. Bersyukur sekali uncle supir taxinya sangat baik, mau nganterin HP itu ke kantor polisi terdekat. Ntahlah apakah sudah balik HPnya.
Siangnya ada tutorial tercepat seumur hidup, cuman 35 menit. Terus masuk kelas, selese kelas ada meeting HW. Sangat ga jelas, ga ada tujuan seperti biasa. Aku cukup sebel karena ga bisa mengkomunikasikan apa yang mau dikerjakan dan harusnya dikerjakan dalam bahasa Inggris. Seandainya aku lebih banyak research dulu sebelumnya, maka aku mungkin bisa mengutarakan pendapatku tentang tugas kami.
Setelah meeting, dimulailah hal yang seru. Aku, Daniel, Rendi, dan Kirchof berencana ngobrol tentang pelayanan tahun depan di ISCF. Kami bertemu di kantin 1, tapi karena bau, kami keluar dan ngobrol di Nanyang Lake. Ntah itu kebetulan atau apa, beberapa saat kami ngobrol, Grace datang, dan akhirnya jadi ngobrol berlima. Haha banyak keajaiban sekali. Topik utamanya tentang refleksi pelayanan ISCF 1 tahun ke belakang. Kami berlima setuju bahwa suasana persekutuan di ISCF menjadi lebih tidak hangat dibanding tahun lalu meskipun tujuan tahunannya adalah persekutuan. Beberapa alasannya adalah banyaknya exco/anggota yang mengambil tanggung jawab di luar, sehingga teman2nya juga banyak di luar; kurangnya tanggung jawab subcom dalam pelayanan; kurang banyak kerjaan di tahun ini; kurang adanya waktu di mana orang2 ISCF dan terutama exco bisa bersama2 sharing hidup dan membagi masalah mereka, sehingga kurang akrab dan kurang bisa menjadi teman. Grace banyak ngomong hari itu, dan dia orang yang cukup terbuka tentang apa yang dia pikirkan tentang ISCF.
Setelah itu kami berpisah, aku, Grace, dan Kirchof pulang lewat satu arah, terus ketika mau berpisah, tanpa sadar ada mobil lewat yang bikin kami harus berada di satu sisi lagi jika ga mau ketabrak, dan akhirnya ngobrollah lagi.. Doeng. Seandainya mobil itu nggak lewat, maka kami nggak akan ngobrol lagi, dan ga bisa lebih kenal Grace dan Kirchof. Tuhan bener-bener memimpin lewat hal-hal kecil gitu, mobil lewat lah, aneh dan ga masuk akal kalau dipikir2. Obrolan dibuka dengan pertanyaan Kirchof, “Apa yang membuat kalian bahagia?” Setelah itu banyak diskusi filsafat dan lecture dari Kirchof tentang filsafat yang membuka pikiran. Grace mendengarkan dengan sangat antusias dan teliti, dan juga banyak menanggapi perkataan dari Kirchof. Salah satu yang sangat berkesan adalah aku semakin menghargai filsafat eksistensialisme dari Kirkegaard yang menurutku sangat relevan dengan kehidupan orang Kristen. Kira-kira Kirkegaard mengatakan bahwa sesuatu konsep atau kebenaran akan bisa dimengerti apabila manusia sudah benar-benar mengalaminya sendiri. Cara orang mengerti dan mengalami hal itu bisa berbeda-beda, tapi kebenaran itu sendiri adalah sama. Contohnya keadilan; setiap orang punya pendapat dan definisi masing2 tentang keadilan. Tapi mereka cuman bisa berpendapat. Ketika mereka sudah mengalami hal-hal yang tidak adil, barulah mereka bisa mengerti apa itu keadilan. Waktu-waktu begini yang disebut eksistansial moment. Ngomongin hal ini, aku jadi sadar bahwa exco ISCF tahun ini sangat jarang mengalami exco2 yang lainnya. Sangat jarang ada existential moment antara 1 exco dan exco lainnya, ketika seorang bisa mengalami seorang yang lain. Yang ada cuman menjadi sekedar teman hi bye dan hahaha hihihi doang. Dan existential moment itu adalah jawaban dari pertanyaan Yosua yang rumit, yaitu kebenaran nggak akan bisa dimengerti tanpa dialami, dan karena itu aku berkesimpulan bahwa kebenaran di Alkitab tidak bisa dimengerti 100% oleh manusia, karena memang nggak mungkin kita bisa mengalami seluruh Alkitab. Grace juga banyak ngomong tentang kebahagiaan, dia bahagia bisa menolong orang dan orang lain itu mengakui bahwa dia tertolong, seperti ada 1 teman SDnya yang bahagia banget ketika dia tolongin. Selain itu, Grace juga punya passion yang tinggi untuk mengajar, dia berniat untuk membangun pendidikan di Indonesia walaupun sistemnya sudah tidak baik. Hari itu kurasa aku mengalami existential moment dengan Grace, karena lebih mengerti dan mengalami dia.
Selasa, 5 April 2011
Ku bangun dengan rasa sakit tenggorokan yang sangat tidak enak dan pusing kepala, tampaknya masuk angin karena kebanyakan di luar kemarin. Jadi skip kelas pagi2, alih-alih aku selesaikan lab report. Setelah itu makan siang dengan Ebi di kantin 2, ketemu Wawan juga. Auntie chomp-chomp baik sekali, aku beli chomp-chomp (pudding susu), pakai topping santan. Aku duduk di dekat stall itu. Setelah santanku habis, auntie itu memanggilku (aku ga sadar) dan bilang, sepertinya santannya ga cukup, sini kutambahin. Setelah itu dia nambahin banyaaaak banget, terus ketika aku mulai makan lagi, dia tanya lagi (semengertiku, karena dia pake Mandarin), kemanisan nggak? Aku jawab manisnya pas. Baik sekali auntie itu, jarang banget ada penjual makanan yang baik seperti itu. Hari itu aku bilang Wawan jangan serem2 di AGM, dan Wawan bilang dia selalu diam di AGM.
Kelas Filtration hari itu semakin bosenin aja, kemudian Process Control bahas tentang Controller Tuning. Pertamanya kupikir tune PID Controller cukup mudah, tinggal pilih aja sesuai kebutuhan, perlu fast response atau nggak, boleh offset atau overshoot atau nggak, terus ditentukan. Ternyata ada buku setebal 500an halaman yang ngomongin tentang tuning ini dan ada 100an paper per tahun yang dipublish mengenai tuning. Kaget dan semakin seneng dengan process control.
Selesai kelas pergi KK, Belinda hari itu terlihat senang karena hari Kamis sudah selesai kerja. KK kemarin cukup biasa karena Ko Juan bahas bahan sangat cepat dan banyak sekali dan sangat sedikit diskusi yang ada. Ko Rudi yang sudah lama ga datang juga datang, dan membawa kabar bahwa dia akan mundur dari kerja tidak lama lagi, kalau tidak salah akhir bulan ini. Selamat buat yang mundur kerja karena stress! Malamnya Agus dan Kirchoff datang ke kamar, Kirchof chat dengan There memakai Gtalkku, dan banyak percakapan lucu, seperti misalnya Kirchof bilang mau ngomong “hal pribadi” kepada There, padahal mau ngomongin tentang AGM. Cewek kalau dibilang gitu kan sangat sensitif, pasti akan mikir aneh2. Tapi tampaknya Kirchof sudah cukup biasa gituin cewek dan There juga sudah biasa dengan gaya Kirchof.
Sunday, December 12, 2010
Hari-Hari (27 Nov 2010 - 12 Des 2010)
Sabtu, 27 Nov 2010: Subuh-subuh masi menemani Yuku bikin examkejut yang ada di www.kejut.com/exam15, baru bobo jam 4 padahal jam 9.45 pesawat menuju Jakarta akan berangkat. Pagi terbangun jam 7 dan sesegera mungkin mandi dan ngebut (lari2 maksudnya) ke mrt. Sudah nyampe mrt ternyata masi tunggu yuku yang bobo jam 5.30 -.-” Jadi jam 7.45 berangkat dari Pioneer ke bandara, di mana sudah pasti telat ke bandara. Akhirnya setelah bingung-bingung lama, diputuskan cegat taxi di Kallang, lumayan 12 dolar saja. Dan nyampe di counter Lion Air, pesawat yang akan dinaiki, sekitar 8.45 (1 jam sebelum terbang), ternyata masi antri sangatt panjang -.-'''' Singkat cerita nyampe pula di pesawat, sempat bertemu Tiffffffa dan Dea (Dea akan nyanyi hari itu juga).
Ku ke Jakarta dibujuk Yuku dan Pak Billy untuk nonton konser Simply Mozart di Aula Simfonia Jakarta. Sampai di Jakarta dijemput oleh supirnya Pak Freddy, dan dianterin kemana-mana ^^ Ku melihat supirnya Pak Freddy, jadi lebih bisa menghayati apa namanya menjadi “hamba”, karena disuruh Pak Freddy untuk antarin ku dan Yuku yang tidak dikenal si supir, tapi tetep diantarin dan ditungguin sampai malam sekali walaupun masi harus pulang ke rumah dan harus datang lagi pagi-paginya... Ku jadi merenung katanya orang Kristen dipanggil menjadi hamba Tuhan, tapi aku nggak bisa seperti itu.
Konser hari itu bagus sekaliiii, Pak Billy sambil main piano sambil conduct dan kagum!! Setelah itu tangan Pak Billy sampai keseleo ntah kepentok apa. Menonton konser pertama kali di Aula Simfonia dan sangat terkesan dan indah :D
Minggu, 28 Nov 2010: Beribadah di GRII Pusat, setelah itu makan nasi padang dan pergi ke museum nasional yang juga dikenal museum gajah. Sayang sekali hanya bisa sebentar, kurang lebih 1.5 jam saja. Setelah itu Yuku dijemput orangtuanya pergi ke Bogor dan kemudian ke Bandung, aku bersama Hadi dan Ko Jimmy ke rumah Ko Jimmy sebelum ke bandara untuk pulang lagi. Aku pulang naik Tiger Airways yang untungnya cuman telat mendarat 5 menit sehingga dapat MRT terakhir. Hore!
Senin, 29 Nov 2010: Pertama kali KK pake bahan resmi yaitu dari “Nasihat bagi Petobat Baru”, sebuah surat tulisan Jonathan Edwards yang ditujukan pada seorang wanita petobat baru. Isi suratnya bagus sekali dan patut dibaca oleh petobat baru maupun orang lama.
Rabu, 1 Des 2010: Hari ini ada Rally Doa KKR Natal, Bu Maria mengingatkan bahwa tuaian memang banyak dan pekerja sedikit, dan bahwa kita harus meminta kepada Tuhan untuk mengirimkan diri kita menjadi pekerja. Setelah itu OSG sebentar untuk memikirkan langkah-langkah konkrit untuk mengajak orang-orang ke KKR.
Jumat, 3 Des 2010: PU Gabungan 3 tentang exam. Renungan hari itu cukup mengingatkan, karena bilang bahwa untuk menjadi berkat di masa exam, kita juga perlu jadi berkat di hari-hari lain yang tidak exam, kalau nggak maka sama aja omong kosong. Selain itu, kerajinan dan kerohanian kita saat exam tidak boleh dikompromikan karena exam adalah masa pengujian yang mencerminkan tindakan dan tanggapan kita terhadap masalah kita sehari-hari. Walaupun lagi IA, tampaknya hal ini cukup relevan buat saya.
Sabtu, 4 Des 2010: Hari lain dimana terjadi rapat seharian lagi (rapat exco ISCF 2010/2011), tapi kali ini lebih berkesan karena rapat ini semua orang memberikan masukan dan saran kepada sie lain, jadi semua orang ngomong dan menyampaikan uneg-unegnya kepada masing-masing orang. Cukup panjang dan berkesan. Hari ini juga memotong-motong bahan-bahan untuk rujak buah yang akan disantap besok harinya di acara ramah-tamah peserta katekisasi.
Minggu, 5 Des 2010: Hari yang cukup penting karena saya dan beberapa teman lain disidi. Yang dibaptis adalah Yola, Sherly, Eric, Hendry, dan 2 jemaat Inggris. Yang disidi adalah Belinda, Erika, Fenny, aku, Michael, Yuku, dan Vincent (baru tau nama kecilnya Vincent adalah Vinnie) serta 1 jemaat Inggris. Yang diatestasi adalah Eunice, Suta, Pak Sudjali, Ibu Lucia, Effendi dan Jandi. Kata-kata Pak Tong sebelum sakramen membuat teringat lagi bahwa janji baptisan adalah berjanji di hadapan Tuhan, jemaat Tuhan, dan juga malaikat, termasuk Iblis. Maka itu setelah ini, ketika melakukan dosa dan sadar itu dosa, maka akan lebih susah lepas karena Iblis melihat dosa dan janji baptisan kita dan bisa terus-menerus membuat rasa bersalah di dalam diri. Susah sekali... Setelah itu ada makan-makan bersama di lantai 4, ada nasi kuning yang enak sekali.
Senin, 6 Des 2010: Minggu persiapan presentasi, semua intern cukup heboh tentang presentasi, mencari topik, bikin slide, cari engineer dan lain2. Hari ini KK melanjutkan tentang surat Jonathan Edwards dan pembahasan kali ini cukup mendalam dan meluas kemana-mana.
Selasa, 7 Des 2010: Hari ini ada exam visitation ke Stephen Nataniel bersama Victor (Viccot). Mendapat banyak cerita lucu tentang seorang guru BIE dari Tepen dan pengalaman serunya ke Sepang.
Rabu, 8 Des 2010: Rencana OSG ga jadi, karena Yuku mau nemanin Ceru ke Bible Study, tapi ternyata batal juga :( Malamnya makan malam bersama Ebi dan setelah itu Ebi menunjukkan banyak hal (padahal maksud hati bikin presentasi IA), contohnya adalah buku tentang bahasa Prancis, Latin, buku resep pasta dan sushi, buku tentang anggrek, dan terutama foto-foto tentang perjalanannya ke Wuhan dan Shanghai dan melihat kebahagiaan dia jadi pengen sekali pergi. Hehehe.
Kamis, 9 Des 2010: Akhirnya slide presentasi IA sudah selesai dan tinggal latihan. OSG hari ini membahas artikel Canon of Dort (akhirnya setelah tertunda berminggu-minggu). Bagian 1 membahas tentang pemilihan, dan dibingungkan oleh dosa asal, apakah dosa asal manusia membuat dia dihukum (sehingga bayi yang mati akan masuk neraka), atau dosa asal tidak membuat dihukum, tapi dosa yang tampak (sehingga bayi yang mati akan masuk surga). Bagian 2 membahas tentang pengorbanan Kristus yang cukup untuk menebus seluruh dosa manusia tetapi tidak semua manusia tidak mendapatkan penebusan ini.
Jumat, 10 Des 2010: Presentasi IA yang ditunggu-tunggu datang juga. Aku menjadi presenter kedua dan cukup kacau, karena memang bahannya sedikit dan sederhana. Aku juga ditanya-tanya tentang hal teknis yang aku nggak tau dan akhirnya bingung. Hebatnya, supervisor saya, Mr. Adrian Chan, menolong dengan menjawab beberapa pertanyaan yang aku bingung. Ternyata dia baik dan tidak cuek juga!! Hehehe. Makasih!! Malam ini nginap di tempat Yuku karena besok akan berenang.
Sabtu, 11 Des 2010: Paginya berenang dan cukup bahagia karena sudah berhasil belajar mengapung! Hore!! Hehehe. Berniat akan belajar lagi dalam waktu dekat, semoga kesampaian. Malamnya ke Orchard Road dan membagikan undangan KKR Natal kepada orang-orang, sangat seram ntah kenapa, padahal dipikir-pikir ya harusnya ga perlu serem. Apakah karena aku kurang kasih dari Tuhan, kurang mengasihi orang-orang yang butuh Firman, atau karena aku egois, atau aku belum disentuh kasih Tuhan, atau karena Tuhan yang ga mau pakai aku, aku ga tau.
Minggu, 12 Des 2010: Pagi-pagi ke Hok Im Tong (dengan sangat telat T.T) untuk nonton drama Natal mereka. Cukup bagus dan terkesan dengan pemain utama (si anak kecil yang sangat lucu dan berbakat sekali). Dapat makanan dari sana juga, nasi padang yang enaaaaaakkkk luar biasa ^^

Foto undangan ke drama musikal
Setelah itu buru-buru ke gereja untuk latihan gitar, belajar Rondo in D karangan Carulli yang bagus, dibagi 2 gitar. Jaya hari ini pertama kali ikut gitar dan lulus audisi dengan lagu Ode to Joy!!! Terus latihan sampai jam 4, setelah itu ikutan OSG bersama Ko Aan dan Ko Aan mengapologetik semua peserta, membingungkan seluruh konsep yang sudah diyakini dengan tujuan baik. Ko Aan memberi pesan yang sangat mengena, yaitu ketika kesulitan/pencobaan datang, kita mudah jatuh ke dalam dosa, dan ketika pencobaan datang, Tuhan tahu dan membiarkan, padahal Dia sanggup menolong. Kenapakah? Supaya kita berteriak minta tolong kepada Dia dalam doa!! Ini yang sering aku lupa sehingga sering sekali jatuh :(
Setelah itu kebaktian, ada duet Ko Epen dan Ci Suminah yang sangat menyentuh dari BWV 21 Nomor 7-8. Isinya tentang dialog antara Yesus (suara bass) dan jiwa (soprano). Indah sekali! Pak Tong kotbah bagian dari Yoh 8 yang dibawakan dengan pemahaman yang sangat mendalam. Aku ga pernah dengerin pengkhotbah yang bawain bagian ini seperti tadi. Pak Tong bilang bahwa orang banyak menanyakan pertanyaan, tapi banyak motivasi di baliknya yang tidak kita ketahui. Orang-orang di sini jelas-jelas sekali motivasinya sangat buruk. Orang-orang membawa perempuan berzinah itu di hadapan Yesus, menanyakan pertanyaan yang susah sekali. Jika Yesus jawab ya, maka Dia melawan Diri-Nya sendiri yang bilang Dia datang bukan untuk menghakimi, tapi untuk menyelamatkan (Yoh 3:17). Tapi jika Yesus jawab tidak, maka Dia melawan hukum Taurat, dan orang-orang punya alasan untuk menangkap Dia.
Dihadapkan dengan kesusahan ini, Yesus bagaimana? Ternyata Yesus dengan tenang menulis-nulis di lantai. Dia sepertinya tidak terganggu oleh pertanyaan ini. Hal ini juga membuktikan Yesus bisa menulis! (pikirkanlah apa implikasinya). Keadaan sulit ini perlu dipertimbangkan matang-matang. Di sini kita bisa melihat kebijaksanaan Yesus, yang sepertinya ditangkap dengan sangat indah oleh Pak Tong. Pak Tong bilang bahwa orang-orang yang menangkap perempuan itu sangat tidak adil, diskriminasi kepada perempuan, karena si perempuan berzinah, pasti berdua dengan laki-laki. Tetapi yang ditangkap hanya si perempuan, karena perempuan lebih repot berberes-beres dibandingkan laki-laki. Kenapa orang-orang tidak adil, hanya menangkap perempuan yang berzinah saja, sedangkan yang laki-laki dibiarkan lolos begitu saja? Ini ketidakadilan dan berusaha menjatuhkan Yesus.
Kemudian Yesus menjawab dengan kebijaksanaan yang luar biasa, “barangsiapa yang tidak punya dosa, silahkan lempar duluan.” Perkataan ini menusuk ke sum-sum setiap orang disana, karena mereka sendiri berdosa. Setidaknya dalam kasus ini saja, dosa mereka sudah 2. Pertama, mereka menuntut keadilan dan hukuman bagi orang lain yang mereka sendiri melanggar. Kedua, mereka mendiskriminasikan perempuan. Poin pertama sangat penting, karena mereka menuntut hukuman yang sebenarnya merekapun tidak bisa mentaati. Apakah dengan menjalankan rajam batu kepada si perempuan, mereka menjalankan hukum Taurat? Tidak, karena di hukum Taurat, orang-orang yang berzinah harus dirajam dua-duanya, laki dan perempuan (Imamat 20:10). Maka, mereka sendiripun berdosa karena membiarkan si laki-laki lolos.
Perkataan Yesus merasuk ke dalam hati mereka, menyadarkan mereka sendiri akan dosa mereka, sehingga mereka tidak jadi menghakimi perempuan itu. Ini bukti nyata bahwa Yesus adalah Tuhan. Firman-Nya dan kebijaksanaan-Nya melampaui akal pikiran manusia.
Kemudian, setelah semua orang pergi, perempuan ini yang dari menangis memohon belas kasihan, tidak tahu akan mati seperti apa, dihakimi seperti apa, mulai sadar dan berhenti menangis. Kesulitan orang berdosa tanpa Tuhan adalah penyesalan yang tidak habis-habisnya, tapi tidak ada solusi. Hanya bisa menyesal, menyesal, dan menyesal, tapi tidak ada jalan keluar. Dulunya aku membaca bagian ini, melihat perkataan Yesus yang bilang “barangsiapa tidak berdosa silahkan melempari”, aku pikir bahwa habis itu Yesus yang akan melempari perempuan itu, karena Yesus tidak berdosa. Tetapi ternyata Yesus tidak melempari. Hal ini bikin aku bingung, kok Yesus aneh, berarti Dia mengingkari kata-kataNya sendiri dong? Dia kan tidak berdosa, harusnya melempari. Apakah tindakan Yesus ini menyatakan bahwa Dia juga sebenarnya berdosa?
Jawabannya kutemui juga hari ini. Ternyata Yesus tetap tidak berdosa. Yesus berkata, “Akupun juga tidak melempari kamu, pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.” Jawaban Yesus menegaskan kembali prinsip di awal tadi, Yesus datang bukan untuk menghakimi, tapi memberikan keselamatan, anugrah, dan pengampunan. Kedatangan pertama Yesus adalah kedatangan-Nya sebagai Juruselamat yang mengangkut dosa manusia dan memberikan anugrah keselamatan. Pada kedatangan kedua-Nya nanti, barulah Yesus akan menghakimi seluruh dunia. Tuhan begitu baik, banyak sekali kesempatan pertobatan yang diberikan!! Semoga aku benar-benar bisa bertobat dan setia kepada Tuhan...
Setelah itu ada doa KKR dan briefing singkat konselor. Kemudian aku, Jaya, dan Kuce pergi makan bersama yang lain di Redhill. Ada kejadian lucu, yaitu Kuce menaruh gitar di tepi meja. Kemudian ada orang yang membawa ramen tidak sengaja menyenggol gitar Yuku dan panik. Akhirnya gitarnya jatuh beserta ramennya juga tumpah dan membasahi gitar Yuku. Jaya dan Kuce membersihkan sarung gitar Yuku, sedangkan aku menunggui meja. Kemudian kulihat lagi orang yang sama membeli ramen lagi, dan ntah kenapa kudengar bunyi gedubrak lagi. Ya ampun, ketika kulihat itu siapa, ternyata orang yang sama!! Astaga, perasaan bercampur aduk, aneh, kasihan, lucu, dsb. Akhirnya orang itu pergi @.@'
Saturday, November 13, 2010
Perenungan Tentang Manusia
Sampailah Adam di tengah taman. Tuhan berkata, "Semua buah di taman ini boleh kamu makan. Tapi, khusus buah ini, jangan makan! Ketika kamu makan, maka kamu mati." Adam mendengar sekilas lalu dan terus menamai pohon yang kelihatan oleh dia, tidak begitu memperhatikan perkataan Tuhan.
Saturday, April 24, 2010
23 April 2010
Hari ini hari Jumat, hari yang cukup spesial di mana teman2 yang exam cuman ada 2 timeslot, jam 9.00-11.30 dan 14.30-17.00 saja. Dan terlebih spesial karena pagi hari bisa bangun pagi, mendoakan teman yang sedang berpusing ria mempersiapkan diri melangkah menuju ruangan ujian, dan bahkan membawakan renungan EPM. Renungan yang kubawakan ini kupersiapkan cukup lama karena topik yang sulit dan pengalaman yang kurang (ini kesempatan pertama bawain renungan EPM). Renungannya kira2 mencakup poin2 berikut:
- Manusia yang diciptakan menurut citra Allah sudah rusak dan berdosa, sehingga konsep nilai yang menempel dalam diri manusia sudah rusak.
- Manusia adalah satu2nya makhluk yang diciptakan dengan kemampuan menilai, baik menilai objek di luar dirinya maupun menilai dirinya.
- Menilai diri jauh lebih mulia karena diri manusia diciptakan untuk kekekalan.
- Dalam kesempatan yang singkat dalam kekekalan yang panjang, Tuhan memberi talenta, kesempatan kepada kita untuk dikerjakan sebaik2nya. Sudahkah itu ditemukan semua dan diolah dengan baik? Atau kita buang2 anugrah Tuhan?
- Kalau kita belum ketemu semua talenta kita dan apa yang dikerjakan belum maksimal, kenapa harus iri hati? Kenapa harus minder?
- Diri kita akan dinilai Tuhan sebagai examiner sejati hidup kita.
- Dengan talenta, apa kita sudah bersyukur dan kita bisa bawa itu kepada Tuhan dengan rasa sukacita dan puas akan apa yang kita kerjakan?
- Contoh self esteem dari Tuhan Yesus: Ketika memulai pelayanan dan disukai banyak orang, Yesus tidak merasa diri-Nya superstar yang harus punya banyak fans dan selalu tampil. Tapi ketika Dia mengusir pedagang2 dari Bait Allah, Dia memang harus menunjukkan diri-Nya adalah Allah dan tidak boleh tidak tampil.
- Percuma saja kalau exam dapat A tapi Tuhan menilai kita dengan F.
Fiuh, sungguh pergumulan yang sangat berat dalam membawakan bahan seberat ini, terlalu banyak yang aku tahu itu benar, tapi aku nggak pernah melakukan itu. Sedangkan "tahu" dalam tuntutan Tuhan kan berarti tahu secara kognitif dan aplikatif. Ga bisa bayangin hamba Tuhan yang mempersiapkan khotbah selama 1 jam bergumul berapa lama, saya yang membawa renungan 15 menit saja (akhirnya jadi 25 menit sih) perlu persiapan hampir 4 hari untuk memikirkan hal-hal yang harus diomongkan. Dan lebih ga bisa bayangin lagi pergumulan mereka yang berkhotbah tentang hal2 yang sangat berat yang mungkin belum tentu bisa mereka kerjakan. Fuih.. But overall I enjoy this sharing.
Berikut adalah beberapa komentar tentang teman2 yang kutanya pertanyaan yang sama; "Renunganku tadi gimana?"
- "Oke lah, sangat aplikatif, dan apalagi kalimat terakhirnya yang percuma kalau exam A tapi Tuhan menilai F, nancep banget" -- GUS
- "Bagus kok, uda pernah bawain renungan ya?"--JK
- "Nggak banyak sesat sih, paling cuman 1 aja, dualisme antara duniawi dan rohani." -- IPG
- "Itu tadi renungan ya? Gw kira lawak. Hahaha. Nggak kok, ngerti kok.. Apa ya poinnya? Hmm, hmm (lama banget baru jawab T.T)" -- AK
- "Bagus, tapi kamu juga sama kayak aku, banyak pake bahasa yang sulit, ga mudah dipahami orang. Dan dalam renunganmu bisa ada filsafatnya (seseorang Prancis, aku lupa namanya)." -- HSS
Yah sebegitulah komentar temen2 yang bisa kuingat. Semoga akan menjadi refleksi bagi diri saya sendiri. Dan setelah itu saya ngebench dan ngegeje. Dan taulah sendiri, ga belajar dan mengganggu orang L. Maafkan saya haibara dan HSS T.T
Thursday, April 22, 2010
BENCH OH BENCH..
Yak, semester pertama ikutan anak2 ISCF yang ngebench, yang pada ga jelas dan beberapa persen waktunya dipake buat ngegeje (mulai lebai). Dan menariknya adalah di sini saya menemukan pelepasan ketika sedang berstress dan berkutat dengan lecture notes yang tidak bisa dimengerti, ataupun hitung2an yang ga bisa pas masuk dengan answer key dari lecturer. Hehehe. Dan sebenernya di bench malah makin ga dapat :P.
Anyway, I feel that ISCF makes a sort of my life in NTU. Sedikit banyak, ISCF membuatku berubah, merenung, bertumbuh, dan sedikit banyak melihat realita hidup melalui teman2 (dan mungkin acquaintances) di persekutuan ini. Sekedar info, ISCF adalah Indonesian Student Christian Fellowship, persekutuan mahasiswa berbahasa Indonesia di NTU dan Singapura. Dan saya harus kerja LPJ dan belajar dan bikin renungan.. Aaaaa…
Saturday, March 13, 2010
Membuat Banyak Buku Tak Akan Ada Habisnya, dan Banyak Belajar Melelahkan Badan
"Hello, Indra, nggak salah tulis judul ya? Yang bener aja, kok malah nyuruh orang malas-malasan?? Hari gini, kalo malas bisa mati, dikalahin orang lain!!"
Ups, sabar dulu, teman. Itu kan cuman judul. Kata orang, jangan lihat buku dari covernya doang. Jangan lihat posting dari judul doang dong :D Ini adalah sebuah kutipan dari sebuah ayat di kitab Pengkhotbah 12:12. Nah, kalau mau ngerti maksudnya, silahkan baca sendiri ayat itu dan seluruh perikopnya, barulah membuat penilaian. Hehehe. Saya sedang ingin menulis karena lagi muncul banyak ide liar yang tak akan berguna apabila tidak ditumpahkan ke dalam tulisan, karena bisa saja terlupakan dari otakku dan takkan teringat lagi.
Ok, apa yang membuatku menulis tentang ini? Ada banyak hal yang mendorongku dan tiba-tiba saja terpikir akan hal ini. Akan kucoba jabarkan, jatengkan dan jatimkan (jayus mode: ON, buat yang ga ngerti, anggap aja ga ada) satu per satu. Pertama adalah, kita sering sekali prejudice dan melihat segala sesuatu keluar dari konteks akan kejadian tersebut. Contohnya dengan kalimat paling pertama dari postingan ini. Ketika membaca judul ini, orang akan cenderung berpikir bahwa ini adalah curhatan seseorang sangat pintar yang sudah bete dan bosen belajar karena tidak ada lagi yang bisa dipelajari (in fact, it is!!). Atau, orang akan merasa bahwa aku sedang menyuruh orang bermalas-malasan dan sedang menyuruh tidur saja, toh ga ada gunanya belajar. Bacalah ayat tersebut satu pasal, kalau perlu satu kitab penuh, dan temukanlah maksud ayat itu, sesuai dengan konteks bacaan tersebut. Socrates yang luar biasa pintar dan bisa dianggap sebagai bapak segala ilmu pada zaman kuno pernah berkata kira-kira seperti begini, "Aku hanya mengetahui setitik air yang kecil dari samudra yang begitu luas".
Berhubungan dengan paragraf di atas, hal lain yang dapat dipelajari dari kutipan ini adalah, jangan menganggap dirimu sudah tau banyak dan merasa diri pintar, karena di atas langit masih ada langit. Ketika saya masih di Pontianak, sebuah kota terpencil di suatu pulau tak terkenal bernama Kalimantan di mana saya lahir dan dibesarkan, saya belajar sedikit hal tentang Alkitab, teologi, firman Tuhan, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Saya merasa sudah sangat pintar dan sangat mengetahui Alkitab, juga merasa mengetahui banyak sekali tentang ilmu pengetahuan. Ternyata, ketika terdampar di pulau kecil bernama Singapura ini, saya benar-benar baru sadar bahwa apa yang saya pahami hanyalah sebuah molekul air di antara samudera. Luar biasa sedikit!!! Dan saya sangat mengamini filosofi di atas langit masih ada langit itu. Saya cuman pernah mempelajari buku Rick Warren dan dengan bangga merasa sudah sangat kenal Alkitab. Bukan berarti saya menghina atau menjelek-jelekkan Rick Warren, tapi apa yang saya pelajari sangatlah kecil dan dangkal. Musik yang saya kenal adalah musik pop dan rock, sedikit jazz dan blues, dan saya mengira saya lumayan hebat di musik. Namun ketika di sini, saya belajar begitu agungnya dan rumitnya musik klasik sehingga tidak dapat tertandingi oleh musik jaman sekarang yang sangat sederhana dan memuaskan perasaan saja, bukan memuaskan telinga dan pikiran. Sekali lagi, kesombongan saya runtuh.
Kadang saya juga pernah berpikir ketika menghadapi sebuah situasi, si A orangnya begini, khotbah si B sesat, ajaran si C benar-benar menyimpang, doktrin D tidak Alkitabiah. Hei, mas!! Tak kenal maka tak sayang. Jikalau kita cuman pernah dengar omongan orang 1 kali saja, menghakimi khotbah seseorang tapi dengar khotbahnya pun tidak pernah, tau doktrin cuman tau nama, bahkan semuanya itu cuman diketahui oleh sumber kedua (yaitu orang lain, bukan dari si penyampai), celakalah kita, karena kita lebih buruk daripada orang yang tak pernah mendengar sama sekali. Kita tau sedikit, tapi sangat sepihak (bias) dan salah mengartikan sesuatu. Papaku pernah bilang, kalau mau mencoba satu usaha atau sesuatu, cobalah selama 2 tahun, lihat apakah bisa sukses atau nggak. Walaupun agak nggak nyambung, tapi saya melihat prinsip yang bisa dipakai, untuk mengerti sesuatu, marilah belajar lebih banyak dan lebih lama untuk benar-benar mengerti secara tuntas. Maka celakalah kita kalau kita tidak belajar banyak-banyak untuk memperlengkapi hidup kita. Saya percaya manusia yang tidak belajar adalah manusia yang jiwanya tua dan sangat membosankan, sehari-hari omongannya cuman uang, film, cewek, anime, manga, dll. Apalah artinya itu semua dengan hidup ini. Manusia hidup bukan hanya dari roti yang memuaskan mulut dan perut saja, tapi juga hal lain yang bisa memuaskan arti dan makna dari hidup. Musik yang agung, seni yang indah, hubungan yang harmonis, pemikiran dan cara pandang terhadap sesuatu yang Alkitabiah, dan tentu saja, dari Firman Tuhan.
Namun, ada satu hal yang saya merasa sangat lemah dan butuh kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi hal ini. Sejak saya di Singapura, saya jadi merasa cukup banyak ketiban informasi dan belajar terlalu banyak, sampai tidak sempat direnungkan dan sangat bingung tentang signifikansi dari saya mempelajari hal itu. Intinya, saya tau teori tapi saya tidak tau aplikasi. Ini memang menjadi problem besar dari diri saya sejak kecil. Saya paling suka baca, tau teori, belajar dari buku, observasi, tapi kalau langsung terjun untuk melakukan hal tersebut, saya merasa mati. Contoh gampang, saya tau teori berenang, bagaimana mengharmonisasi kaki dan tangan, tapi kalau saya disuruh berenang, takutnya setengah mati. Akhirnya jadilah saya tau teori berenang tapi tidak (belum!! lebih optimis dong) bisa berenang. Banyak hal yang saya sering seperti itu, bahkan yang lebih parah, tidak bisa melakukan, tapi tahu sedikit teori dan malah mengkritik orang yang cukup ahli. Saya belajar untuk mengerti ayat ini dengan persepsi bahwa jikalau kita tau banyak teori, banyak belajar, tapi kita tidak melakukan dan menerapkannya, itu akan jadi sia-sia dan melelahkan. Mungkin kita bisa nulis banyak buku dari pengetahuan kita, tapi semuanya meaningless jikalau kita tidak bisa mengerjakannya.
Saya sangat senang dengan salah satu guru di sekolah. Dia berani menghabiskan waktu sekitar 1.5-2 jam untuk menceritakan panjang lebar mengapa kami harus mempelajari absorption process dan apa kaitannya dengan kehidupan di bumi ini. Dia menjelaskan dan mengajak diskusi tentang masalah yang dihadapi oleh manusia dan bagaimana pelajaran kami bisa memberikan kontribusi untuk bumi dan membuat segala sesuatu berharga. Dia sampai memberikan data-data yang menunjang, seperti jumlah CO2 dalam udara, jumlah emisi CO2 per kapita dari Singapura, dan cara orang2 untuk memisahkan CO2 dari udara. Ini semua tidak ada hubungan secara langsung dengan pelajaran saya, yaitu absorption process. Jarang sekali ada guru di sekolahku yang mau "membuang" waktu sebanyak itu untuk menjelaskan hal yang sangat esensi ini. Banyak guru lain cuman kasih contoh kasus dan langsung jadi soal, atau memberitahukan bahwa hal ini penting ketika kalian kerja, dsb. Abstrak sekali. Maka saya senang jikalau apa yang saya pelajari secara kognitif, secara sadar saya juga tau apa gunanya untuk masyarakat dan bagaimana berkontribusi dengan pengetahuan itu. Sama persis dengan pengetahuan teologi saya yang harus saya terapkan supaya apa yang saya ketahui bisa menjadi signifikan untuk orang-orang di sekitar saya.
Kurasa cukup dulu sampai di sini. Intinya adalah, banyak membaca, observasi, dan belajar dari segala sesuatu, dan cobalah ketahui, untuk apa kamu belajar, bukan hanya asal, tapi ketahuilah meaning. Cheers :D
Saturday, February 27, 2010
Random Things
Pertama, aku sedang ikut kelas Pak Billy tentang Kitab Injil dan Kisah Para Rasul. Satu hal yang cukup mengganggu dengan pelajaran ini adalah belajar tentang kesalahan orang liberal dalam interpretasi mereka tentang kitab2 ini, dan pelajaran ini cukup dalam dan susah. Kadang saya bingung dan takut, kenapa orang yang semakin banyak belajar, semakin jauh dari Tuhan? Apakah artinya ga boleh belajar, atau belajar sedikit lebih baik? Tapi kalau cuman belajar sedikit, saya akan jadi katak di dalam tempurung. Dan melalui perenungan lebih dalam, saya tiba pada kesimpulan bahwa belajar semakin dalam dan semakin banyak tahu bisa menguji iman, apakah iman kita bisa guncang karena pelajaran kita (yang notabene adalah kesalahan orang lain), dan pemikiran kita bisa terus diredeem oleh firman Allah yang benar.
Monday, December 28, 2009
Bulan Desember 2009, Bulan yang Penuh Kesan
Akhirnya, beberapa hal yang benar2 dapat saya syukuri dari persiapan dan pelaksanaan camp ini adalah:
Tuesday, December 1, 2009
Bulan Baru, Menyongsong Exam, Posting Pertama, dll
Pertama kali yang tercetus di pikiranku saat mau membuat blog ini adalah menaruh hal-hal teologi yang kudapat dari buku atau khotbah yang kudengar. Tapi sebenarnya sangat banyak hal kecil yang ga kusadari yang bisa menjadi pelajaran besar. Jadi kuputuskan untuk menuliskan apa saja yang ada dipikiranku di sini.
Bulan baru, kemarin merayakan ulang tahun seorang teman yang berulang tahun di bulan baru ini, sekalian menonton film "kontroversial" 2012. Film ini ga gitu jelas isinya, kupikir bumi akan benar-benar musnah dan itulah akhir dari segalanya. Tapi ternyata film itu hampir sama persis dengan kisah Nabi Nuh di dalam Alkitab, Al'quran, kitab raja2 Babilonia, dll; air bah besar melanda seluruh bumi. Yang lebih geje adalah akan ada sequelnya yaitu 2013. Ku masih membayangkan apakah akan ada 2014, 2015, dst. Lumayan aneh.